Melankolia

Melankolia
Bab 5


__ADS_3

Di Mansion Jacob


"Itu saja untuk harini" Jacob hanya diam setelah pembicaraan itu. Seorang pelayan wanita datang mendekati Jacob. "Tuan makan siangnya udah siap". Ucap pelayan itu dengan menunduk sebagai tanda hormat. "Baiklah" jawab Jacob dengan wajah datarnya. Di meja makan hanya bunyi piring dan senduk. "Jack, selepas makan Daddy ingin berbicara dengan kamu sebentar di taman belakang". Jack hanya mengiyakan sahaja. Mario hanya menatap tajam kearah Jack. Jack hanya tersenyum devil melihat keadaan Mario.


Di Taman Mansion Jacob


"Kenapa Jack yang harus ketemu sama dia?" Jack kesal kerana Jacob memaksanya untuk menghadiri meeting bersama Tuan Hendrick. "Maaf kan Daddy nak, tapi kamu saja yang daddy percaya". Jack tersenyum mendengar kalimat daddynya. "Kenapa ngak nyuruh si Mario aja". Jacob hanya menghembus nafas beratnya. "Kamu juga tau kan si Mario itu gimana orangnya? kenapa Daddy harus percaya sama dia?". Jack menyeringai. "Baiklah, tapi gue ngak akan melakukannya kalau tidak ada__". "Daddy tau" belum sempat Jack menghabiskan kalimatnya malah dipotong oleh Jacob. Jack hanya tersenyum menyeringai. "Ok, kalau gitu aku pergi dulu". Jack meninggalkan Jacob sendirian di taman. "Jack, maafkan Daddy".


Di Hotel XXX


"Tuan" Alvin membuka kan pintu mobil untuk Jack. Jack keluar dari mobil berjalan masuk ke hotel dengan arrogant dan berwajah dingin tapi tetap saja masih tampan. Wajah nya yang tampan mampu menggugat hati para kaum hawa.

__ADS_1


Di tempat lain masih di Hotel XXX


"Sasarannya masih belum datang kok, gue duduk aja dulu di sofa itu" Layla bermonolog sembari duduk di sofa ruang menunggu sambil membaca koran. "Maaf nona ganggu, emangnya nona duduk disini nungguin siapa ya?" seorang pelayan di hotel XXX datang menghampirinya. "Saya menunggu tuan Hendrick" jawab Layla. "Apa nama nona Lilya?" Layla hanya tersenyum mendengar soalan dari pelayan itu. "Ya, itu saya, kenapa?". Ya, Layla menyamar sebagai Lilya kerana Tuan Hendrick adalah sasarannya. Seorang lelaki yang gemuk dan botak. Tuan Hendrick sentiasa diiringi bodyguard yang berbadan kekar kemana-kemana itu membuat kan misi Layla kali ini sangat sulit. Makanya Layla harus menyamar untuk mendekati lelaki itu dengan mengubah namanya dan memakai rambut palsu berwarna merah. "Maaf nona, Tuan Hendrick nyuruh saya untuk memanggil nona Lilya untuk ketemu sama dia di kamar 201, ini kartunya" Layla hanya mengiyakan aja ucapan pelayan itu dan mengambil kartunya. "Terima kasih ya" tidak lupa Layla berterima kasih kepada pelayan itu. Layla terus menuju kamar yang disebutkan oleh pelayan tadi. Sampai saja dikamar yang disebutkan Lilya melihat ada 2 orang lelaki bertubuh kekar berdiri dihadapan pintu kamar itu. "Itu pasti bodyguardnya" gumam Layla. Layla hanya meneruskan tujuannya dia berjalan seperti biasa seperti tidak ada apa-apa yang berlaku.


Sampai sahaja dihadapan kamar 201, langkah Layla terhenti kerana 2 orang lelaki yang berada dihadapan kamar itu menahannya daripada masuk. "Untung gue udah membuat persiapan" gumam Layla dengan tersenyum devilnya. Layla mengeluarkan ktp nya dan diberi kepada bodyguard itu untuk melihatnya. "Apa kamu Lilya?" Bodyguard itu menatap tajam kearah Layla tapi Layla hanya mengangguk malah tersenyum seperti tidak ada apa-apa yang berlaku. Salah seorang dari bodyguard dihadapan Layla masuk kedalam kamar dengan membawa ktp Layla. Ya pasti lah ktp itu palsu yang sudah disiapkan awal olehnya. Beberapa detik bodyguard itu keluar dan memulangkan semula ktp Layla dan mempersilakan Layla untuk masuk.


