
"Ok siap, semangat Layla hari ini aku ngak bisa gugup" Layla sudah siap dengan mekap dimuka yang agak tipis dan baju yang dikenakan juga agak biasa - biasa aja tidak terlalu mewah dan terdedah. Tapi cukup untuk kelihatan elegant. Layla pergi kedapur meminum secangkir teh dan memakan biskut oat untuk mengisi perutnya sebelum memulakan kerja. Layla keluar dan mengunci pintu rumah nya setelah itu dia memakai sepatu hak tinggi setinggi 3.5 inchi yang membuat nya bertambah lebih anggun seperti model. "Ok Layla, relax harus semangat" Layla coba menenangkan jantungnya yang berdegup kencang. "Ok kita naik taksi aja hari ini"
Di J Corporation
Layla membayar taksi yang ditumpangi dan sembari merapikan rambutnya. "Ok Layla fighting" Layla memberi kata - kata untuk dirinya. Layla berjalan seperti catwalk dan masuk ke dalam perusahaan gergasi itu.
Dalam waktu yang sama Jack baru tiba di perusahaannya. Jack memakai kaca mata hitam masuk dengan wajah yang datar dan terlihat arrogant. Sekilas dia terlihat seorang wanita dengan mata bulat warna hitam seperti permata. Dia seperti mengenali cewek itu. Jack yang melihat mata indah itu pun terus membuka kaca mata nya untuk melihat dengan benar mata itu.
"Bos semua karyawan yang ingin di interview sudah menunggu di ruangan yang disediakan. Tunggu tuan aja yang masuk ke ruang rapat untuk bicara ama mereka" Kaitlyn mengejutkan Jack. Jack hanya mengiyakan saja. Tanpa babibu Jack terus masuk ke ruang rapat dan membuka resume karyawan yang harus diinterviewnya.
"Kaitlyn, panggil 3 orang masuk biar aku yang interview mereka" tetap dengan aura dinginnya. William yang bertugas di bagian rekrut pekerja dan Alvin juga duduk disebelah Jack.
30 menit berlalu
"Kenapa semuanya hanya mengandalkan kecantikan kau pikir aku mau yang seperti ini kah?" Jack membanting semua resume yang di tolak olehnya.
"Sabar pak kita masih ada 5 lagi yang belum diinterview" William menenangkan bos nya siapa lagi kalau bukan Jack.
"Sekarang beri aku istirahat dulu 10 menit, bilang sama mereka yang akan diinterview sesi nya akan sambung selepas 10 menit" Jack merebahkan diri nya di sofa yang berada di dalam ruangan itu.
__ADS_1
"Sepertinya bos kita sangat kelelahan" bisik William kepada Alvin. Alvin hanya mengiyakan saja. Ya pastilah Jack kelelahan karena beberapa hari yang lalu dia harus datang rapat mewakili perusahaan ayahnya Jacob kemudian dikejutkan dengan kasus pembunuhan yang berlaku di hotel yang mereka adakan rapat. Setelah itu, Jack kembali ke perusahaannya dikejutkan dengan karyawannya di berhentikan tanpa alasan yang kukuh.
*************************************
"Owh makasih ya" AJ tersenyum gembira karena dia berhasil meloloskan diri masuk bekerja di JM Group. "Hmmm, not bad" AJ melihat meja kerjanya.
"April ini fail nya kamu baca dulu dan fahami isinya nanti akan ada orang yang akan membantu mu" kata salah satu karyawan disitu kepada AJ.
"Owh baiklah terima kasih, by the way setelah ini panggil aku AJ aja" AJ mengambil fail ditangan wanita itu dan mengukir senyuman.
"Ok baiklah AJ, bekerja dengan baik ya, aku pergi dulu ada urusan yang harus aku lakukan, kamu jangan lupa dengan apa yang saya bicarakan tadi" AJ hanya mengiyakan dan memandang punggung wanita itu semakin lama semakin jauh.
AJ terus duduk di kerusinya dan membuka fail yang diberi oleh salah satu karyawan disitu dan membacanya dengan teliti.
AJ melihat ponselnya ada notifikasi masuk. Dia membuka notifikasi itu dan tersenyum dan mengutak ngatik hp nya dan sembari sambung membaca fail nya.
**************************************
Di Mansion XXX
"Apa yang kamu dapatkan?" seorang wanita menghembuskan asap rokok dari mulut nya.
__ADS_1
"J Corporation mengadakan lowongan kerja sebagai secretary" jawab seorang lelaki berbadan tegap dengan setelan jas hitam.
"Gimana dengan Layla?" Perempuan itu mematikan rokoknya sembari merapikan rambutnya.
"Dia udah diterima untuk diinterview di perusahaan itu" jawab lelaki itu lagi
"Hmmmphh, sepertinya kita harus memberinya kebebasan waktu ini, tapi tetap kerahkan anak buah mu untuk tetap mengawasinya dari jauh" perempuan itu menuangkan wine kedalam gelasnya.
"Yes ma'am" lelaki itu hanya mengiyakan saja.
"Berhati-hati, sekarang ada orang lagi mencari dia, sepertinya identiti kita hampir juga dalam bahaya, untung saja kita juga mempunyai hacker terbaik walaupun tidak sehebat Layla" perempuan itu meminum winenya sampai habis
"Jadi ma'am gimana dengan Layla?" lelaki itu memberanikan diri untuk menanyakan soalan itu.
"Seperti yang aku bilang tadi, biarkan aja, kita cuman harus menjaga identitas kita dan identitas dia kalau tidak kamu tau kan apa yang bakalan terjadi?"
"Iya ma'am, kalau tidak ada apa-apa lagi saya pamit dulu" perempuan itu hanya membiarkan lelaki itu berlalu.
"Tenangkanlah fikiran kamu dulu Layla, aku juga gak bakalan tau apa yang akan terjadi di masa akan datang, tapi jujur perasaan aku gak enak setelah misi kamu di hotel xxx itu hari" gumam perempuan itu siapa lagi kalau bukan Sasha.
Enjoy reading guys๐ค
__ADS_1
Don't forget to like, share and vote๐
Sorry because late, its not easy to find an idea to continue this episode๐๐