Melody Jeon Jungkook

Melody Jeon Jungkook
Melody 02


__ADS_3

Jika aku harus menjadi langit yang begitu gelap ...


Aku harap kau akan menjadi bintang yang begitu terang.


Jika aku seorang pendengar ...


Ku harap kau akan menjadi seorang penyanyi dan memainkan melodi yang indah.


Bukan melodi lagu yang di harapkan ...


Tetapi melodi cinta untukku dan buah hatiku nanti ...


Kau paham Melody?


By: Kim Jungkook


***


Mereka berdua tengah duduk di salah satu bangku taman yang sudah tersedia di rumah sakit ini. Tentu saja Jungkook yang masih berada dalam kursi rodanya karena ia divonis lumpuh sementara, sedangkan Melody yang duduk di bangku sebelah kiri kursi rodanya berada. Mereka sedang melihat pemandangan indah di sekeliling taman.


"Noona, Apa kau sudah lama bekerja di sini menjadi seorang perawat?" tanya Jungkook yang bermaksud ingin menghilangkan rasa canggung di antara mereka.


"Iya ... Sudah tiga tahun aku bekerja di sini. Awalnya aku hanya seorang penyanyi Caffe," sahut gadis tersebut dan tak lupa senyuman manisnya yang tercetak rapi di wajah cantik itu.


Gadis yang ada di sebelahnya saat ini sepertinya selalu ceria dan mudah berbaur pada orang yang baru ia kenal, sama sepertinya. Begitulah pendapat Jungkook tentang Melody.


"Penyanyi?" tanya Jungkook yang segera menoleh dan sedikit menelengkan kepalanya ke kanan menghadap Melody.


"Iya penyanyi, kenapa kau seperti kaget begitu? Aku sudah sering bernyanyi di sini untuk menghibur para pasien yang ada," jawab gadis itu dengan membalas tatapan mata Jungkook yang kini menatapnya dengan mata bulat yang dimiliki pemuda tersebut. 


"Tapi aku tidak pernah tau soal itu?" Jungkook mulai bingung dan tidak mengerti. Selama dirinya di rawat di sini, ia tidak pernah mendengar musik atau melodi yang dinyanyikan seseorang.


"Bagaimana kau bisa tau soal ku, kalau kau saja sering terdiam di kamarmu. Iyakan?" ucapan Melody tepat sasaran. Jungkook mengakui memang dirinya hanya terdiam dan melamun hal-hal yang tidak penting di kamarnya.


"Apa kau hari ini akan menyanyi untuk mereka?" tanyanya dengan penuh harapan bisa melihat gadis itu bernyanyi. Sudah lama ia tak mendengarkan musik. Mungkin hari ini ia akan mulai mendengarnya lagi.


"Aku menyanyi di sini setiap hari minggu."


"Noona ka—"


"Kau tidak perlu memanggilku Noona,  Kook. Panggil Namaku saja, umurku  denganmu tak jauh beda kan?"


"Bagiamana kau mengetahui umurku?"

__ADS_1


Ketika Jungkook mengajukan pertanyaan tersebut, gadis di sampingnya ini malah tersenyum padanya dan tiba-tiba dia tertawa terbahak-bahak. Apa dia gila?,  Pikirnya.


"Dasar bad boy." Panggilan itu keluar dengan mulus dari mulut Melody, seperti sudah biasa memanggilnya seperti itu.


Kata kata itu? Sepertinya Jungkook pernah mendengarnya.


Tetapi dimana?


"Kau serius tidak mengingat kata-kata itu, Kook?" Melody semakin mengeraskan suara tawanya, ketika melihat wajah bingung Jungkook sekarang.


"Tidak," jawab Jungkook dengan menggeleng-ngelengkan kepalanya seperti anak kecil, lalu kembali memasang wajah bingungnya.


"Kau tak ingat lagu ini? apa aku harus mengingatkanmu?"


"Siapkah kau tuk jatuh cinta lagi ...


Meski bibir ini tak berkata bukan berarti ku tak merasa


Ada yang berbeda diantara kita ...


Dan tak mungkin ku melewatkannya hanya karena ...


Diriku tak mampu untuk bicara


Melody menyanyi sambil memegang tangan Jungkook dan mengacak-acak surai lembut hitam milik Jungkook. Seketika Jungkook tahu, orang yang sedang duduk bersebelahan dengannya. Ternyata gadis itu adalah teman semasa SMA nya dulu.


