
Matahari telah menampakkan dirinya di muka bumi ini. Dengan sinarnya yang berhasil membuat pemuda tampan yang masih setia tertidur di ranjang itu, merasa terganggu. Siapa lagi kalau bukan, Kim Jungkook.
Jungkook akhirnya bisa merasakan empuk kasurnya lagi, tapi sialnya sinar-sinar yang masuk dalam ruangan ini menganggu tidur nyenyaknya.
Jungkook mengubah posisinya menjadi membelakangi sinar-sinar pengganggu tersebut, kemudian berniat untuk tidur lagi.
Klek.....
Suara pintu terbuka menandakan ada seseorang yang akan masuk. Ternyata sudah ada Melody di sana. Ia membawa sebuah nampan yang telah berisi sarapan, air putih dan juga obat Jungkook.
Melody meletakkan dulu nampan yang ia bawah di meja sebelah kasur. Kemudian ia mencoba untuk membangunkan kelici besar itu.
"Kook ..., " panggilnya yang hanya mendapat deheman dari Jungkook.
"Bangunlah ... kau tidak mau sarapan dan meminum obatmu? Kau tidak mau sembuh?" lanjut Melody dengan menggoyangkan bahu Jungkook, masih berusaha membangunkannya.
"Emm ... lima menit lagi Mel," pintanya pada Melody. Tentu saja Melody tak ingin kalah dari Jungkook, ia mengeluarkan jurus andalannya.
"Oh, jadi kau tak mau bangun? Baiklah sampai jumpa, aku akan mencarikan perawat baru untukmu." Melody berhasil dengan rencananya membujuk Jungkook. Iya, kapan melody pernah gagal dalam hal membujuk Jungkook?
Jungkook itu sangat penurut padanya. Entah kenapa, sifatnya itu membuat Melody khawatir jika nanti Jungkook mengetahui yang sebenarnya. Apa yang akan dilakukan Jungkook setelah itu? Apakah Jungkook akan mencoba bunuh diri lagi? Ah sudahlah, Melody akan berusaha membuat Jungkook menemukan cinta yang sebenarnya.
"Baiklah, baiklah, aku bangun!" seru Jungkook pasrah dan mengubah posisinya menjadi duduk dengan dibantu oleh Melody.
Ingat, kaki Jungkook masih sakit. Kata dokter, kakinya tidak boleh digerakkan selama beberapa bulan ini. Ya sudah, Jungkook menurut agar bisa kembali berjalan secepatnya.
Jungkook tidak sabar menanti kesehatan kakinya ini. Jika kakinya sudah sembuh, ia akan mengajak Melody jalan-jalan romantis bersama. Pikirnya.
"Kook? Halo? Apa ada Jungkook di sini?" Melody mengayun-ayunkan tanganya di depan wajah melamun Jungkook.
Tak sadar jika Melody memanggil namanya, Jungkook malah berselancar ria dalam lamunannya.
Ingin tahu apa yang dilamunkan Jungkook? Ia membayangkan berada di sebuah taman yang sangat indah, banyak bunga-bunga berwarna merah di sana. Terdapat dua anak manusia yang sedang duduk berhadap-hadapan. Sudah dipastikan itu dirinya dan juga Melody.
__ADS_1
Mata mereka saling bertemu, Jungkook semakin mendekatkan dirinya pada Melody. Jarak mereka sekarang semakin dekat, hingga Melody bisa merasakan deruh napas teratur Jungkook. Jungkook memiringkan sedikit kepalanya, bibirnya sedikit maju tepat di depan bibir Melody.
Dan.....
"Jungkook!" teriak Melody ketika melihat Jungkook membawa gulingnya dan beradegan seperti ingin mencium guling tersebut.
Jungkook seketika itu juga menyadari apa yang telah ia pikirkan dan lakukan sekarang. Segera ia melempar guling tersebut dan menatap Melody dengan menggelengkan kepalanya.
"Tidak, Mel. Ini tidak seperti yang kau pikirkan," jelas Jungkook agar Melody tidak salah paham padanya.
"Kau sudah gila?" tanya Melody.
Iya Mel, aku gila karenamu, batin Jungkook.
"Ah tidak Mel," sergahnya dengan menggelengkan kepalanya lagi.
"Ya sudahlah. Sekarang kau makanlah, lalu minum obatnya," perintah Melody pada Jungkook.
"Astaga! Manja sekali kelinci besar ini."
***
Setelah makanan habis dan acara meminum obatnya selesai, terdengar suara pintu yang telah terbuka.
Ternyata ada sang tunangan dengan pemuda yang memiliki bahu lebar memasuki kamar ini. Melody lupa namanya, jadi dia sebut saja pemuda bahu lebar.
