
Tuk..tuk ..tuk
"Ada orang?" gumam Layla, dia bangun terus menuju ke pintu tetapi tidak terus membuka pintunya, malah Layla mengambil senjatanya di dalam laci dan meletakkannya di belakang badannya. "Da?" seru Layla kepada orang diluar rumahnya. "Ini saya, bik Sari", Layla terus menyimpan senjatanya didalam laci kemudian terus membuka pintu, "Ya bik, ada apa?" tanya Layla kepada wanita paruh baya itu sembari tersenyum. "Ini bik ade membuat kue, jadi ada lebih bik Sari kasi ke kamu aja" kata bik Sari, "Lagian kamu kan duduk seorang diri dan sering bekerja pasti kamu jarang sekali memasak dirumah" tambah lagi bik Sari panjang lebar. "Makasih ya bik, buat susah-susahkan bik Sari aja", Layla tersenyum sembari mengambil kue yang diberikan oleh bik Sari. "Ya udah, sama-sama, nggak susahkan bik Sari kok,"kata bik Sari "Bik Sari pergi dulu ya nggak bisa lama-lama deh nanti ada yang mencari, hahaha", Layla hanya hanya tersenyum sahaja. "Baik la bik, hati-hati di jalannya nanti" kata Layla, sembari melihat bik Sari berjalan semakin jauh dan masuk ke rumahnya.
Drrt..drrt..drrt
Hp Layla berdering, Layla melihat di hpnya Unknown Number dia terus masuk kedalam rumahnya dan mengunci pintu. Layla menjawab "Halo, siapa ini?" tanya Layla, "Ini aku Sasha, buka email kamu sekarang!" Layla terus menutup hpnya dan mengambil laptop nya. "Hmm" Layla menghelakan nafas berat. Layla terus membersihkan dirinya dan terus bersiap-siap untuk keluar. Layla terus mengambil tasnya sembari mengunci pintu rumahnya dan menghidupkan motornya terus melaju meninggalkan rumahnya.
Di Cafe XXX
__ADS_1
Layla memakir kan motornya. Ia memasuki cafe dan terus menuju tingkat atas cafe itu. Layla mengambil meja berdekatan dengan jendela supaya dia dapat melihat keindahan dan kesibukan bandar Moscow.
"Mau pesan apa mba?" tanya seorang pelayan lelaki sembari memberi selembar menu kepada Layla. "Aku pesan Ice Lemon Tea aja" kata Layla tanpa membuka menu yang diberi oleh pelayan tersebut kepadanya. "Itu sahaja ya, mba?" Layla hanya mengiyakan sahaja. Pelayan itu terus meninggalkan Layla bersendirian.
Setelah beberapa menit pelayan tersebut datang lagi dengan membawa air yang dipesan oleh Layla diatas nampan. Selepas pelayan itu memberi Layla air yang dipesan olehnya seorang perempuan dengan wajah yang cantik memakai pakaian yang agak seksi dan berkasut tumit tunggi terus duduk di kerusi hadapan Layla. "Did you miss me, girl?" tanya wanita itu kepada Layla denga senyuman yang manja. "Never" jawab Layla dengan singkat. Perempuan itu memayunkan bibirnya dan menatap sinis ke arah Layla. Ya wanita itu adalah Sasha seorang perempuan personalitinya agak dingin. "Just straight to the point" kata Layla tanpa menghiraukan apa yang dilakukan oleh Sasha. Sasha terus mengeluarkan sebuah sampul surat dan memberi nya kepada Layla. Layla hanya mengambil dan terus membuka untuk melihat isinya. Sasha hanya membiarkan Layla melihat isinya. "Misi kamu kali ini agak sukar, kau boleh menyerah jika kau mau" kata Sasha dengan santainya. "Aku tahu" tanpa menghiraukan Sasha, Layla hanya melihat isinya kemudian dia mengambil surat itu memasuk kan kedalam tasnya sembari menikmati Ice Lemon Tea dihadapannya. "You know what to do?" tanya Sasha, Layla hanya mengiyakan dan terus melihat ke luar jendela melihat bandar Moscow.
Di kediaman Mansion XXX
"Tuan, tuan muda Jack sedang menuju ke mansion anda, apa tuan sudah siap?" tanya seorang pelayan kepada seorang lelaki yang umurnya dalam lingkungan 70 tahun yang sedang menghisap rokoknya. "Ya, saya sudah siap" lelaki itu mematikan rokoknya kemudian berjalan keluar dari kamarnya. Lelaki itu keluar menuruni setiap anak tangga dengan wajah yang dingin dan arrogantnya.
__ADS_1
Tin ..tin
"Tuan, sepertinya tuan muda Jack telah tiba" kata pelayan itu kepada lelaki itu. "Jemput dia masuk, jangan lakukan apa-apa perlawanan jika terjadi sesuatu" kata lelaki itu dengan wajah yang datar.
Siapa lelaki itu?
I hope you guys enjoy it..🤗
Janga lupa like and vote..saya memerlukan dukungan kalian .
__ADS_1