Melody Jeon Jungkook

Melody Jeon Jungkook
Melody 13


__ADS_3

"Aku ingin ini," ucap Yoongi menempelkan jari telunjuknya pada bibir pink Melody.


Baru juga Melody menanyakan apa maksudnya, ia sudah merasakan sesuatu yang kenyal menempel pada bibirnya. Bibir mereka kini bertautan. Hanya menempel, tidak lebih.


Saling memejamkan mata, menyalurkan rasa cinta yang mereka rasakan saat ini. Ini semua tulus karena cinta, bukan karena nafsu.


Lama kelamaan, Yoongi menggerakkan bibirnya pelan. Membuat Melody membulatkan matanya. Jujur baru pertama kali ini Yoongi melumat bibirnya, biasanya ia hanya menempelkannya saja.


Melody hanya bisa mengikuti permainan pria itu, sedikit kewalahan memang. Tapi masih bisa ia imbangi. Merasa jika pasokan oksigennya akan habis, ia memukul pelan dada bidang Yoongi-- tanda menyuruh Yoongi berhenti.


Baru juga bernapas tiga tarikan, Yoongi sudah menyerang Melody dengan ciumannya lagi. Tetapi kini ditambah dengan tangan kanannya yang berada di tengkuk Melody, sedangkan tangan kirinya merada dipinggang ramping sang tunangan.


Lumatannya kini semakin menjadi, seperti akan memakan habis bibir merah muda Melody. Yoongi menggigit bibir bawah Melody, hingga membuat sang empu membuka mulutnya dan membuat Yoongi mencuri kesempatan untuknya mengobrak-abrik mulut itu hingga dalam.


Tanpa tanda dari Melody jika gadis itu kehabisan oksigen, Yoongi melepas tautan mereka yang semakin menjadi panas itu.


Mata sipitnya menatap tajam Melody, sedangkan yang ditatap mengalihkan pandangan, tak ingin berkontak mata. Karena jantungnya serasa ingin copot dan pipinya kini sudah memerah bak kepiting rebus.


"Kau manis."


Satu ucapan dari Yoongi semakin membuat jantungnya berpacu semakin cepat dan wajahnya semakin memerah. Panas.


Melody mendorong tubuh Yoongi yang sudah tidak memeluknya. Kemudian berucap, "tunggulah di ruang tamu, aku akan membawakan makanan ini."


"Apakah aku tidak bisa memakan yang memasak saja?" goda Yoongi dan membuat mata Melody membulat sempurna.


"Aishh apaan sih oppa ini! Sudah sana!" Melody mendorong tubuh kecil yang lebih besar darinya itu menuju tempat semula, ruang tengah. Dan yang di dorong hanya pasrah mengikuti perintah dari calon istri.


***


Setelah acara makan selesai, dan sekarang di luar sedang hujan. Jadi Yoongi memutuskan untuk menginap di apartemen Melody. Semoga Melody baik-baik saja.


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Mereka sedang menonton film horor di CD. Jujur, ini baru pertama kali Yoongi menonton film horor. Bahkan itupun karena Melody tadi mengancamnya. Jika tidak mau nonton, maka mereka putus. Biarkan saja, Melody tahu jika ancaman itu akan berhasil.


Dengan nyali yang ciut, Yoongi pun menonton film itu bersama Melody. Lampu sudah dimatikan, dengan badan mereka yang saling berpelukan. Tepatnya Yoongi yang memeluk Melody. Belum juga hantunya muncul, Yoongi sudah teriak-teriak karena efek suaranya. Oke, Yoongi akui. Dia penakut.


Biasanya yang penakut adalah yang wanita, kenapa ini yang lelaki? Karena ini hanyalah sebuah panpiksyen. Jadi apapun bisa terjadi, Bambank.


Pada saat hantu akan muncul, Yoongi menutup matanya dan bersembunyi dibalik punggung Melody. Sementara Melody menutup mata. Dengan posisi seperti itu, mereka tidak sadar jika ada seseorang yang sudah masuk rumah tanpa ijin, dan menyalakan saklar lampunya kembali.


