Melankolia

Melankolia
Bab 4


__ADS_3

Ya, lelaki itu adalah Jacob MacGyver ayah kepada Jack. Jacob tidak kalah dengan anaknya Jack yang juga sangat dingin seperti anaknya. Yah, Pasti personaliti seorang ayah akan turun kepada anaknya.


Setelah Alvin memberhentikan mobil dan mematikan mesin, Alvin terus keluar dan membukakan pintu mobil untuk bos nya Jack. "Selamat Datang Tuan muda Jack" sapa para pelayan yang menyambut kedatangan Jack termasuk ketua pelayan yang barusan berbicara dengan Jacob. Jack hanya berjalan terus masuk ke mansion dengan wajah datarnya nan dingin, ia sama sekali tidak menghiraukan sapaan dari pelayan yang menunduk memberi tanda hormat kepadanya. "Tuan muda" ketua pelayan memanggil Jack, "Tuan Jacob menyuruh anda menunggu di ruang tamu". Jack hanya mengiyakannya. Jack menghelakan nafas panjang, tiba-tiba perasaannya nggak enak. "Tuan?" Jack langsung menoleh kearah Alvin yang memanggilnya. "Apa tuan baik-baik saja?" Alvin menanyakan keadaan bosnya itu yang berubah seperti orang penasaran secara mendadak. "Apapun yang akan berlaku harini, tunggu arahan dariku!" ucap Jack dengan tegas. Jack hanya terus berjalan menuju ke ruang tamu mansion Jacob.


Di ruang tamu, "Ma, ada apa sih kenapa Daddy menyuruh kita untuk berkumpul disini?" seorang lelaki yang terlihat masih muda berbanding Jack berbicara kepada seorang wanita paruh baya umurnya dalam lingkungan 50 tahun keatas tetapi masih terlihat elegant dan muda. "Mama juga nggak tau, Daddy cuman bicara pada mama untuk menyuruh kita duduk berkumpul disini". jelas wanita itu kepada anaknya sembari mengusap manja puncak kepalanya.


Tiba-tiba pembicaraan mereka terhenti ketika melihat sosok Jack berjalan bersama Alvin menuju ke ruang tamu. Alangkah terkejutnya mereka berdua melihat Jack yang sukar menginjakkan kakinya ke mansion ini. "Wah wah, lihat ma siapa yang datang" lelaki itu berkata kepada ibunya manakala ibunya hanya tersenyum sinis. Jack tidak menghiraukan perbualan anak dan ibu itu malah dia berjalan dan duduk dengan arrogant dan tak hilang wajah dinginnya itu di sofa berhadapan dengan pasangan ibu dan anak itu. "Apa ada masalah Mario jika aku kemari?" Jack dengan santainya sembari mengeluarkan rokok dalam poketnya dan menyalakannya. Ya lelaki itu adalah Mario adik tiri Jack dan Violet merupakan ibu tirinya tetapi Jack tidak pernah menganggap mereka sebagai keluarga malah menganggap mereka seperti orang asing atau lebih tepatnya musuh.


"Maafkan Mario Jack kerana nggak sopan sama kamu nak Jack" Violet cuba menenangkan suasana. "Aku bukan anakmu" ucap Jack dengan santainya sambil menghembuskan asap rokoknya. "Heh" Jack tertawa kecil "Cukup lah dengan lakonan mu Violet, disini nggak ada sutradara yang ingin syuting drama mu" Violet yang mendengar itu seperti ingin melempar kasut tumit tinggi kearah Jack. Tapi Violet cuba menahan amarahnya dan menenangkan emosi nya supaya nggak ada yang boleh mencurigai dengan dirinya apatah lagi jika Jacob melihat Violet memarahi atau membentak Jack anak kesayangannya. Mario yang melihat ibunya diremehkan oleh Jack sembari bangun dan ingin memukul wajah Jack. Tapi Jack hanya melihat Mario berjalan menuju kearahnya yang ingin memukulnya hanya tersenyum menyeringai.


"Apa yang kau lakukan" belum sempat Mario melakukannya Jacob datang diiringi ketua pelayannya dengan wajah yang sangat marah melihat aksi Mario yang ingin memukul Jack. Mario hanya pasrah dia tidak meneruskannya niatnya untuk memukul Jack. Jack yang masih tersenyum devilnya bangun dan berdiri di hadapan Mario mengeluarkan asap rokoknya dari mulutnya dan dihembuskan tepat dihadapan Mario. "You can't fight me" bisik Jack di daun telinga Mario kemudian duduk kembali di sofa dengan menyilangkan kakinya dengan penuh arrogant. Mario yang menahan marahnya mengepalkan tangannya dan kembali duduk di sofa dihadapan Jack.

