Melankolia

Melankolia
Bab 6


__ADS_3

Ting!


Pintu lift terbuka. Jack berjalan menuju ke kamar Hendrick. "ahhh!!!" terdengar suara wanita sedang berteriak sambil menangis. Jack dan Alvin yang mendengar terus menerobos masuk ke dalam kamar itu. Jack dan Alvin melihat tubuh Hendrick dan 2 orang bodyguard nya yang tidak bernyawa manakala wanita yang menggantikan Layla sedang berteriak ketakutan di bawah meja. "Lilya kamu tidak apa-apa?" Alvin mendekati wanita yang sedang ketakutan. Jack hanya melihat sekilas pemandangan di situ sembari menelefon pihak berkuasa untuk mengurusnya.


"Apa yang berlaku?" Jack bertanya pada Lilya. Lilya yang sedang ketakutan menunjukkan Jack kearah cermin jendela yang pecah seperti kesan tembakan dari luar kamar. Ya tentu aja semuanya telah disiapkan oleh Layla untuk menghilangkan jejaknya. "Sniper" gumam Jack. Sementara menunggu pihak berkuasa Jack memandang sekilas kearah ruangan yang mereka melakukan meeting tadi. Ada berkas-berkas yang berantakan di atas meja. "Alvin, cari berkas yang kamu tertinggal" Alvin yang sedang menenangkan Lilya wanita yang ganti tempat Layla itu terus menuju kearah meja mencari berkas yang tertinggal. Jack mengernyitkan dahi melihat sekilas wajah Alvin yang panik. "Apa ada masalah?" Alvin hanya memandang wajah Jack seperti ketakutan. "Berkas yang saya tertinggal, hilang bos." jawab Alvin terbata-bata. "Apa berkas itu sangat penting?" Jack menatap tajam kearah Alvin. "Iya bos, iya melibatkan projek baru yang dibicarakan oleh Pak Hendrick sebentar tadi JM Group" jawab Alvin terbata-bata. "Sepertinya tidak terlalu penting, kerana projek itu tidak akan bisa mendapat pulangan yang lumayan". Jack hanya tersenyum devil. Beberapa menit kemudian pihak berkuasa sampai untuk menguruskan semuanya, wanita yang menyamar sebagai Lilya juga dibawa oleh mereka untuk disoal.


****************************************


Di Kediaman xxx

__ADS_1


"Semuanya berada di dalam tas ini." Layla memberikan tas nya kepada Sasha. Sasha hanya mengambil sahaja tas itu. Terlihat Layla masih berdiri dihadapan Sasha. "Apa ada masalah?" Sasha dengan santainya. "Bayaran gue?" Layla menatap tajam kearah Sasha. Sasha hanya tersenyum. "Ini bayarannya" Sasha memberikan sampul surat berisikan uang. Layla mengambilnya tetapi Layla tetap masih berdiri menatap tajam kearah Sasha. "Bayaran untuk selebihnya dikemudian hari ya, sekarang kamu boleh pergi" ucap Sasha sambil meminum air winenya sehingga habis. Sasha ingin menuangkan minuman winenya lagi tetapi Layla mengambilnya dan membanting botol wine itu tepat kearah kepala salah satu lelaki yang berada di belakang Sasha. Lelaki itu menahan kesakitan sembari mencoba mengeluarkan senjatanya yang diselipkan dibelakangnya. Sasha hanya memberi kode kepada orang - orangnya untuk tidak melakukan sebarang tindakan. Sasha mengambil hp nya "Lihat lah hp mu" Layla mengeluarkan hp nya dan melihat sms akaun rekeningnya bertambah. "Good, kalau kamu melakukannya dari tadi aku ngak akan bad mood lo", ucap Layla sembari menyimpan hp dan mengambil sampul surat berisikan uang itu kemudian meninggalkan Sasha dan orang - orangnya begitu saja. Belum sempat Layla keluar dari kediaman xxx itu Sasha menahannya, "Aku beri waktu kamu 1 bulan untuk istirahat, misi seterusnya akan lebih sulit daripada misi ini" ucap Sasha dengan penuh mengharap kalau Layla akan istirahat dengan baik selama 1 bulan. "Baiklah" ucap Layla kemudian berlalu pergi. "I hope so" ucap Sasha sembari menatap kepergian Layla dari kediamannya.


****************************************


Di Mall XXX


Layla sedang memilih - milih di bagian sayuran kemudian ke bagian ayam dan terus menelusuri rak - rak yang ada di Mall itu dengan membawa troli. Kemudian Layla ke kasir untuk membayar semua perbelanjaannya. Layla menahan taxi dan membawa perbelanjaannya. "Ke Panti Asuhan xxx pak" pemandu taxi itu terus menginjak gas. "Lama aku ngak melihat mereka, apa mereka masih mengingat ku" gumam Layla. "Aku sibuk bekerja hingga tidak ada waktu untuk mampir menjenguk mereka" gumamnya lagi.


****************************************

__ADS_1


Di Panti asuhan XXX


"Makasih ya pak" ucap Layla sembari mengulurkan uang kepada supir taxi itu. "Ya mba" supir taxi itu hanya tersenyum sembari mengambil uang yang diberikan oleh Layla.


"Mami!!!"


Terima kasih yang udah mapir ke karya ku.


Jangan lupa like and vote ya guys.

__ADS_1


Masih memerlukan dukungan kalian🥰🤗


I hope you guys enjoy.


__ADS_2