Melody Jeon Jungkook

Melody Jeon Jungkook
Melody 26


__ADS_3

Happy Reading


.


.


.


Enjoy this story


Taehyung baru pulang dari kantor, ia pulang sendirian. Jimin tidak bisa pulang karena ada urusan, itu katanya. Seharusnya Jimin tidak boleh pulang terlalu larut, dia harus tidur dengan teratur. Makanya tumbuh tingginya tidak berkembang banyak. Begitulah, pikiran laknat si Taehyung.


Setelah memarkirkan mobil di garasi, Taehyung mengajak mobilnya berbicara, "yang anteng ya mobilnya daddy, besok kamu mandi kok. Tenang saja."


Yang benar saja, masa mobil diajak bicara?


Anak satu ini, ternyata sudah gila.


Efek jomblo mungkin? Ah biarlah.


Orang tampan mah, bebas.


Tepat saat ia membuka pintu dan berteriak 'aku sudah pulang'—dengan langkanya yang terhenti saat itu juga. Bagaimana tidak? Pasalnya rumah itu kini gelap gulita. Tidak ada pencahayaan sama sekali.


"Halo? Apa ada orang di sini?" teriaknya yang menggema seperti di dalam goa. Taehyung jadi merinding.


"Jungkookie ... Kyura-ah ...," panggilnya pada penghuni rumah yang tak pernah meninggalkan rumah ini.


Tapi Taehyung tidak mendapatkan jawaban dari siapapun. Pintu yang belum ia tutup pun membiarkan angin malam masuk dan menyapa tubuhnya yang berlapis kemeja warna putih. FYI, dia sudah melepas jasnya saat di mobil tadi.


Ya meskipun kemejanya itu mahal, tetap saja tidak bisa melindungi tubuhnya dari angin malam yang dingin. Jadi, setelah ini dia harus membeli yang lebih mahal lagi dan bisa melindungi tubuhnya dari dinginnya malam.


Orang kaya mah, bebas.


Tiba-tiba otak kecilnya memiliki ide, ia pun menyalakan flash yang ada di ponsel pintarnya yang baru dibeli kemarin. Btw, dia ganti ponsel. Katanya yang dulu itu sudah ada goresan. Makanya dia ganti.


Setelah flash dihidupkan, ia baru menutup pintu tersebut. Langkahnya mulai menyusuri rumah besarnya dengan penuh kehati-hatian. Seperti seorang maling. Eh, mana ada maling rumah sendiri. Ah, ralat, maksudnya mana ada maling setampan ini.


Saat sampai di depan televisi, tiba-tiba ada yang menekan saklar lampu dan membuat rumah tersebut kini terang benderang. Tentu saja Taehyung kaget, apalagi saat ada tiga manusia yang membuat suara teriakan.


"Surprise ... Happy birthday Kim Taehyung!!!!"


Itu Jimin, Jungkook, dan Kyura. Ya, untuk saat ini hanya mereka saja yang bisa datang. Melody dan Yoongi nanti menyusul, sebab Melody masih menunggu Yoongi pulang kerja. Sedangkan Namjoon dan Hoseok sudah kembali ke luar negeri. Dan yang tertua, masih ada proyek di Jepang.


Eh, tapi katanya tadi Jimin masih kerja? Ah, tentu saja itu hanya triknya untuk memberi kejutan pada Taehyung. Pintar 'kan?


"Saengil chukha hamnida ...


  Saengil chukha hamnida ...

__ADS_1


  Saranghaneun Kim Taehyung ...


  Saengil chukha hamnida ...." 


Nyanyian ketiga orang itu berhasil membuat Taehyung meneteskan air mata. Seberapa aneh Kim Taehyung, hatinya sangat lembut walaupun diberi kejutan kecil seperti ini——anak itu sudah bahagia. Mungkin terlampau bahagia, jadinya menangis.


