
Happy Reading
.
.
.
Enjoy this story
Kyura membalikkan tubuh menghadap jendela kamar. Membuat wajah cantik itu terkena sinar matahari yang sudah sangat menyengat. Bagaimana tidak? Ini sudah lewat jam dua belas siang tapi tidak ada satu pun orang yang berada dikediaman Kim ini terbangun.
Merasa tidurnya terganggu, dengan sedikit tidak rela. Ia bangun dan mengucek kedua mata menggunakan jari guna menghilangkan kotoran yang ada di sana. Kemudian membuka matanya yang terasa berat dan mencoba memfokuskannya. Tangannya pun tak tinggal diam, ia meraih benda pipih kesayangan yang ada disamping bantal. Menekan dua kali benda pipih itu, lalu benda itu menyalah dan menunjukkan pukul berapa sekarang.
Matanya melihat jam yang ada di sana. Ditepuk lah jidat tak bersalah miliknya. "Kyura bodoh! Kenapa aku bisa bangun sesiang ini!" rutuknya bergumam.
Dengan jurus cepat, Kyura berlari ke kamar mandi dan segera membersihkan badannya yang terasa sangat lengket dan bau. Hingga kini badan itu sudah terasa segar dan wangi. Setelah mandi, ia segera memakai pakaian santai seperti biasa. Toh, hari ini ia tidak akan kemana-mana. Memoles wajahnya sedikit dengan bedak, dan juga liptint. Secukupnya saja, tidak banyak.
Kemudian memutuskan untuk keluar dari kamar dan segera turun menuju ruang keluarga. Kemarin ia masih ingat semua orang ada di sini. Mungkin saja semua tidur di sana. Dan benar dugaannya. Di ruang keluarga ini, semua orang tidur dengan menggelar karpet yang cukup luas untuk mereka tiduri. Posisi tidur mereka sungguh lucu. Taehyung yang tidur memeluk Hoseok. Jimin yang memeluk Taehyung. Jimin yang dipeluk Namjoon. Hanya ada satu orang yang tidur dengan normal di sana. Dia Kim Seokjin, yang tidur di atas sofa.
Kyura ingin membangunkan mereka, tapi tak tega. Mereka pasti lelah setelah pernikahan Melody kemarin. Ya sudah biarkan saja. Ia lebih memilih membuat makanan terlebih dahulu. Supaya jika mereka semua bangun, bisa langsung makan. Tapi baru saja kakinya melangkah, ada suara orang menekan bel rumah. Membuat ia berpikir, siapa yang bertamu di siang hari yang panas ini?
Kyura membuka pintu rumah, dan mendapati pasangan pengantin baru yang datang dengan membawa buah-buahan.
"Annyeong, Kyura," sapa Melody dengan senyuman manisnya.
"Annyeong, Mel. Silahkan masuk," balas Kyura dengan senyuman yang tak kalah manis.
Ia menutup kembali pintu itu setelah Yoongi dan Melody masuk. Kemudian bertanya, "ada apa kalian kemari?"
"Kami ingin mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang sudah membantu pernikahan kami."
Baru juga Kyura ingin menjawab, tapi sudah didahului oleh Jungkook yang baru turun dari tangga dengan penampilan yang masih kacau—maklum baru bangun tidur.
__ADS_1
"Tidak usah berterima kasih padaku, Mel. Aku ikhlas membantumu," kata Jungkook yang sekarang membelokkan dirinya menuju dapur untuk mengambil air putih.
"Siapa juga yang akan berterima kasih padamu. Aku mau berterima kasih pada Taehyung oppa, Jimin oppa, Hoseok oppa, Namjoon oppa dan Seokjin oppa yang telah membantu mengatur pernikahanku," jawab Melody sedikit acuh. Dan mengikuti langkah Jungkook menuju dapur. Ia juga haus.
Jungkook meneguk airnya yang terakhir. Lalu menghela napas panjang. "Aku juga adil dalam membantu pernikahanmu, Mel."
Melody bingung. Perasaan, Jungkook tidak menyumbang apapun. Yang menyumbang itu kakak-kayaknya, bukan dia.
"Membantu apa?" tanya Melody sambil menuangkan air pada satu gelas kosong yang ia bawa.
"Membantu menghabiskan makanan," jawab Jungkook dan diakhiri dengan senyuman kelinci miliknya.
Melody tidak menggubrisnya, lalu meneguk pelan-pelan air putih yang sudah terisi penuh guna membuat tenggorokannya menjadi segar.
"Mel, kita masak apa hari ini?" tanya Kyura yang kini sudah membuka kulkas untuk mengambil bahan makanan.
"Kau menyuruh Melody memasak, Ra? Kau tega sekali, dia kan penggantin baru."
