Melankolia

Melankolia
Bab 12


__ADS_3

"Hmm, bosan sekali ngak ada job" Layla merebahkan badannya diatas kasur. "Harus cari kerja, kalau ngak aku mau makan apa, ngak mungkin aku makan pasir sama batu" gumam Layla. Layla terus mengambil hpnya untuk mencari kerja kosong. "Kok ngak ada kerja yang cocok, semuanya cowok, ngak ada kah buat cewek kek aku ni?" Layla masih mencari kerja di layar hp nya. "What!!!! J Corporation lagi cari secretary ngak mungkin ah" Layla menutup matanya kemudian buka lagi melihat layar hp. "Ini beneran J Corporation lagi cari secretary, jarang sekali perusahaan gergasi ini membuka lowongan kerja" Layla terus mencari maklumat tentang J Corporation kerna dia juga berminat untuk bekerja disana. "Nice, ciri-ciri kek gini ada pada diriku" Layla bangun dari kasur dan menatap wajahnya dihadapan cermin. "Hmmm not bad, cuba aja nasib mudah - mudahan dapat kerjanya" Layla terus menghantar resume kepada syarikat itu melalui online. "What!!! terus diterima untuk interview besok, wow ok aku harus cari baju yang sesuai untuk ku pakai besok" Layla membuka almari baju nya dan memilih baju untuk dipakai besok untuk interview nya. Sesekali dia menukar pakaiannya yang sudah dipilih. Ya cewek ngak pernah puas dengan pakaian nya kalau mau ke event atau majlis atau apa apa aja. "Yang ini aja deh" Layla tersenyum puas melihat pakaian yang sesuai untuknya di interview sebagai secretary besok.


******************************************


Di Mansion Elliot


"Kenapa jam segini baru pulang?" Elliot melihat AJ yang baru pulang jam 10 pagi. AJ tidak menghiraukan pertanyaan dari ayahnya itu. AJ terus berlalu dihadapan ayahnya dan menaiki tangga. "AJ bukankah kamu akan mula bekerja hari ini kenapa pulang jam segini?" Elliot masih melihat AJ dengan tatapan yang tajam di tangga.


"Perusahaannya ada masalah ada kasus pembunuhan di perusahaannya jadi interview nya ditangguh" AJ menjawab dengan santai dan terus masuk ke kamarnya.


"Kasus pembunuhan?" gumam Elliot sendirian. "Michael!!" Elliot memanggil orang kanannya. "Ya tuan." Michael datang dengan terburu - buru. "Selidiki kasus pembunuhan yang berlaku di JM Group baru - baru ini" Elliot mengatakannya dengan wajah datar. Michael hanya mengiyakannya.


"Papa" Alex memanggil Elliot. Elliot hanya memberi kode pada Michael untuk meninggalkan mereka. Michael yang memahaminya terus beredar dari ruang tamu.


"Kamu mau apa? Apa ngak cukup lagi uang yang aku berikan?" Elliot seolah - olah tau kalau Alex datang kepadanya.


"Ya pastilah pa, aku mau bersenang - senang sama teman - temanku" jawab Alex dengan santainya dan sembari duduk di sofa.

__ADS_1


"Baiklah, aku bisa kasi kamu uang lebih daripada yang kamu minta" Elliot juga terus duduk dihadapan Alex.


"Wow makasih papa," Alex terus bangun dan duduk disebelah Elliot sembari memeluk Elliot.


"Tapi ada syaratnya" Elliot tersenyum sinis tapi tidak memandang wajah Alex.


"Apa?" Alex kaget mendengar omongan ayahnya itu.


"Kamu harus bekerja di perusahaan aku" Elliot masih dengan wajah datarnya.


"What!!!!"


**************************************


"Semuanya berjalan lancar dan ada beberapa resume juga telah di terima" jawab Alvin sambil scroll tablet nya.


"Baguslah, berikan semua resume nya kepada ku biar aku yang cek semuanya" Jack masih dengan wajah datar nya.

__ADS_1


"Baik bos" Alvin terus keluar dari ruangannya.


Ting!


Menandakan Email dari Alvin masuk ke komputer Jack.


Jack melihat satu persatu setiap resume yang dihantar oleh Alvin. Sesekali dia delete yang tidak memadai.


"Kenapa ramai sekali yang tidak berpendidikan tinggi, apa mereka pikir perusahaan aku ini perusahaan jual sayur kah" gumam Jack sendirian.


"Wait, kenapa orang ini sepertinya aku pernah liat" Jack melihat resume itu beberapa kali. "Layla Aliyeva, berumur 24 tahun" Jack masih mengamati setiap butir yang ada didalam resume tersebut. "Hmm not bad" Jack accept resume tersebut dan terus menghantar semua senarai resume yang diterima kepada Alvin. Jack menelefon Alvin


"Halo Alvin aku sudah hantar ke kamu semua senarai yang aku terima dan besok aku sendiri yang akan interview mereka" Alvin mendengarnya hanya mengiyakan kata - kata Jack.


"Aneh kenapa bos tiba tiba berminat mau interview mereka" Alvin masih bingung.


Don't forget to like, share and vote😘

__ADS_1


Masih memerlukan dukungan kalian🥺


I hope you guys enjoy reading🤗


__ADS_2