Berlari ke arah sofa dimana ada tiga orang itu di sana. Kemudian berpelukan dengan Jungkook dan Jimin. Taehyung senang sekali, kini doanya telah dikabulkan. Dulu ia ingin masalah kesalah pahaman antara dirinya dan Jungkook selesai. Dan juga di dalam hati Taehyung, ia sangat merindukan pelukan seperti ini. Jimin yang ikut larut dalam kebahagiaan yang Taehyung rasakan——hanya bisa terbungkam. Membiarkan tetesan air mata adiknya membasahi pakaian yang ia kenakan. Begitupun Jungkook. Dan Kyura hanya melihat mereka dengan bertepuk tangan.


"Terima kasih, kalian sudah mengingat ulang tahunku dan memberikan kejutan seperti ini. Aku sangat bahagia sekali, apalagi adikku satu ini sudah memaafkan kesalahanku." Taehyung berkata seperti itu, dan membuat Jungkook melepaskan pelukan mereka.


"Ha? Memaafkanmu? Kapan aku memaafkanmu?" godanya.


Taehyung menundukkan kepala, memasang wajah sedih.


"Seharusnya aku yang minta maaf padamu, hyung. Aku memang salah dan memberikan harta kita pada gadis itu. Maafkan aku." Tangan Jungkook terulur untuk memeluk Taehyung dan yang dipeluk pun membalasnya.


"Aku juga minta maaf Jungkook, aku juga salah. Tidak seharusnya aku membencimu seperti itu," ucap Taehyung.


Setelah adegan saling berpelukan selesai, kini waktunya mereka memakan kue buatan Jungkook dan Kyura. Tetapi, baru sepotong roti yang diambil, terdengar suara seorang gadis——yang kita tidak tahu masih bisa menyebutnya gadis atau tidak, memasuki rungu mereka.


"Ya! Kalian melupakanku." Itu Melody yang baru datang setelah menjemput Yoongi dari tempat kerjanya. Karena bosan menunggu, jadi Melody menjemputnya saja.


"Tidak, Mel. Kita belum memakannya," jawab Jimin menjelaskan.


Setelah memberi selamat pada Taehyung dan ia pun sekarang mendapat kue buatan rumah itu yang tidak tahu rasanya, entah enak atau tidak.


"Siapa yang membuat kue ini?" tanya Yoongi tiba-tiba.


Jungkook dengan hatinya yang terasa sedang melakukan lomba lari maraton pun, menjawab, "a-a.. Aku, hyung."


"Rasa kuenya tidak begitu buruk," ucap Yoongi dan membuat Jungkook dan Kyura senang. Syukurlah, pengorbanan mereka tidak sia-sia.


"Ini enak," komentar Taehyung.


Semua orang pun mengangguk, membenarkan ucapan Yoongi dan Taehyung.


"Kalian berbakat dalam membuat kue. Buka saja toko kue, Kook. Pasti laris manis," Itu Melody yang memberi usulan.


Jungkook pun berpikir, tidak ada salahnya 'kan mencoba.


"Tidak, Mel. Membuat kue itu harus banyak-banyak berlatih. Aku dan Jungkook baru saja tadi pagi mencobanya. Itu pun baru pertama kali, bagaiamana bisa kita langsung membuka toko kue?" ujar Kyura.


"Tapi kan di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin." Itu Jimin yang berkata dengan nada sok bijak.


"Tapi itu bukan ide yang buruk. Setelah ini mari kita belajar membuat kue sebanyak-banyaknya. Bagaimana?" tanya Jungkook yang membuat mata Taehyung membulat.


"Apa? Sebanyak-banyaknya? Mau pakai uang siapa?" tanyanya.


"Aishhh, kau ini pelit sekali dengan adikmu, Tae," bela Jimin.

__ADS_1


Semua orang pun tertawa, setelah melihat Jungkook menjulurkan lidah pada Taehyung dan membuat sang empu merasa kesal.


Sebenarnya yang ulang tahun siapa, yang menang siapa?


Setelah acara makan-makan dalam rangka ulang tahunnya Kim Taehyung, mereka semua memutuskan untuk tidur karena malam sudah larut. Termasuk Yoongi dan Melody yang menginap di rumah besar ini.


