
Mereka semua kini sudah berkumpul di ruang tengah untuk menceritakan yang sebenarnya pada Jin. Sudah ada Taehyung yang baru pulang dari kantor dan Jin yang sudah tidak sabar ingin tahu apa yang sudah terjadi di sini. Ada juga Melody yang baru saja datang membawa minuman untuk mereka berempat. Dan jangan lupakan si Yoongi yang dari tadi pagi hingga sore ini, masih berada di sini. Katanya sih, masih rindu dengan Melody.
"Mana Jimin?" tanya Jin ketika menyadari sosok Jimin tidak ada di sini.
"Jimin hyung ? Dia akan pulang terlambat hari ini." Taehyung yang menjawab, karena tadi Jimin sempat memberinya kabar jika akan pulang terlambat.
"Baiklah. Sekarang ceritakan apa yang sebenarnya terjadi," ucap Jin meminta penjelasan.
"Jadi begini hyung. Kau tahu kan, jika Melody itu selalu berpengaruh bagi Jungkook? Selama mereka SMA dulu, hyung kan sudah diceritakan siapa itu Melody." Jin hanya mengangguk, tidak ingin memotong cerita yang Taehyung ceritakan.
"Kami sepakat akan membuat hidup Jungkook kembali seperti dulu sebelum dia mengenal wanita ular itu. Aku tidak ingin melihat Jungkook yang selalu menyakiti dirinya sendiri hyung,"
"Jadi aku meminta izin Yoongi hyung dan bantuan Melody untuk melupakan wanita itu dengan cara mempertemukan Melody dengan Jungkook lagi. Hingga Jungkook bisa melupakan masa lalunya itu."
"Tapi, bagaimana jika nanti Jungkook malah jatuh cinta pada Melody? Aku merasa jika Jungkook sekarang sudah jatuh cinta pada Melody," sela Jin ketika ia merasa ada yang salah di sini.
"Aku sudah merencanakan sesuatu tentang itu, oppa. Aku akan membawa temanku yang sifatnya kurang lebih sama sepertiku. Aku akan membuat Jungkook bisa nyaman dengan temanku itu, dan siapa tahu juga dia bisa jatuh cinta padanya dan melupakanku." Kini Melody yang menjelaskan tentang masalah ini.
"Dia akan kemari beberapa hari lagi oppa," lanjutnya.
"Iya hyung. Jadi hyung tidak perlu khawatir," ucap Taehyung meyakinkan.
"Aku masih merasa khawatir," ucap Jin dengan memandang Yoongi yang juga balik memandangnya.
***
"Mel," panggil pemuda yang merasa diabaikan oleh gadisnya.
"Mel ... Jangan melamun." Yoongi sudah bosan dengan suasana seperti ini. Ia rindu dengan tunangannya ini. Apa ia tidak boleh, meminta sedikit perhatian dari gadis itu?
Mereka berdua kini tengah berada di bawah langit indah kota Seoul yang hari ini di hiasi dengan beribu bintang yang berkelap-kelip. Duduk bersampingan di sebuah kursi yang sudah tersedia di balkon kamar Melody.
Dengan Melody yang asyik melamun, entah apa yang merasuki otak kecilnya itu. Hingga keberadaan yoongi disampingnya yang sebenarnya selalu ia rindukan , begitu saja terlupakan.
"Melody!" Yoongi sedikit menaikan volume suaranya ketika panggilannya dari tadi tidak dihiraukan.
__ADS_1
"Ah ne ? Ada apa oppa ?" tanya Melody yang akhirnya tersadar dari lamunannya, yang sialnya membuat Yoongi merasa cemburu.
"Kenapa kau melamun? Aku ada di sini, lalu kau melamunkan apa?" tanya Yoongi balik dengan tangannya yang kini sudah menggenggam kedua tangan Melody.
"Ani ... Aku tidak melamunkan apa-apa," jawab Melody dusta. Karena sebenarnya Melody selalu saja memikirkan seseorang yang pernah ada di hatinya, dulu.
Yoongi mengangkat kedua tangan mungil Melody ke arah kedua pipinya yang gembul. Seketika itu juga dua obsidian mereka saling bertemu dan Yoongi bisa melihat sebuah kebohongan dari mata Melody.
"Aku tahu kau berbohong, Mel. Matamu yang mengatakannya." Astaga! Melody melupakan sesuatu, jika tunangannya ini bisa membedakan jika dirinya berbohong atau tidak.
"Aku tahu, kau memikirkan seseorang bukan?" Melody menggeleng cepat. Tapi dalam pandangan Yoongi, hal tersebut semakin membuatnya merasa jika dugaannya benar.
"Kau memikirkan Jungkook?" Bagaimana tunangannya ini bisa tahu? Apa tunangannya ini seorang cenayang ? Melody hanya diam dan menggerakkan kedua tangannya turun, lalu menghadap ke depan dan matanya menjelajahi jalanan dibawah sana.
Ia sudah tidak bisa berkata apa-apa jika Yoongi sudah memojokkannya seperti ini.
