
"Sudah jadi, bola-bola rambutan supermeeee ...."
Teriak Taehyung mengikuti nada seperti iklan-iklan di televisi, kobam iklan dia.
Tadi setelah menyelesaikan pekerjaan kantor, ia melihat televisi. Dan benda tersebut menayangkan sebuah produk yang membuatnya ingin memakan makanan itu. Jadilah, ia melajukan mesin mobil lamborgini hitam miliknya—– ya iya lah, masa milik tetangga—–menuju supermarket terdekat. Ia niatkan memang menaiki mobil bermerek mahal itu, kalau jalan kaki kan capek.
Sesampainya di supermarket, ia kewalahan mencari makanan mie instan yang diinginkannya. Padahal sudah memutari setiap rak hingga sepuluh kali, tapi tak kunjung ketemu. Dan seorang gadis muda yang menjaga kasir pun merasa terganggu, bukan terganggu dengan sikap pemuda itu. Ia terganggu dengan wajah tampan yang seliweran dihadapannya. Bisa-bisa dia mati muda kalau begini.
Akhirnya gadis tersebut menghampiri Taehyung. Ingin menolong, siapa tahu nanti mendapatkan nomor pemuda itu. Kan lumayan.
"Maaf tuan, ada yang bisa saya bantu?"
Taehyung terkejut dengan kedatangan gadis itu yang tiba-tiba sudah di sampingnya. Perlu kalian tahu, Taehyung jarang berbicara dengan seorang gadis, jadi ia sedikit mundur, merasa gugup.
"Ah, aku mencari mie instan superme, apakah stoknya sudah habis?"
"Emm ... Sebentar Tuan, saya akan mengeceknya di gudang."
Taehyung hanya mengangguk dan menunggu sambil melihat-lihat beberapa cemilan dan juga susu pisang.
Jadi ingat Jungkook.
Akhirnya ia mengambil beberapa cemilan dan susu pisang itu untuk diberikan nanti pada Jungkook. Taehyung sayang Jungkook, tapi Jungkook benci Taehyung. Begitu saja terus, kalau tidak ada yang menurunkan sifat ego mereka.
Beberapa menit ia menunggu akhirnya gadis kasir tadi keluar dengan membawa satu kardus makanan instan yang diinginkan Taehyung. Memang tadi Taehyung sempat mengatakan jika ia ingin membeli satu kardus, biasalah orang kaya. Katanya, kalau beli eceran bukan orang kaya namanya. Mari kita iyakan saja, untung tampan.
Setelah membayar nominal harga yang baginya hanya secuil itu, ia kembali dengan berjalan kaki. Lah kamu kan berangkat pakai mobil Tae? Sebenarnya jarak supermarket dengan rumah lumayan jauh. Tapi ya sudahlah biarkan, ia hanya ingin berjalan kaki, supaya sehat. Urusan mobil, biar nanti ia suruh anak buahnya yang ambil.
Btw, Taehyung juga memiliki beberapa anak buah, tapi tidak tinggal di rumah besarnya. Mereka hanya akan dipanggil olehnya jika butuh. Seperti membersihkan rumah, mencuci mobil, membersihkan kolam dan taman. Kecuali menyiram tanaman, itu saja.
__ADS_1
Hei apakah kalian tahu, jika Taehyung sekarang pecinta tanaman? Entah mulai dari kapan. Ia kemarin membeli tanaman itu via online. Dan yang paling membuat heran, ia akan menyirami tanaman itu sendiri dan tidak ada yang boleh menyiram tanaman tersebut selain dirinya. Tanaman itu kini sudah dianggap seperti seorang kekasih. Mulai sekarang jika dia sedih atau senang dia akan bercerita pada tanaman itu. Masih ingatkan jika pikiran seorang Kim Taehyung di luar nalar? Harus dibilang sekali lagi, untung tampan.
Lupakan Taehyung yang kini menggilai hobi bercocok tanamnya. Sekarang mari kita kembali dengan Taehyung yang kerepotan membawa satu kantung besar berisi cemilan dan susu pisang untuk Jungkook yang ia gantungkan pada pergelangan tangan kirinya. Dan juga satu kantung yang lebih besar berada di sebelah kanan.
Ia tadi meminta dibungkus saja mie tersebut, katanya kalau bawa satu kerdus nanti dikira sombong.
Masih setengah jalan untuk menuju rumah besarnya, tapi langkah kakinya terhenti tepat di sebuah taman yang ia lewati. Melihat jika ada sebuah pemandangan yang membuatnya merasa hatinya kembali tenang. Atensinya bisa mengenali seseorang itu dengan mudah, orang tersebut pasti Yoongi dan Melody.