Tetapi masih ada juga satu anak kelinci yang tidak bisa tidur. Itu Jungkook, si gembul pemilik gigi kelinci. Ia merasa haus dan berniat mengambil air di dapur. Tetapi saat dalam perjalanan menuju dapur, ia melihat dua bayangan orang dan juga suara orang tersebut. Sepertinya,Jungkook kenal suara itu.


Dan benar saja, saat ia mendekat ternyata bayangan tersebut adalah Kim Taehyung dan Choi Kyura. Sedang apa mereka berduaan di pinggir kolam?


Jungkook semakin mendekat ke arah mereka, dan ia pun dapat mendengar apa yang Taehyung katakan pada Kyura.


Taehyung berkata, "hari ini adalah hari spesial bagiku. Hari ini hari dimana aku dilahirkan di dunia ini. Aku sangat bersyukur bisa berada di dunia ini dan juga... Aku bahagia sudah bertemu dan mengenalmu. Hari ini aku tidak mau bercanda seperti hari-hari kemarin. Hari ini, aku ingin mengatakan sesuatu yang sudah ada lama di dalam hatiku tentangmu."


Deg.


Hati Jungkook berdetak tak karuan. Apa yang akan kakaknya itu katakan? Apakah dia akan mengungkapkan perasaannya pada Kyura?


"Aku mencintaimu," ucap Taehyung dan diakhiri dengan mencium ranum pink milik Kyura.


Kaki Jungkook rasanya lemas. Jadi benar kakaknya itu menyimpan perasaan yang sama dengannya. Sama-sama mencintai Kyura.


Ingat, hati Jungkook itu baru saja sembuh dari luka lamanya. Tapi kenapa luka baru sudah tumbuh lagi dalam dirinya? Apa dia memang tidak ditakdirkan untuk bahagia? Apa dia tidak boleh bahagia? Kenapa ketika ia suka pada seseorang, selalu saja berakhir seperti ini! Kenapa?!


Liquid bening pun mengalir deras di pipinya. Dadanya sudah tidak kuat lagi melihat ciuman mereka berdua yang tak kunjung selesai—meskipun bibir mereka hanya saling menempel, tidak lebih. Tapi rasanya Jungkook ingin pergi saja dari sini.


Jungkook sudah tidak tahan, ia pun pergi menuju dapur. Niat awalnya adalah mengambil segelas air untuk menghilangkan rasa hausnya. Tetapi kini berganti. Ia mengambil sebuah pisau untuk menghilangkan rasa sakit yang selama ini berada dalam lubuk hatinya.


Jungkook ingin mati.


Jungkook ingin bunuh diri.


Dengan menyayat nadinya sendiri dengan pisau itu. Jungkook sudah tidak ada harapan lagi untuk hidup. Orang yang disayanginya sudah bahagia dengan orang lain. Jadi untuk apa ia hidup? Toh, tidak ada yang menyayanginya di dunia ini.


Dan Jungkook juga mendengar bisikan-bisikan seperti, "bunuh diri saja kau! Tidak akan ada orang yang menyayangimu di sini! Lantas untuk apa kau hidup?"


Dan saat ini pikiran Jungkook benar-benar kacau. Tidak pikir panjang, ia pun menyayat lengannya sendiri dan membuat darahnya berceceran kemana-mana. Jungkook merasakan perih di tanganya, tetapi melihat Taehyung dan Kyura berciuman, itu lebih perih dan sakit.


Oksigen yang dihirup Jungkook pun rasanya sia-sia. Tidak ada lagi oksigen yang dapat ia hirup, rasanya sesak. Sebelum benar-benar kehilangan oksigen. Ia baru dapat memikirkan orang-orang yang menyayanginya, dan menyebutnya dalam napas terkahir yang ia coba hirup.


"Maafkan aku, Jimin hyung dan Taehyung hyung."


Setelah itu, hanya ada gelap di matanya.


-END-


Eitttss, jangan kecewa dulu.


Masih ada epilognya loh. Stay tune ya ....❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2