"Hei, lihat aku," kata Yoongi dengan menarik pelan dagu Melody untuk menghadap ke arahnya.
Mata mereka bertemu untuk kedua kalinya. Tapi Melody tetap diam dan hanya menatap wajah Yoongi yang putihnya melebihi dirinya.
"A-aa ... Ak ... Aku hanya sedikit merasa khawatir dengan perasaanku oppa," jawabnya terbata-bata, karena ia takut mengatakannya pada Yoongi.
"Maksudmu? Kau mulai menyukai Jungkook? Lagi?" Yoongi tahu masalalu Melody. Ia mengerti jika Melody dulu pernah memendam rasa pada seseorang yang sudah dia anggap seperti adiknya itu.
"Tidak. Bukan seperti itu maksudku oppa," jelasnya.
"Lalu seperti apa? Kau akan kembali pada Jungkook mu?" tanya Yoongi dengan ekspresi setenang mungkin, berbeda dengan hatinya yang kini telah berdetak dengan cepat.
Yoongi tidak ingin kehilangan gadisnya. Bagaimanapun Yoongi sudah benar-benar jatuh cinta pada gadis yang ada dihadapannya ini. Ia tidak rela jika Melody meninggalkannya.
"Ani oppa !" Melody sedikit menaikan nada suaranya ketika mendengar pertanyaan yang diberikan oleh pemuda yang ada di depannya ini.
"Jangan pernah kau berpikir seperti itu, aku sekarang sudah mencintaimu!" bentaknya pada Yoongi dengan nada yang lembut. Entah itu bisa dikatakan bentakan apa tidak. Sepertinya tidak bisa.
Perlahan cairan bening keluar dari mata indahnya. Ketika ia sudah tidak bisa lagi menahan air mata itu, ia mengeluarkannya. Sungguh, Melody membutuhkan sandaran sekarang.
__ADS_1
Yoongi yang mengetahui jika gadis itu menangis, dengan segera dia memeluk Melody dan membiarkan gadisnya membasahi baju yang ia kenakan. Ia hanya paham jika sekarang Melody pasti membutuhkan sandaran.
"Ssstttt, sudah, Mel. Maafkan aku, aku tidak akan berbicara dan berpikir seperti itu, aku minta maaf," ucap Yoongi menenangkan Melody.
Beberapa menit kemudian, Yoongi merasa jika tangisan Melody semakin meredah dan ia tidak merasakan tubuh Melody yang bergetar karena terisak. Ia rasa Melody tertidur dalam pelukannya. Ternyata benar, Melody tertidur.
Yoongi membawa tubuh Melody dengan gerakan sepelan mungkin. Kemudian dia meletakkannya juga dengan gerakan yang pelan, tidak ingin mengganggu tidur Melody.
Sebelum meninggalkan kamar Melody, Yoongi sempat mengecup surai hitam Melody dan berbisik.
"Tidurlah yang nyenyak dan jangan pernah berpaling dari ku Melody. Jangan jatuh cinta lagi pada Jungkook. Aku tidak ingin orang yang aku cintai mencintai orang lain."
Melody semakin terisak dalam diam ketika mendengar bisikan tunangannya tadi. Iya, Melody hanya berpura-pura tertidur.
Melody tidak bisa lagi mengucapkan sesuatu yang akan membuat hati lelakinya terluka, jadi ia memutuskan untuk berpura-pura tertidur dan tidak berbicara untuk saat ini dengan Yoongi.
"Aku janji oppa, aku tidak akan berpaling darimu."
Baru saja Yoongi menginjak anak tangga terakhir, ia sudah menemukan Jimin yang baru pulang dari kantornya.
Dengan pakaian yang sudah tidak rapi, rambut yang acak-acakan dan kini bisa tercium keringat Jimin ketika Yoongi sudah berasa di sampingnya.
Mereka sepakat mengobrol sebentar di ruang tengah. Jimin melepaskan dasinya sebelum mengatakan sesuatu.
"Kenapa kau ada di sini, hyung?" tanyanya pada Yoongi yang hanya diam, menelisik pemandangan yang berada di depannya ini. Sangat mengenaskan, pikirnya.
"Aku menemani Jin hyung ke sini dan menyuruh Taehyung menjelaskan padanya. Kau tahu kan aku seperti apa?" Jimin hanya mengangguk paham. Iya, Jimin tahu orang yang ada di depannya ini seperti apa.
Yoongi ini sangat malas jika di suruh menjelaskan sesuatu yang ia sudah tahu, berbeda jika dia belum tahu. Pasti dia yang nomer satu ingin di ceritakan, tapi setelah mengetahui semuanya. Ia malas untuk memberitahu yang lain.
"Dasar manusia kutub," gumam Jimin tapi bisa di dengar oleh Yoongi.
"Kau bilang apa, Jim?" tanya Yoongi dengan melebarkan matanya, walaupun matanya tidak bisa melebar.
"Ah, tidak apa-apa," jawab Jimin terbata dan diakhiri kekehan yang membuat matanya menghilang. []
__ADS_1