Melody Jeon Jungkook

Melody Jeon Jungkook
Melody 23


__ADS_3

Happy Reading


.


.


.


Enjoy this story


Jungkook baru saja ingin berjalan-jalan santai memutari komplek rumahnya ini sendirian, sebelum presensi seorang gadis menyapanya di pagi hari yang cerah——ditambah lagi senyum manis yang tercetak jelas di bibir gadis tersebut. Membuat hatinya berdebar tak karuan. Bukannya lebay atau apa. Memang seperti itulah rasanya.


"Hai, Kookie. Kau mau kemana?" tanya gadis tersebut.


"Kyura? Ah, aku hanya ingin berjalan kaki disekitar sini. Supaya kakiku bisa sembuh dengan total."


Orang yang telah disebutkan namanya tadi pun mengangguk, menyetujui.


"Boleh aku ikut?" tanya Kyura.


Jungkook terdiam. Berpikir, baiknya Kyura ikut atau tidak.


"Baiklah, mari," ajak Jungkook, setelah ia pikir-pikir, mengajak Kyura bukanlah hal yang merepotkan.  Kyura bukanlah anak kecil yang akan meminta es krim di pinggiran taman ataupun meminta dibelikan arumanis yang bisa membuat orang diabetes. Jadi, Jungkook tak perlu khawatir.


Sambil berjalan berdampingan, Jungkook tak bisa tenang. Hatinya terus saja berdetak kencang. Entahlah, padahal dulu biasa saja ketika berada bersama dengan Kyura. Tapi beda dengan sekarang. Dulu ia sangat mencintai Melody, tapi secepat ini kah ia bisa menganti cintanya kepada orang lain? Jungkook pun tak tahu. Itu masalah hatinya. Jadi biarkan Jungkook mengikuti kata hatinya.


"Kook? Kau kenapa? Dadamu sakit?" tanya Kyura yang melihat tangan Jungkook yang bertengger di dada kanan.


"Ah, tidak. Aku hanya perlu peregangan otot." Segera Jungkook melepaskan tanganya dan berpura-pura mengencangkan otot-otot tangannya.


"Hemm, pagi yang cerah."

__ADS_1


Kyura menarik napas dalam, dan menghembuskannya pelan. Dan hal itu berhasil membuat Jungkook terpesona dengan kecantikan alami wajah Kyura. Ditambah, gadis cantik itu kini mengikat rambutnya degan kuncir kecil berwarna kuning. Menambah kesan seksi plus imut bagi Jungkook. Astaga, apa yang kau lihat, Kook?


Setelah menggelengkan kepala, dan membuat kesadarannya kembali. Jungkook melanjutkan langkahnya dengan menghadap lurus ke depan. Kalau saja tadi dia tidak segera melihat ke depan, hampir saja ia menabrak tiang listrik. Itu tidak boleh terjadi, bisa-bisa ia nanti kalah saing dengan sang kakak——Kim Taehyung.


Baru juga Jungkook memanggil nama orang itu dalam pikirannya. Orang tersebut kini sudah ada dihadapannya. Dengan membawa temannya yang dulu dikasihkan padanya, tapi ia tolak. Iya, Yoentan, si ular hijau. Iihhh, Jungkook melihatnya saja, merinding. Apalagi berteman dengan hewan itu. Never.


"Eoh, Taehyung oppa?" Kyura menyapa Taehyung dengan tangan yang ia lambaikan. Jangan lupakan dengan senyum manisnya. Membuat Jungkook iri karena senyuman itu bukan untuknya.


"Selamat pagi, Kyura-ah," sapanya balik. Dengan senyuman kotak miliknya. Pemandangan yang cantik dan sangat tidak baik jika terlewatkan.


"Ya! Ada aku juga di sini." Itu Jungkook yang merajuk. Setidaknya, sapa gitu dia. Supaya dianggap ada di sana. Kasihan kan, Jungkook.


"Ahahaha, iya-iya. Selamat pagi, Jungkookie ...," ucap Taehyung dengan mengacak pelan surai halus Jungkook. Kok sekarang Jungkook jadi terharu ya? Sudah berapa lama Taehyung tak memperlakukannya seperti ini.


Jungkook tersenyum tulus. Bahagia sekali rasanya mendapatkan kasih sayang sang kakak kembali.