"Melody!" ucap Jungkook dengan nada yang ia tinggikan karena perasaan terkejut.


"Ah, aku sangat membencimu!" lanjutnya dengan raut wajah kesal yang ia buat-buat.


"Aku lebih membencimu! Hehehe .... " ujar Melody bercanda. Melody yang melihat wajah temannya yang mengemaskan ini kembali memberantakan rambut Jungkook.


"Ah, jangan begitu!" rengek Jungkook dengan menepis tangan Melody supaya tidak membuat rambutnya berantakan.


"Ternyata kau sudah melupakan aku semenjak dengan wanita itu,  hahaha ... Dan ku kira kau mengenalku, mangkannya aku hanya tersenyum saja dari tadi. Kau tahu, aku dari tadi menahan tawa saat kau menanyakan namaku dengan wajah yang polos seperti anak bayi. Kau sangat lucu, andai saja aku tadi bisa mengabadikan momen itu."


Melody terus mengejeknya, dia memang tidak pernah berubah.


Wanita yang sering membuatnya kesal.


Wanita jelek yang sangat polos. Itu dulu, batinnya.


Dia saingannya dalam kemampuan vokal.

__ADS_1


Dan dia sahabatnya.


Tetapi mengapa Jungkook tak bisa mengenalinya? Ah Jungkook mengerti, karena temannya itu semakin cantik dan lebih kelihatan dewasa daripada dirinya. Padahal umur, tahun, bulan, tanggal lahir mereka berdua sama. Tapi kenapa hanya dia saja yang berubah, sedangkan Jungkook tidak. Ini semua tidak adil, pikirnya.


"Sudah puas mengejek ku?" tanya Jungkook dengan wajah datarnya dengan masih menatap Melody yang masih tertawa terbahak-bahak.


"Sudah, aku sudah puas." jawabnya dengan mengatur napasnya agar kembali normal.


"Dimana gadis itu?" Kini napas Melody sudah normal dan bertanya pada Jungkook. 


"Gadis siapa?" tanya Jungkook balik.


"Yang selalu kau manjakan dan membuatmu memilihnya dari pada kami."


"Mati!" jawab Jungkook datar karena ia tahu pembicaraan itu akan mengarah kemana. Iya, Jungkook memang mengaku bersalah pada saat itu, karena lebih memilih pacar ularnya dulu. Tapi ia tidak suka jika terus ada seseorang yang mengungkit masa lalunya kembali.


"Bisa tidak kau tak membahas itu, Mel!" Bentaknya pada Melody.


Jungkook sangat sensitif jika sudah membahas masa lalunya. Saat ia tadi sempat membentak Melody, gadis itu langsung terdiam. Dia belum berubah sepenuhnya. Karena jika Melody mendapat bentakan, ia pasti merasa sakit di dalam hatinya.


Melody beranjak dari tempat duduknya. Dia akan meninggalkan Jungkook sendirian.


"Kau mau kemana?" tanya Jungkook ketika melihat gerak-gerik gadis itu. Ia berhasil memegang lengan tangan Melody membuatnya agar tidak pergi meninggalkannya sendiri di sini.


"Lepaskan Kook!" Dia balik membentak Jungkook.


Jika kalian semua tahu. Bahwasanya nada sentak yang dikeluarkan Melody itu sangat lembut, selembut nada melodi di lagu favoritnya.


"Kau di sini? Jimin Hyung mencarimu, ayo kembali," ajak Taehyung yang tiba-tiba sudah berada di depan Jungkook.


"Melody," panggil Jungkook pada gadis yang tangannya masih dalam gengamannya. "Bisakah kau mengantarkanku ke kamar? aku mohon," pintanya dengan penuh harapan pada Melody supaya ia tidak kembali ke kamar bersama dengan Taehyung.


"Baiklah."


Jungkook melepaskan tangan Melody, membiarkan Melody mulai mendorong kursi rodanya menuju ke kamar dimana ia di rawat.


"Kenapa kau tak bersama Tae Oppa ?" tanya Melody heran.


"Dia bukan Hyung ku, aku tidak mengenalnya. Bisa tidak kau tak membahas ini juga, Mel?"


Jungkook mencoba menahan amarah marahnya, supaya tidak menyakiti perasaan Melody. Jungkook sudah menyinggung perasaannya tadi saat di taman dengan membentaknya, jadi ia tak ingin mengulanginya lagi.


"Jika kau tahu, kau pasti akan paham Kook dengan Taehyung oppa," batinnya. []

__ADS_1


__ADS_2