Melody Jeon Jungkook

Melody Jeon Jungkook
Melody 03


__ADS_3

Sesampainya di ruang inap. Jungkook dan Melody mendapati Jimin yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponsel pintar miliknya dengan serius, hingga tidak menyadari kedatangan mereka.


"Hyung," panggil Jungkook.


"Eh, kalian sudah kembali?" tanya Jimin dan berhenti memainkan ponselnya kemudian memasukkannya kembali di saku jaket yang ia kenakan.


"Katanya kau mencariku?" tanya Jungkook kembali ketika mengingat ucapan Taehyung tadi.


Jimin hanya mengangguk-angguk setuju, memang ia mencari keberadaan Jungkook setelah mengejar dan menenangkan Taehyung tadi.


Setelah mencari kemana-mana dan akhirnya ia menenukan Jungkook sedang bersama dengan Melody, ya sudah ia biarkan. Jimin dan Taehyung memang sudah mengenal siapa itu Melody. Dia adalah satu-satunya teman Jungkook yang mengetahui masa lalu sang adik.


Tapi sekarang waktunya Jungkook makan dan minum obat. Maka dari itu, tadi ia menyuruh Taehyung memanggil Jungkook.


"Sekarang waktumu makan dan minum obat, Kook." Jimin mengambilkan mangkuk berisi bubur yang sudah disediakan pihak rumah sakit.


"Kan aku tadi sudah bilang, hyung. Aku tak mau minum obat. Aku tidak suka obat," rengeknya pada Jimin.


"Hanya orang bodoh yang suka obat." Suara berat itu terdengar dari arah pintu, ternyata sudah ada Taehyung di sana.


"Maka dari itu aku tidak ingin menjadi orang bodoh," jawab Jungkook ketus.


Melody yang dari tadi hanya menjadi penonton di antara mereka, menghela napas lalu menggelengkan kepalanya.


Mengambil alih mangkuk bubur dari tangan Jimin dan mengambil satu sendok bubur, kemudian mengarahkannya tepat di depan mulut Jungkook.


Jungkook hanya menatap sesendok bubur yang kini ada di tangan Melody. Kemudian sedikit memundurkan tubuhnya, masih tetap berusaha menolak suapan Melody.


"Tidak, aku juga tidak suka bubur itu. Rasanya pasti hambar." Sifat keras kepala Jungkook kambuh.


"Makanlah Kook dan minum obat setelahnya, jika kau ingin senbuh," ucap Melody yang masih berusaha membujuk Jungkook.


Jungkook hanya menggelengkan kepalanya, tanda ia menolak.

__ADS_1


"Hei, sejak kapan sahabatku ini tidak menuruti permintaanku?" akhirnya Melody mengeluarkan jurus yang kali ini pasti berhasil.


Jika kalian tahu, Jungkook ini sangat penurut pada Melody. Ia selalu menuruti apa yang diinginkan oleh sahabatnya ini.


"Baiklah," jawabnya pasrah.


Setelah bubur itu habis, sekarang Melody dan Jimin dengan susah payah membujuk Jungkook untuk meminum obatnya. Sedangkan Taehyung, hanya duduk di sofa dengan memainkan ponselnya dan bersikap bodoh amat dengan apa yang terjadi sekarang.


"Ayo lah Kook, kenapa kau susah sekali hanya meminum obat ini!" rengek Jimin yang merasa frustasi.


"Kan aku tadi sudah bilang, aku tidak suka obat." Jungkook mengulang sekali lagi ucapannya, namun kini dengan tatapan memelas menatap mata Melody, meminta bantuan darinya.


"Tidak Kook, kau harus minum obat mu ini. Atau kau ingin aku pergi dari sini?" ancam Melody yang entah kali ini rencananya berhasil atau tidak.


"Tidak, kau jangan kemana-mana. Aku akan meminum obat itu dihadapanmu, asalkan kau selalu di sini," ujar Jungkook sangsi.


Melody hanya menganggukkan kepalanya, setuju dengan ucapan Jungkook.


"Memang benar, hanya Melody yang bisa membuatmu berubah Kook." Batin seseorang.


"Kau mau kemana?" tanya Jungkook yang posisinya kini sedang berbaring di atas kasurnya.