"Kalian mau kemana?" tanya Taehyung heran. Tidak biasanya ia melihat kedua bocah ini berjalan sepagi ini, berduaan lagi.


Taehyung menyipit, matanya penuh intimidasi. "Kalian mau pergi kencan ya?"


"T-tidak," jawab mereka bersama dengan nada gugup.


"Kami hanya ingin mencari udara segar dan berjalan keliling komplek ini saja. Tidak lebih," jelas Kyura, supaya tidak terjadi kesalah pahaman di sini.


Tapi sebuah ide terlintas di benak Jungkook. Ini kesempatannya. "Iya, kami akan pergi berkencan. Memang kenapa?"


Taehyung terdiam sesaat. Lalu kemudian menjawab, "baiklah, selamat kencan." Setelah itu Taehyung meninggalkan mereka berdua.


Kyura menyenggol Jungkook, dan bertanya dengan dagu yang ia angkat sedikit. "Maksudmu apa? Kita kan hanya berjalan kaki sekitar sini. Kenapa harus berbohong pada Taehyung oppa?"


"Kenapa kau marah aku berbohong padanya? Apa kau takut dia merasa cemburu?" Ya, memang itu yang Jungkook inginkan. Supaya ia tak memiliki lagi saingan.

__ADS_1


"Apa maksudmu Jungkook? Aku tak punya pikiran seperti itu. Mana ada Taehyung oppa cemburu padaku? Aku hanya heran, kenapa kau bohong padanya. Padahal nyatanya kita tak sedang berkencan."


"Kau ingin tahu jawabannya?" kata Jungkook dengan wajah yang kini mendekat tepat di wajah Kyura. Membuat Kyura memundurkan dirinya. Hingga ia tak tahu kini tubuhnya membentur tembok dan tidak bisa kemana-mana. Karena tangan kekar Jungkook sudah menguncinya.


Kyura hanya bisa menelan salivanya susah payah. Di sini tidak ada orang. Bagaimana ini? Apa yang harus ia lakukan.


"Ya! J-jungkook, a-apa yang k-kau lakukan?" tanyanya terbata-bata. 


"Menciummu apalagi? Di sini sepi bukan?" jawabnya dengan senyuman miring. Persis sekali seperti om-om pedofil. Astaga, Kyura jadi merinding.


"Yak! Kau gila!?"


"Ya, aku gila karenamu."


Kyura diam. Wajahnya masih terlihat ketakutan. Wajah itu akan terus begitu, kalau saja Jungkook tak tertawa.


"Hahaha, lihatlah, wajahmu itu. Aduhhh, seharusnya kau bawa kaca tadi untuk melihat wajah ketakutanmu itu. Hahaha ...."


Seketika itu juga, wajah Kyura menjadi menyeramkan. Tapi tidak bagi Jungkook, wajah itu malah kelihatan imut baginya. Uuhh, Jungkook jadi ingin mencubit pipi chubby Kyura.


"Yak!!! Kim Jungkook sialan!" teriaknya kencang sekali. Tanpa babibu, Jungkook melarikan diri dengan kekuatan kaki yang belum sembuh total itu.


Sedangkan Kyura ditinggal sendirian di sana. Pipinya memerah. Marah, kesal, benci, semua jadi satu. Tidak habis pikir dengan apa yang akan dilakukan Jungkook padanya tadi. Ia sudah membayangkan yang tidak-tidak. Astaga.


***


Taehyung meletakkan kotak persegi panjang yang berisi satu ekor peliharaan kesayangannya, Yeontan—— si ular hijau. Meninggalkannya sendirian di atas meja kerjanya. Lalu ia mengambil sebotol air dingin ke dapur. Dan meminum air tersebut guna menghilangkan pikiran-pikiran yang bersarang pada otaknya.


Tapi apa yang ia harapkan? Pikiran itu tak mau terganti. Bahkan terus terngiang-ngiang dalam otak kecilnya.


"Ya! Kau ini kenapa, Tae? Bukannya kau senang kalau adikmu akan bahagia?" monolognya.

__ADS_1


Diangkatnya kedua bahu lebar miliknya. Entahlah, Taehyung tak mau memusingkan hal itu. Maunya sih begitu, tapi nyatanya?


"Aku tahu kau suka dengan Kyura." -Unknown. []


__ADS_2