
"Fuhhhh, belum diinterview aja udah deg deg degan kek gini, aduh Layla, Layla, kok hal segini aja jantung mu kek mau copot sih?" Layla bicara sendirian di toilet wanita. Dalam waktu yang sama Kaitlyn yang baru masuk mendengar semua omongan Layla. Dia membuka tas nya dah mengeluarkan sesuatu untuk merias wajah nya.
"Hmmph, kau pikir untuk berada di sisi ceo semudah ABC kah? Dasar murahan." sembari merias pipi nya Kaitlyn. Layla tidak masukkan ke hati dengan kata-kata itu. Layla anggap aja nyamuk lewat ditelinganya 🤠dan malah membereskan tas nya bersiap untuk keluar. Kaitlyn yang melihatnya kesal seperti gak wujud aja di situ.
"Hei, apa kau tidak mendengarkan ku? Emang kamu tuli yah?" Layla hentikan langkah nya dan memusing kan badan nya menatap Kaitlyn tajam.
"Kelihatannya ada orang takut kehilangan kedudukannya." Layla mendekati Kaitlyn yang semakin mundur kebelakang.
"Kalau takut kenapa gak pertahankan kedudukan kamu cuman kerjakan tugas nya dengan baik, bukan menggonggong seperti seekor anjing jalanan"
"Dasar gak tau diri!!!" Kaitlyn ingin melayang kan tangannya ke pipi mulus Layla. Hooh siapa dia yang mau nampar Layla. Layla dengan cepat menangkas tangan Kaitlyn.
"Kenapa, gak bisa menahan emosi udah mau pake cara kasar?" Kaitlyn meringis kesakitan.
"Aneh rasanya, kenapa J Corporation bisa memperkerjakan seseorang seperti kamu?"
Layla melepaskan tangan Kaitlyn dan sedikit mendorongnya ke dinding. Setelah itu dia berlalu pergi. Kaitlyn yang terdiam membisu melihat punggung wanita itu.
10 menit berlalu
__ADS_1
"Bos, udah 10 menit, kita lanjut kan sesinya" Alvin membangunkan bos nya tertidur di sofa
"Ok, aku mau cuci muka bentar, kamu bisa memanggil mereka masuk ke ruangan dulu" Alvin hanya mengiyakan aja kata-kata bos nya.
"Brooklyn Rose, Diana Scott, Michelle Lee boleh masuk kedalam untuk diinterview" Alvin dengan wajah datar membiarkan mereka masuk.
"Ok kalian boleh duduk di kursi terlebih dahulu" William bicara dengan sopan sementara dia melihat lihat resume mereka bertiga. Sementara diluar tinggal Layla sendirian. Layla tetap menunggu dengan penuh sabar dan tenang.
20 menit telah berlalu,
'Brakk'
"Pergi sana! Dasar j*****! Aku membuka lowongan kerja untuk mencari sekretaris yang berkemampuan" seorang laki laki dengan marah meninggalkan wanita di depan pintu ruangan interview.
"Pak, tolong pak saya berjanji akan lakukan yang terbaik, tolong jangan usir saya pak" wanita itu menangis dan merayu-rayu supaya diterima.
"Kamu gila yah, seperti nya kamu salah alamat. Biar aku jelaskan disini, aku Jack MacGyver Ceo J Corporation membuka lowongan kerja untuk merekrut seorang sekretaris, bukan merekrut seorang PELACUR MURAHAN!!!" Wanita itu terus menangis sejadi jadinya karena dibentak laki laki itu. Layla yang kaget hanya bisa mendiam kan diri dan berpura pura polos.
"Alvin, bawa wanita ini keluar, dan jangan biarkan menginjakkan kaki nya kesini lagi" kata laki laki itu dengan wajah dingin. "owh satu hal lagi, jangan biarkan dia dapat kerja dimana mana tempat selain Pusat Pelacuran" Dia masuk kedalam ruangan dengan wajah yang amat menakutkan menurut Layla.
__ADS_1
"Baik bos" Alvin dengan kasar mengheret wanita itu keluar tanpa berbelas kasihan.
"Natalya Lane" William keluar dan memanggil nama yang seterusnya. Layla hanya diam membisu. Iya iyalah kerna bukan namanya yang dipanggil🤣.
"Kamu kah?" tanya William
"Bukan pak," Layla dengan sopan bicaranya dengan menunduk dan tidak menatap wajah laki laki itu. Dia berkeringan dingin takut nya dia memandang wajah laki laki yang melempar wanita barusan keluar.
"Owh ok" seperti nya dia menulis sesuatu di kertas ditangan nya. 'Jadi tinggal satu orang saja' gumam William.
"Jadi kamu Layla Aliyeva?" Layla hanya mengiyakan saja.
"Ok kamu bisa masuk untuk diinterview" Layla sangat gugup. Tiba tiba dia dapat satu ide yang bagi nya bagus. Layla tarik nafas dalam dalam dan menghembus nya dengan perlahan lahan.
Hooh ide apa yang digunakan Layla guys?
Enjoy reading guys🤗
Don't forget to like, share and vote😘
__ADS_1
Love my fans💕