Melankolia

Melankolia
Bab 2


__ADS_3

"Hmmm," gumamnya. Ya lelaki itu adalah Jack Macgyver merupakan orang terkaya di benua Eropah dan juga CEO J Corporation. Tidak ada yang tidak mengenalinya dan tidak ada yang bisa dia tidak dapatkan. Jack dikenali sebagai Dewa Pertolongan kerana Jack membantu banyak pengusaha yang baru meningkat naik. Bukan itu sahaja, malah Jack juga banyak menyumbangkan dana kepada orang yang memerlukan. Dia juga bisa dikenali sebagai 'The Devil King' kerana mana-mana musuh yang ingin menjatuhkan perusahaannya maupun dirinya Jack akan membuat orang itu sehingga memohon kepadanya untuk mati.


Tiba-tiba telefonnya berdering mengagetkan Jack dari lamunannya, Jack terus menjawab panggilan. "Baiklah, Dad" terus Jack menamatkan panggilannya. Kemudian dia mencari nama di contact telefonnya terus dia hubungi "Alvin jemput aku segera, aku di taman xxx". Alvin merupakan asistenya termasuk orang yang kepercayaan Jack. Setelah beberapa lama menunggu Alvin menjemput tuannya atau Jack untuk meninggalkan taman itu.


Di dalam mobil. "Ke apartmen ku di xxx" kata Jack dengan wajah yang datar. Alvin yang duduk di kerusi pengemudi hanya menurut saja.


Dalam perjalanan ke apartmen Jack "Tuan", panggil Alvin. "Ada apa?" tanya Jack dengan dinginnya tapi posisinya menatap ke luar melihat bandar Moscow yang sangat sibuk di waktu pagi kerana waktunya bekerja. "Saya mendapat kan info dari cawangan di Australia kehilangan banyak data-data penting, dan mereka mengatakan server room di perusahaan disana diceroboh," panjang lebar Alvin memberitahu masalah perusahaan bosnya yang dingin itu. "Kau tau apa yang perlu kau lakukan?" tanya Jack. Alvin hanya mengiyakan sahaja. Tiada apa-apa reaksi yang ditunjukkan oleh Jack, posisinya masih menatap keluar dengan wajah datarnya.

__ADS_1


Sampai sahaja di apartment Jack yang cukup mewah itu, Jack terus membersihkan dirinya yang berkeringat kerana berjoging tadi. Setelah selesai mandi, Jack terus menuju ke ruangan closet yang cukup luas dan penuh dengan barang-barang mewah miliknya. Dia memakai kemeja putih berlengan panjang dan celana hitam untuk dipakai. Kemudian dia keruangan yang mempunyai banyak laci, dia mengambil jam tangan yang bisa dikatakan limited edition setelah itu, mengambil sabuk untuk dipakai. Selepas semua selesainya Jack keluar dari ruangan apartmenya dan menekan tombol lift untuk turun kebawah menemui Alvin yang masih menunggunya di mobil. Alvin melihat bosnya sudah keluar dari apartmennya terus membuka pintu mobil untuk bosnya. Di dalam mobil "kita akan menemui Jacob, kau sudah siapkan apa yang ku suruh kau lakukan?" tanya Jack dengan dinginnya. "Sudah tuan" jawab Alvin. "Bagus, teruskan dengan plan kita" kata Jack dengan senyum devilnya.


------------------------------------------------------------------------


Layla masuk ke rumahnya membuka kunci rumahnya dan merebahkan badannya ke kasur. "Kenapa aku tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh ibu?" gumamnya. Dia masih penasaran mengapa setiap kali tidur dia pasti bermimpi ibunya mengatakan perkara yang sama kepadanya.


Flashback on

__ADS_1


"Sini ibu pakaikan" terus Layla memberi kalung itu kepada ibunya, dia terdiam dan hanya membiarkan ibunya melakukannya. Setelah selesai Luna terus memeluk Layla dengan erat, Layla juga mambalas pelukan ibunya. "Ibu?" Layla memanggil ibunya. Ketika Layla melonggarkan pelukan ibunya untuk menatap wajah ibunya, Luna sudah memejamkan mata untuk selamanya. Layla hanya menangis dengan kuat kerana dia keseorangan, ibunya pergi tinggalkannya untuk selamanya.


Flashback off


Layla mengingat kembali kali terakhir dia bersama dengan ibunya, Layla masih tidak mengerti kenapa ibunya mengatakan hal seperti itu kerana waktu itu dia masih bocah kecil berumur belasan tahun.


Apa maksud Luna kepada Layla?

__ADS_1


Apakah dengan kalung itu sahaja dapat membantu Layla di masa depannya?


Like and vote ya guys..masih memerlukan dukungan kalian. 😘🤗


__ADS_2