__ADS_1


"Sudahlah sayang, duduklah" Violet cuba menenangkan suaminya Jacob. "Mereka hanya bertengkar tentang perkara yang kecil saja malah diperbesarkan oleh Mario". Violet menjelaskannya pada Jacob walaupun bukan itu perkara yang terjadi kerana Mario yang memulakannya terlebih dahulu. Jack yang melihat itu hanya memalingkan mukanya kearah lain dia cukup bosan dengan drama yang sering dilakonkan oleh Violet dihapannya.


"Sudahlah, Violet kembalilah ke tempat duduk mu" Jacob hanya membuang masalah yang baru saja berlaku ketepi yang penting waktu ini adalah pengumuman yang akan dia lakukan kepada setiap ahli keluarganya. "Kalian tau mengapa aku menyuruh kalian berkumpul disini?" Violet, Mario dan Jacob hanya diam sahaja sambil menatap wajah Jacob dengan penuh rasa ingin tahu. Kemudian Jacob memberi kode kepada ketua pelayan yang mengiringinya tadi dan Alvin untuk meninggalkan mereka sekeluarga.


"Aku akan mengundurkan diri daripada jabatan ku menjadi CEO JM Group dalam waktu yang terdekat kerana aku sudah terlalu tua untuk menguruskannya". Mario dan Violet tetap menunjukkan wajah datar kepada Jacob sedangkan hati mereka berbunga-bunga kerana akhirnya Jacob melepaskan jabatannya. Jack tetap santai mendengarkan kalimat Jacob.


********************************


Dirumah Layla.


Flashback On

__ADS_1


"Kamu hanya memiliki waktu satu minggu" Sasha berbicara kepada Layla. "Bahkan waktu 5 menit juga aku pernah menyelesaikan masalah sepele seperti ini" Sasha hanya tertawa kecil mendengar kata-kata Layla. "Heh, sasaran kali ini tidak begitu mmudah seperti sebelumnya, misi kamu sebelumnya hanya seperti membunuh seekor nyamuk, untuk sasaran kali ini kau harus membunuh seekor gajah" jelas Sasha panjang lebar. "Kok malah gajah sih?" Layla hanya tersenyum mendengar penjelasan Sasha. "Kerana orangnya botak dan gemuk, jika dia ingin kemana-mana jalannya dikerumunin dengan penuh bodyguard yang berbadan tegap, itu kenapa aku mengatakan dia seperti seekor gajah." Layla yang mendengar dengan teliti itu juga merasakan ada yang aneh dengan sasarannya kali ini. "Aku nggak bisa beri maklumat details kepada kamu, selebihnya kamu cari sendiri", tambah Sasha.


Flashback off


Layla mengingat semula perbualannya dengan Sasha, Layla terus mengetik laptopnya mencari maklumat yang lebih dalam tentang sasarannya kali ini.


"Perusahaannya dibawah naungan JM Group, bukankah itu antara perusahaan gergasi di Eropah?" gumam Layla sendirian. "Benar kata Sasha misi kali ini sangat sukar, tapi kenapa aku diberi waktu satu minggu aja, terlalu singkat" Layla bergumam sembari menghembus nafas panjang.


*********


Seorang lelaki paruh baya sedang menuangkan wine merah kedalam gelas nya, "Tuan, kami sudah mendapat sedikit info tentangnya," seorang lelaki berbicara dengan nya seperti orang kanannya. "Teruskan" Lelaki itu berbicara dengan wajah nan dingin "Luna Aliyeva telah meninggal dunia 12 tahun lepas" dengan gugup lelaki itu bicara. Tiba tiba gelas yang dipegang lelaki paruh baya itu terlepas dan berderai. "Apa lagi yang kau dapat?" dengan wajah tanpa reaksi lelaki paruh baya itu bertanya kepada orang kanannya. "Dia memiliki seorang anak perempuan, tetapi data-data anak itu sangat ditutup rapat" tambah orang kanan lelaki paruh baya tersebut. "Aku tak perduli, kamu harus mencari info tentang gadis itu secepat mungkin, mengerti!!" ucap lelaki paruh baya itu dengan nada yang agak tinggi. Orang kanan nya hanya mengiyakan sahaja dan terus beredar. "Luna maafin aku" lelaki paruh baya tersebut berkata dengan matanya berkaca-kaca sembari mengusap gambar Luna Aliyeva yang sedang memeluk dirinya ketika itu.

__ADS_1


Like and vote ye guys..🤗😘


Masih memerlukan dukungan kalian..🥺


__ADS_2