Layla masuk kemudian menutup pintu kamar itu, kemudian Layla terdengar suara perbualan. "Sepertinya Hendrick tidak keseorangan" gumam Layla. Layla memberanikan diri " Halo, apa saya mengganggu kalian?" terlihat ada Hendrick dan 2 oran pria berwajah tampan menatap Layla yang memberhentikan pembicaraan mereka. "Owh jadi kamu Lilya, cantik sekali" Hendrick mendekati Layla. "Hmmph, dasar orang tua mesum" gumam Layla. "Ada-ada aja" Layla berlakon bermanja dengan Hendrick. Mereka tidak tahu ada sepasang mata sedang menatap tajam kearah Layla dan Hendrick yang sedang bermanja-manja itu.Ya itu adalah Jack MacGyver bersama Alvin yang harus menghadiri pembicaraan menggantikan Jacob. "Owh, ngak mau kenalin mereka sama Lilya?" Layla tersenyum puas kerana Hendrick mengikut sesuai rencananya. "Owh, maaf ya Tuan Jack, saya terpesona dengan Lilya tadi lupa Tuan Jack masih disini". Hendrick hanya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Jack hanya melihat tingkah laku Hendrick dengan wajah datar. "Owh kenalin Lilya ini Tuan Muda Jack Macgyver anak kepada CEO perusahaan JM Group dan Tuan Jack ini Lilya saya cuma membayar nya untuk bersenang - senang" Hendrick menjelaskan panjang lebar. "Owh begitu" hanya itu yang dikeluarkan dari mulut Jack masih saja dengan wajah datar. "Lilya" Layla menghulurkan tangannya untuk berjabat dengan Jack dengan senyuman manisnya tetapi penuh dengan lakonan. "Jack" ia hanya menatap tajam manik hitam milik Layla sembari berjabat tangan dengan Layla. "Lembut sekali" gumam Jack dia menahan tangan Layla daripada terlepas dan masih menatap manik hitam Layla. "Tuan Jack" Layla menyadarkan lamunan Jack sembari Jack melepaskan tangannya. "Maaf" Layla hanya senyum tersipu malu. "Saya akan tunggu di balkon sana ya, Pak Hendrick teruskan dengan pembicaraannya" Layla meninggalkan mereka di dalam.


Jack menjadi hilang fokus, sesekali dia melirik ke arah Layla yang sedang memainkan hpnya. "Bagaimana tuan?" Jack tersadar dari lamunannya dan menatap ke arah Hendrick. "Baiklah akan ku pikirkan cadangan itu." Hendrick hanya mengiyakan sahaja. "Kalau tidak ada apa-apa lagi saya minta izin pamit, saya ada hal yang perlu diselesaikan." Jack berjabat tangan lalu meninggalkan kamar itu.


Setelah menghapuskan jejak di dalam kamar tersebut Layla keluar dari kamar tersebut dengan santainya sembari memakai kaca mata hitam. Layla menekan tombol lift dan pintu lift terbuka, terlihat seorang wanita yang mirip dengannya dan memakai pakaian yang sama sepertinya. Layla membuka kaca matanya dan diberikan kepada wanita itu. Kemudian wanita itu keluar dari lift meninggalkan Layla dan masuk kedalam kamar yang sama tempat Layla menyelesaikan misinya dan pintu lift pun tertutup.

__ADS_1


Ting!


Pintu lift terbuka, Layla terus keluar dari lift dan menuju ke toilet utama di hotel itu. Layla terus menukar pakaiannya dan membuka rambut palsunya dan disimpannya kedalam tasnya. Selepas semuanya selesai Layla terus keluar dan menuju ke monitoring room. Di monitoring room Layla terus menerobos masuk kedalam dan terus melepaskan tembakan kearah 2 penjaga di situ. Layla dengan cepat hack sistem CCTV disitu menghilang jejaknya.


Drrt. Layla melihat ponselnya bergetar ada satu pesanan dari Sasha 'jumpa di kediaman xxx'. Layla terus meninggalkan ruangan itu. Layla menyelesaikan misinya dengan cepat tanpa meninggalkan jejak.


Di Lobby utama hotel XXX (masih hotel yang sama ya guys)


"Aduh tuan, ada berkas tertinggal di atas" Alvin menghentikan pergerakan Jack. " Bagaimana kamu bisa tertinggal Alvin" Jack memarahi Alvin kerna kelalaiannya. "Baiklah kita akan naik semula" Jack hanya pasrah dengan assistantnya itu. Ketika berjalan menuju ke lift utama, ada wanita berjalan berlainan arah dengan Jack. Jack sempat menatap tajam manik hitam wanita itu wanita itu malah tidak sadar akan sepasang mata yang sedang menatap kearahnya. Ya tentu saja wanita itu Layla Aliyeva yang sudah tukar penampilannya. "Apa masalah dengan aku ni, kok lihat wajah wanita itu dimana-mana." Jack bergumam sambil memijit - mijit jidatnya.


Like, komen and vote ye guys

__ADS_1


Saya memerlukan dukungan kalian..🥺


I hope you guys enjoy..🥰😘


__ADS_2