Melody Jeon Jungkook

Melody Jeon Jungkook
Melody 14


__ADS_3

"Yeoboseo"


Suara laki-laki, batin Jungkook kaget.


Sebentar.


Jungkook mengecek kembali nama kontak pada ponselnya dan benar ini nomer Melody, tapi kenapa yang mengangkat bukan Melody. Dan sepertinya Jungkook pernah mendengar suara itu.


"*Siapa ini?"


"Iya Kookie? Ini aku Melody. Ada apa?"


"Tidak-tidak, tadi bukan suaramu."


"Bukan suaraku bagaimana? Ini aku. Choi Melody yang cantik."


"Tadi su---"


"Sudahlah mungkin kau salah dengar. Ada apa menghubungiku*?"


Jungkook menghela napas pasrah. Memang membuat Melody mengaku itu sangat sulit. Sudah benar-benar tadi dia mendengar suara lelaki. Tapi ya sudahlah, Jungkook tidak akan berpikir yang macam-macam.


"*Aku kira tadi kau sungguhan marah padaku."


"Ya ... Memang aku marah padamu."


"Ayolah, Mel. Aku hanya bercanda. Seharusnya yang marah di sini adalah aku, bukan dirimu."


"Maksudmu?"


"Kau yang meninggalkanku tanpa kabar!"


"Astaga, Kookie. Iya-iya aku minta maaf. Apa Taehyung oppa tidak bilang padamu jika aku mengambil cuti satu minggu?"


"Apa? Satu minggu? Memang kau mau kemana?"


"Iya Kookie, aku ada urusan."


"Jadi kita tidak bisa bertemu selama satu minggu?"


"Kata siapa tidak bisa? Aku masih berada di Seoul kok. Kalau nanti aku tidak sibuk aku akan mengunjungimu. Baiklah Kookie, aku sedang memasak, jangan ganggu."


"Baiklah*."


Sambungan terputus.

__ADS_1


Setelah bercanda gurau dengan teman lelaki di depan calon suami, Melody mendapatkan tatapan yang mematikan.


"Apa lihat seperti itu?! Kau sangat ceroboh oppa. Bagaimana kalau Jungkook tahu yang sebenarnya?" tanya Melody serius.


"Biarkan saja, kau kan calon istriku sekarang," jawabnya santai.


Yoongi tahu siapa yang menelpon tunangannya itu. Ia memang berniat membuat Jungkook mengetahui yang sebenarnya, tapi gagal.


"Iya aku tahu oppa. Tapi sekarang bukan waktunya."


Benar kata Melody. Sekarang bukan waktunya, mengingat jika anak itu belum pulih dari sakitnya. Baiklah, Yoongi masih bisa bersabar.


"Oppa, tolong rahasiakan hubungan kita sebentar saja pada Jungkook. Sebentar lagi kita akan mengadakan acara pernikahan dan aku sendiri yang akan memberitahu padanya. Ya?"


Yoongi hanya mengangguk kepalanya pelan, percaya pada Melody. Dan melempar senyuman satu sama lain.


"Kalian berdua membuat jiwa jombloku meronta-ronta."


Suara Hoseok yang baru keluar dari kamar mandi dan mendapati mereka berdua sedang bermesraan di dapur.


Mengambil satu botol minuman dingin di kulkas, kemudian melenggang pergi keluar apartemen. Membuat Yoongi dan Melody menatapnya heran.


Datang tidak diundang, pulang tidak diantar. Seperti jelikang saja. Eh salah, maksudnya jelangkung.


Jika Hoseok tidak keluar secepatnya, ia yakin pasti jiwa jomblonya ini semakin meronta-ronta. Padahal status jomblonya sudah bersemayam sejak ia dilahirkan, tapi tetap saja ia masih belum terbiasa dengan kejombloan itu. Semoga kau diberi jodoh oleh si penulis cerita ini, Hoseok. Mari kita aamiin kan. Aamiin.


Ternyata benar kata Melody, Kyura ini memiliki sifat yang sama persis seperti Melody. Jungkook mengakui hal itu. Terlebih lagi setelah ia melihat Kyura merawatnya dengan tulus, bersikap sopan, dan seperti pagi hari ini. Ia tidak sengaja membentak Kyura karena meletakkan udang pada makanannya. Perlu kalian tahu, Jungkook itu alergi pada udang.


Setelah mendapat bentakan, mata Kyura berkaca-kaca dan perlahan meneteskan cairan bening seperti pada saat Melody mendapat bentakan darinya di rumah sakit, dulu. Persis sekali.


Apa mereka lahir dari rahim yang sama? Ah tidak mungkin, ia tahu bahwa Melody adalah anak tunggal.