"Yoongi hyung ? Jin hyung ?" ucap Jungkook ketika melihat kedatangan mereka. Sekarang Melody baru ingat siapa nama dari pemilik bahu lebar itu.
"Jungkookie ... Ku dengar kau sudah boleh pulang, jadi aku menjengukmu kemari. Maaf baru menjengukmu sekarang karena kemarin aku masih sibuk dengan urusan kantor," jelas Jin dengan raut memelas yang ia buat-buat.
"Ck, kapan hyung tidak sibuk!?" sindir Jungkook pada Jin. Percuma saja Jin memasang raut wajah melasnya tadi. Lihat, sekarang Jungkook tetap marah padanya.
"Hyung kan memang harus bekerja, Kook. Jika besok kau sudah memasuki dunia pekerjaan, kau pasti akan merasakan apa yang hyung rasakan." Jin mencoba menjelaskan alasanya pada Jungkook hingga Jungkook mengerti.
__ADS_1
Jungkook hanya mengangguk mengerti. Walaupun Jungkook sudah lulus sekolah, ia masih belum di berikan pekerjaan oleh para kakaknya yang sudah memiliki perusahaan masing-masing. Alasanya? Tentu saja sifatnya yang masih seperti anak-anak itu.
"Oh iya, hyung. Aku ingin memperkenalkan seseorang padamu," ucap Jungkook dengan nada yang antusias.
"Kenalkan dia Melody. Dia yang selama ini aku ceritakan ketika kita SMA dulu. Jika dulu aku memilikinya, mungkin semua kejadian ini tak akan pernah terjadi dan Taehyung hyung tidak akan membenciku." Jungkook memperkenalkan Melody pada Jin dengan raut wajah sedihnya. Sedangakan Jin sedikit kaget dengan seseorang yang dikenalkan oleh adiknya itu.
Jin tahu jika Melody adalah tunangan dari Yoongi, bahkan ia datang pada saat pertunangan mereka. Jika kalian bertanya kenapa Jungkook tidak tahu jika Melody adalah tunangan Yoongi, itu karena Jungkook tidak datang ke acara pertunangan mereka. Ia dulu lebih mementingkan wanita yang hanya mengincar hartanya saja.
"Kau berhutang cerita padaku, Min Yoongi!" bisik Jin pada Yoongi sepelan mungkin, hingga hanya bisa didengar oleh manusia pucat itu.
"Kau sudah minum obat, Kook?" tanya Yoongi mengalihkan pembicaraan.
"Sudah hyung. Aku sangat tidak suka dengan obat, pahit. Wlek ...," ucap Jungkook dan diakhiri dengan ekspresinya yang seperti akan memuntahkan sesuatu.
"Anak kecil juga tahu kalau obat itu pahit, Kook." Yoongi membalas ucapan Jungkook dengan memutar bola matanya jengah.
"Aku akan mengembalikan ini di dapur, permisi," ucap Melody yang merasa sudah tidak dibutuhkan di sini.
Baru beberapa langkah Melody berjalan, kakinya terpeleset sandal Jungkook yang berada di samping bawah tempat tidur.
Melody sudah merasa jika pantatnya nanti akan terasa sakit, namun ia hanya bisa pasrah dan menutup kedua matanya.
Tetapi ia tidak merasakan sakit apa-apa, bahkan sekarang ia merasa dirinya melayang. Dan juga merasa ada sesuatu yang melingkar di pinggangnya.
Sebuah tangan. Ketika matanya terbuka dia menyadari tangan Yoongi sudah bertengger di sana, memang Yoongi lah yang pada saat itu jaraknya dekat dengannya. Dalam hatinya ia bersyukur karena tidak jadi terjatuh. Beruntung ada tunangannya itu. Kalau tidak? Ya mungkin Melody akan merasakan sakit di pantatnya.
"Nanti kita berkumpul di ruang tengah," bisik Yoongi sepelan mungkin agar hanya Melody saja yang dapat mendengarnya. Melody menggangguk pelan, tanda ia paham.
"Terima kasih." Hanya ucapan itu yang keluar dari mulut Melody. Kalau ia tidak mengingat ini masih di kamar Jungkook, ia ingin sekali memeluk Yoongi erat.
"Lain kali hati-hati." Yoongi menasihati sebelum Melody melanjutkan langkah kakinya.
Mengapa Jungkook merasa hatinya sesak ketika melihat kedekatan Melody dengan Yoongi? Dia mulai curiga, ada hubungan apa mereka berdua? Ah sudahlah, Jungkook tidak ingin berpikir yang aneh-aneh. []
__ADS_1