Sebenarnya Melody masih memiliki satu hari cuti sebelum besok ia mulai bekerja kembali di rumah sakit. Ia pakai waktu ini untuk bertemu dengan sang tunangan yang kemarin sempat salah paham padanya.
Melihat mereka berdua, jiwa jomblonya jadi meronta-ronta. Jadi ia putuskan kembali melanjutkan langkah kakinya dengan batin yang berkata, "aku ingin mencari kekasih!"
***
Semilir angin sejuk menerpa kulit mereka, membuat anak-anak rambut mereka menari-nari bagai sang angin membawakan sebuah musik atau melodi yang indah.
Cuaca hari ini sedikit berawan, tapi tak sehitam awan yang akan turun hujan. Mungkin angin sedang berganti arah atau entahlah, mereka tak memperdulikan itu. Yang mereka pedulikan adalah hubungan antara keduanya sekarang baik-baik saja.
"Dingin," rengek Melody manja. Ia rapatkan pelukannya dan semakin menempel pada dada bidang Yoongi.
Yoongi pun begitu, ia rapatkan Melody hingga membuat Melody dan dirinya merasa hangat, lalu mengelus lembut surai hitam Melody.
"Ayo kita pulang ke apartemen."
Yoongi pun memberi ajakan pada Melody dan mendapat anggukkan sebagai jawaban.
Langkah kaki mereka kompak melangkah menuju apartemen Melody yang tidak jauh dari sini.
Sudah lama mereka tidak pernah melakukan hal tersebut, selama Melody merawat Jungkook. Jungkook ya? Bagaimna keadaan anak itu. Tadi Melody tidak berpamitan padanya setelah mengantar Kyura ke kediaman Kim. Entahlah, Melody kini hanya akan memikirkan Yoongi, hanya Yoongi.
__ADS_1
Tangan Yoongi menekan tombol pasword apartemen Melody yang ia hafal di luar kepala. Kemudian membuka knop pintu tersebut, lalu masuk begitupun Melody. Ditutupnya pintu tersebut, dilepaskan sepatu masing-masing dan menyimpannya pada rak sepatu yang sudah tersedia di sana.
"Oppa mau makan?" tanya Melody menawarkan makanan pada tunangannya, hitung-hitung belajar menjadi istri yang baik.
Yoongi menimbang-nimbang jawaban. Dan berakhir pada anggukan kepala.
"Aku ingin makan ramen," jawabnya.
"Baiklah oppa, kau tunggu sebentar. Aku akan membuatkannya," ucap Melody dan berjalan meninggalkan Yoongi yang kini duduk di sofa.
Matanya tak pernah melepas atensi gadis yang sedang ada di dapur sekarang. Melihat Melody membuat masakan untuknya, jadi tidak sabar menikahi gadis itu. Bayangannya membayangkan pemandangan di pagi hari Melody yang sudah menjadi istrinya. Memasakkan untuknya, menyiapkan perlengkapan kerja untuknya dan selalu ada di sampingnya pada saat ia bangun tidur.
Melody kini sudah memasukkan bahan-bahan masakan dan juga ramen. Tinggal menunggu beberpa menit saja, makanan itu sudah siap disajikan.
Tapi, tiba-tiba ia merasa ada yang melingkar pada pinggangnya, sebuah tangan. Ia tolehkan kepala kanannya, ternyata Yoongi. Ya siapa lagi yang ada di apartemen ini selain dirinya dan Yoongi.
"Ada apa oppa? Aku sedang memasak, jangan diganggu."
Yoongi tak menggubris teguran dari Melody, hidungnya mengendus aroma Melody yang tak pernah berganti sama sekali, aroma permen karet. Ia suka itu.
"Jangan begitu oppa, geli."
Tangan kanan Yoongi melepas pelukannya sebentar untuk mematikan kompor, kemudian kembali memeluk tunangannya.
Dibaliknya posisi Melody hingga membuat mereka saling berhadap-hadapan. Melody sempat mencoba melepaskan diri tapi ingat kekuatan pria lebih besar dari wanita. Ya jelas yang ia lakukan hanya sia-sia.
Mata Yoongi sudah mengunci mata Melody. Begitupun tubuh Melody.
"Oppa apa yang kau inginkan?" tanya Melody lagi.
__ADS_1
"Aku ingin ini," ucap Yoongi menempelkan jari telunjuknya pada bibir pink Melody. []