"Ya sudah aku masak sendiri!" kesal Kyura.
"Ya harus dong. Dan kau, Mel. Ikut aku!" Jungkook menarik tangan Melody yang masih memegang satu gelas yang tak berisi.
Kyura membolakan matanya. Dia kira Jungkook hanya menggodanya saja. Tapi nyatanya, Jungkook benar-benar membawa Melody pergi. Kyura jadi bertanya-tanya, mau dibawa kemana Melody.
"Ah sudahlah, itu tak penting," gumamnya. Tapi berbeda dengan hatinya yang kini berucap, "Apakah Jungkook masih memiliki perasaan suka pada Melody?"
Jungkook mengajak Melody ke tempat yang jauh dari dapur agar Kyura tidak bisa mendengarnya. Karena bahan omongan kali ini adalah Kyura. Sebenarnya, Jungkook mulai menyukai Kyura sebelum rencana pernikahan Melody dan Yoongi terbongkar. Ada lah, sedikit perasaan suka terhadap Kyura.
"Mel, aku mau bicara soal kau yang pernah berusaha mendekatkan diriku pada Kyura. Ini soal perasaanku terhadapnya," ucap Jungkook yang kini hatinya sudah berdetak tidak karuan. "Mungkin, aku mulai suka padanya."
Melody membuka mulut, membentuk huruf O—tanda ia terkejut. Akhirnya pendekatan yang dibuat Melody dan yang lain untuk Jungkook dan Kyura, berhasil.
"Kau benar sudah menyukainya? Ah, maksudku mencintainya?" tanya Melody, meyakinkan jika yang tadi ia dengar adalah benar.
__ADS_1
Jungkook mengangguk dengan senyuman kelincinya. Tapi tak lama setelah itu, senyumannya berubah menjadi ekspresi sedih. Melody bingung, dan menanyakan ada apa.
"Sepertinya aku tidak bisa memilikinya," kata Jungkook sedih.
"Aishhh, masih awal. Jangan mudah menyerah seperti ini. Aku pasti akan membantumu," ucap Melody memberi semangat. Dan senyuman kelincinya kini telah kembali tercetak diwajah tampannya.
***
Para lelaki sudah menunggu di meja makan. Setelah mengobrol sebentar dengan Jungkook tadi, Melody kembali ke dapur untuk membantu Kyura. Tak mungkin juga ia tega meninggalkan Kyura memasak sendirian untuk orang banyak dan rakus seperti mereka semua. Sedangkan para lelaki sedang membahas tentang tantangan Kim Seokjin dan Kim Taehyung kemarin.
"Yoon, benar tebakanku bukan? Kau melakukan hubungan suami-istri kemarin?" tanya Seokjin yang sudah tidak sabar ingin mendengar jawabannya.
"Tidak kan, Hyung? Kalian pasti lelah, dan tak melakukan hal itu." Taehyung bersikukuh jika jawabannyalah yang benar.
"Aishh kau ini, Tae. Walaupun mereka lelah, mereka tak mempermasalahkan hal itu," ucap Namjoon yang berada di pihak Seokjin.
"Astaga! Kalian ini benar-benar teman terlaknat. Hal-hal seperti ini pun kalian jadikan tantangan. Aku tak habis pikir," kata Yoongi dengan diakhiri gelengan kepala.
"Jadi mana yang benar, hyung."
Itu Jungkook yang dari tadi diam saja. Ia tak menggubris ucapan Yoongi. Ia juga penasaran.
"Jadi yang benar adalah, Kim ...," Yoongi memberi jeda pada ucapannya. Membuat suasana menjadi tegang. Lalu beberapa detik kembali berucap, "Kim Taehyung."
Mata mereka semua melotot. Terkejut. Padahal biasanya para pengantin baru tidak akan melewatkan malam pertama. Tapi ini berbeda. Yoongi bilang alasannya karena mereka berdua sama-sama lelah, dan akhirnya tertidur. Sudah itu saja. Tidak ada hal-hal lain yang terjadi. Jangan berharap Pina menuliskan hal-hal semacam itu. Semua itu tidak akan terjadi. Ingat! Terserah Pina.
"Baiklah. Sekarang kalian sudah tahu siapa yang menang bukan? Dan Seokjin hyung, jangan lupa dengan hukuman kekalahanmu itu. Aku sudah tidak sabar," ucap Taehyung dengan senyuman miring yang tercetak pada wajah tampannya. Sedangkan Seokjin hanya memutar bola malas. Aishhh, kenapa ini semua terjadi padaku, batinya. []
***
***MAAF YA KALAU UPDATENYA LAMA : (
BANYAK TUGAS DI REAL LIFE ***:)
__ADS_1