"Kau lupa jika aku perawat di sini? Aku juga mengurus pasien ku yang lain, Kook." Melody mengingatkan Jungkook tentang mengapa dirinya bisa di sini, karena dia bekerja di tempat ini. Bukan menjadi pengunjung, yang hanya mengunjungi Jungkook dan duduk-duduk menemaninya dengan tenang, ia juga harus bekerja.


"Ah iya, maaf aku lupa," ucapnya meminta maaf.


"Tidak perlu meminta maaf. Aku akan merawatmu hingga kakimu sudah bisa berjalan dan kau sembuh," ucapnya dan membuat mata Jungkook berbinar-binar mendengarnya.


"Apa kau janji?" tanya Jungkook memastikan jika ia tidak salah dengar.


Melody hanya membalas anggukan dan tersenyum manis kepada Jungkook sebelum meninggalkan ruangan, dan meninggalkan Jungkook sendirian.


Sudah dari beberapa jam yang lalu kakaknya—Jimin, berpamitan keluar dengan alasan harus menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk di kantor yang ia kelola. Sedangkan kakak nomor duanya, entahlah. Ia tidak berpamitan pada Jungkook. Jangankan berpamitan, bicara saja tidak.

__ADS_1


Jungkook mengaku salah dengan apa yang ia perbuat di masa lalu, tapi ia juga tidak terima jika terus di salahkan dan selalu mendapat ucapan pedas dari kakaknya itu. 


Bosan. Itulah yang dirasakan anak manusia bergigi seperti kelinci dan pipi yang gembul ini, hingga membuat siapa saja gemas melihatnya.


Dia mencoba tidur, namun percobaannya selalu gagal. Ia sudah lelah mencoba bunuh diri dan selalu gagal, jadi ia mencoba tidur saja.


Jungkook sungguh bosan ketika tidak ada siapapun di sini. Tidak ada kakaknya, sahabatnya, teman-temannya, bahkan ponselnya saja tidak ada.


Padahal benda tersebut sangat berarti bagi hidupnya. Oke, Jungkook mulai lebay. Tapi tetap saja ia masih membutuhkan benda canggih itu. Karena benda tersebut sekarang sudah tidak ada, sebab kecelakaan yang ia alami membuat keadaan ponselnya itu rusak parah dan tidak layak pakai.


Hingga suara langkah kaki dari arah pintu menarik perhatiannya. Ia menoleh dan mendapati seseorang tengah berdiri di sana.


"Yoongi hyung?" ucapnya dengan raut wajah bingung tercetak diwajahnya.


"Kau tidak suka jika aku kemari?" ucap Yoongi dengan berjalan masuk dan meletakkan bingkisan berisi buah-buahan di meja samping ranjang.


"Bukan begitu hyung. Hanya saja, bukankah hyung ada di Busan?"


"Aku sudah kembali ke Seoul, karena ada seseorang yang membutuhkan bantuan ku di sini," jawabnya dengan berlagak seperti orang penting.


"Cih. Memang ada ya, orang yang membutuhkan seseorang yang dingin, ketus dan cuek sepertimu?" Jungkook menyampaikan fakta tentang seorang Min Yoongi.


"Buktinya kau membutuhkan ku," jawab Yoongi dengan santai dan mendudukkan dirinya di kursi yang sudah ada di sebelah ranjang Jungkook.


"Jika aku tidak kemari, kau pasti terbunuh dengan rasa bosanmu itu, yakan?" lanjutnya menebak dengan nada yang masih santai. 


Ya, sebenarnya apa yang dikatakan Yoongi itu seratus persen benar. Tapi seorang Kim Jungkook, tidak akan pernah mau kalah.


"Aku tidak bosan," bohongnya.


"Iya aku tau kau membutuhkan ku," elak Yoongi yang juga tidak ingin kalah dari Jungkook yang sudah ia anggap sepeti adiknya sendiri.


"Terserahmu, hyung."

__ADS_1


"Kau memang tidak membutuhkan ku, Kook. Tapi kau membutuhkan seseorang yang bisa membuat hidupmu kembali seperti dulu."  Batinnya. []


__ADS_2