Keadaan menjadi terang, tidak petang seperti tadi. Dan orang yang masuk tanpa ijin tadi, sangat-sangat dibuat terkejut dengan pemandangan yang sekarang dilihatnya.


"Astaga!!! Yoongi hyung, Melody-ah ... Apa yang kalian lakukan?"


Suara orang tersebut dengan nada sedikit teriak, hingga membuat Yoongi dan Melody menoleh ke arahnya dan melihat siapa yang datang.


"Hoseok / Hoseok oppa !!!" Pekik mereka berdua.

__ADS_1


Ternyata oh ternyata. Si kuda, Jung Hoseok yang masuk tanpa ijin. Yoongi dan Melody saling memandang, takut Hoseok salah paham dengan posisi mereka tadi. Tapi yang terjadi adalah Hoseok kembali bersuara, "apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian melihat film horor tanpaku?"


Astaga, Yoongi dan Melody sudah sangat khawatir jika Hoseok salah paham. Memang teman Yoongi yang satu ini benar-benar berbeda. Sangat aneh, setelah Taehyung pastinya.


"Awas-awas aku mau lihat," usir Hoseok pada mereka.


Ia mendudukkan pantatnya di tengah-tengah Melody dan Yoongi. Mereka hanya menurut saja, dan masih menatap Hoseok heran.


"Astaga! Hantunya keluar. Aaaaa ...."


Hoseok teriak-teriak tidak jelas. Dia juga penakut sama seperti Yoongi, tapi dia penasaran sama seperti Melody.


"Ya! Jangan teriak-teriak! Ini bukan hutan."


Yoongi melayangkan tatapan sinis pada sahabatnya yang masih menutup mata itu.


Hoseok membuka matanya, dan menatap wajah pucat Yoongi kembali. Kemudian berucap, "apa kau tidak punya kaca hyung? Kau tadi juga teriak-teriak tidak jelas."


Yoongi membelalakkan matanya, "apa kau sudah masuk dari tadi?"


Iya, Hoseok sudah masuk dari tadi. Ia mendengar teriakan Yoongi, tapi tidak sadar jika posisi waktu itu Yoongi memeluk Melody. Jika ia melihat, kasihan dia. Jiwa jomblonya nanti meronta-ronta.


Lupakan Hoseok yang masih berteriak-teriak tidak jelas. Kita ke rumah kediaman Kim saja.


Jungkook hari ini dibuat senang oleh sang kakak, Jimin. Dia memberi Jungkook susu pisang dan beberapa cemilan kesukaannya. Jungkook sayang kakaknya itu. Hanya saja ia tidak tahu siapa sebenarnya yang membelikannya. Jika ia tahu, pasti ia akan lebih senang.


Pada saat ia asyik memakan cemilan, ponselnya berbunyi. Ternyata satu notif pesan masuk dari Melody, yang pergi tanpa memberi tahunya.


22.00


Read


Dari mana saja kau. Kau jahat, tak mengabari jika kembali jadi perawat di rumah sakit!


22.00


Send


Kalau nanti aku mengabarimu, aku tak bisa pergi. Kau pasti melarangku kan?


22.01


Read


Kata siapa? Jangan kepedean ya


22.01

__ADS_1


Send


Sudahlah mengaku saja


22.01


Read


Lupakan. Bagaimana kabarmu hari ini? Kau baik? Rasanya tidak melihatmu satu hari saja, aku sudah rindu.


Hahaha


22.02


Send


Ya ampun! Apa aku sebegitu cantiknya, hingga membuat seorang Kim Jungkook rindu?


22.02


Read


Maksudku, aku rindu masakanmu dan saat dimana aku bisa menyuruhmu sepuasku.


Hahaha


22.03


Send


Kau jahat. Aku marah padamu


22.03


Read


Hahaha


aku hanya bercanda.


22.03


Send


Setelah beberapa menit tidak mendapat jawaban dari Melody, ia pun menelpon Melody. Berharap semoga Melody tidak benar-benar marah padanya.


Sambungan tersambung.

__ADS_1


"Yoboseo?"


Suara lelaki, batin Jungkook kaget. []


__ADS_2