"Maafkan aku Kyura, aku tadi reflek membentakmu," ucap Jungkook merasa bersalah.


Kyura menggeleng pelan, "tidak apa-apa, aku yang seharusnya minta maaf. Aku tidak tahu jika kau alergi pada udang, maafkan aku."


"Sudahlah lupakan. Sekarang kau sibuk? Kau bisa mengantarku ke suatu tempat?" tanya Jungkook mengalihkan pembicaraan.


"Iya dia sibuk."


Bukannya Kyura yang menjawab, tapi manusia setengah alien itu yang menjawab, Kim Taehyung. Dan mendapatkan tatapan horor dari Jungkook.


"Memang kau mau mengajaknya kemana?" tanya Taehyung penuh dengan intimidasi.


"Mau ke apartemen Melody, memang kenapa?"

__ADS_1


Deg.


Ini kabar buruk. Bukankah Melody dan Yoongi hari ini sedang mempersiapkan acara pernikahan mereka yang akan berlangsung minggu depan? Iya benar, Taehyung tidak bisa membiarkan Jungkook ke sana.


"Tidak boleh. Melody sedang istirahat dengan mengambil cuti bekerja, dan kau mau mengganggunya?"


Jungkook berpikir, benar juga apa yang dikatakan kakaknya ini. Melody mungkin butuh waktu istirahat karena lelah bekerja setiap hari.


Alasan yang bagus Kim Taehyung.


"Ya sudah, aku tidak akan ke sana. Tapi aku bosan jika di rumah terus menerus, sendirian pula. Aku butuh teman." Jungkook memasang wajah senduhnya. Taehyung jadi tidak tega melihatnya.


Ia pun berkata, "akan ku carikan kau teman."


Sungguh, Jungkook senang. Sangat senang malah. Taehyung akan mencarikan ia teman, apa mungkin Taehyung akan membawa anak anjing yang lucu atau kucing yang penuh dengan bulu lembut? Ah rasanya Jungkook tidak sabar untuk menunggu temannya itu datang.


Satu jam lamanya Jungkook menunggu serta membayangkan betapa lucunya teman barunya itu. Tapi imajinasi yang ia bayangkan berbeda jauh dengan apa yang ada di depannya sekarang.


Jauh dari anak anjing yang lucu dan kucing yang penuh dengan bulu lembutnya. Melainkan seekor ular yang melilit pada sebatang kayu yang berada di dalam sebuah kotak berukuran kecil.


"Yaa! Apa-apaan ini!?" tanya Jungkook pada sang kakak dengan penuh amarah.


"Temanmu. Tadi kau ingin teman 'kan? Ini temanmu, namanya Yeontan."


"Apa kau sudah gila? Aku tidak suka hewan itu! Bawa dia keluar. Husss ... Huss ...."


"Astaga! Kau tidak menghargai ku, Kook. Padahal aku sudah mencarikanmu teman," ucap Taehyung dengan nada sedih yang ia buat-buat.


Jungkook menepuk jidatnya pelan, "iya teman sih teman. Tapi bukan ular juga kali, hyung ! Aku mau anak anjing atau kucing yang lucu."


"Ini juga lucu kok. Lihat dia berwarna hijau dan sedang bermain ayunan dengan batang kayu itu. Lucu bukan?"


"Lucu kepalamu!? Bagaimana jika aku nanti digigit? Hiii, membayangkannya saja aku tidak mau."


"Tadi aku sudah bertanya pada penjualnya, katanya ular ini sudah jinak. Makanannya juga gampang, tinggal beri dia satu daging ayam segar saja, satu hari satu kilo."


Jungkook membulatkan matanya lebar-lebar. Astaga, kenapa dia bisa memiliki kakak titisan alien ini ya Tuhan. Apa salahnya? Jungkook frustasi. Ingin sekali dia tenggelamkan kakaknya ini ke sungai Han, kalau bisa.


"Kau memang sudah gila ya? Dia itu suka makan daging. Nanti kalau daging ku yang di makan, bagimana? Kau tega?"


"Tidak apa-apa. Dagingmu kan banyak, berikan saja padanya."


Astaga, benar-benar anak satu ini. Ingatkan Jungkook nanti jika ia sudah sembuh, ia akan menenggelamkan Taehyung ke sungai Han.


"Terserahmu hyung ! Yang penting, jangan simpan binatang itu di kamarku!"

__ADS_1


Akhirnya Jungkook pasrah dengan kegilaan kakaknya itu. Beruntung ia memiliki kakak seperti itu hanya satu, bayangkan saja jika Jimin juga seperti itu. Bisa-bisa mati muda dirinya. []


__ADS_2