
Happy Reading
.
.
.
Enjoy this story
"Kenapa kau berikan bunga ini padaku?"
Kyura bertanya dengan wajah polosnya. Sedangkan Jungkook terdiam. Masih berpikir. Ia juga tidak tahu kenapa memberikannya pada Kyura.
"Ah, reflek," jawabnya santai.
Kini Jungkook dan Kyura menjadi bahan tontonan mengalahkan kedua mempelai pengantin yang berada di atas altar itu. Yoongi jadi kesal. Di sini siapa sih yang menikah? Kok semua orang fokus pada tamunya.
"Di sini siapa yang menikah, siapa yang jadi pusat perhatian."
Yoongi berbicara dengan nada yang sedikit ditinggikan. Mencoba mengambil perhatian para tamu. Dan berhasil, kini semua tamu sudah kembali menjadi seperti semula. Kembali berbincang-bincang dan kembali memakan hidangan mereka masing-masing. Seperti kedua orang yang kini terlihat seperti orang yang tidak makan satu tahun. Siapa lagi kalau bukan Taehyung dan Hoseok.
Taehyung sakit hati karena tidak mendapatkan bunga tadi. Hal itu pun membuatnya menjadi lapar. Hoseok juga begitu. Ya sudah mereka makan saja. Padahal itu semua tidak nyambung. Memang perut mereka saja yang minta di isi.
Acara telah berakhir. Melody bisa merasakan tulang punggungnya remuk semua. Bagaimana tidak? Tamu yang diundang Yoongi banyak sekali. Belum lagi tamu yang diundang kedua orang tua mereka. Ia lelah berdiri terus dan menyalami orang banyak. Sepertinya setelah ini ia akan tidur dan bangun besok siang.
Yoongi dan Melody kini sudah kembali ke apartemen Melody. Sebelum beranjak tidur, Melody memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Seberapa lelahnya dia, mandi tidak akan absen dalam hidupnya. Mandi itu penting bagi Melody. Ia tak ingin tidur dalam keadaan lengket dan bau. Bukan passion Melody sekali.
Mengambil baju ganti kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Hampir setengah jam Melody mandi. Lama sekali bukan? Itu karena resleting pada gaunnya tadi yang susah untuk dibuka. Ingin meminta bantuan Yoongi, tapi nanti dia langsung diserang bagaimana? Kan bahaya.
__ADS_1
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Melody pun keluar dari kamar mandi. Tapi tidak menemukan atensi Yoongi yang kini sudah menjadi suaminya itu. Sebelum mandi tadi, Melody juga tidak melihatnya. Kemana suaminya ini? Melody harus mencarinya.
Wajib.
Keluarlah ia dari kamarnya, mencari keberadaan Yoongi dengan meneriakinya.
"Suamiku ... Suamiku ...."
Tidak ada yang menyahut.
"Kenapa di sini gelap?" tanyanya pada diri sendiri ketika melihat ruang tengah apartemennya yang gelap.
Cklekkk...
Terang.
Tapi, seperti ada tangan yang melingkar pada perutnya. Jangan-jangan? Ia menoleh pelan ke arah belakang. Dan mendapati Yoongi dengan senyuman polosnya. Tidak tahu apa kalau sekarang hati istrinya ini dag dig dug, takut kalau yang memeluknya itu hantu. Tapi ternyata suaminya sendiri. Melody jadi kesal.
"Enak saja kau mengira suamimu ini hantu. Hantu mana yang tampan sepertiku, eoh?" Sombongnya. Cih, PeDe sekali.
Melody hanya berdecak. Malas meladeni suaminya itu. Ia lelah. Langkahnya kembali melangkah ke kamar. Tapi pergelangan tangannya ditahan oleh Yoongi. Dengan sergap, Yoongi menariknya hingga kini Melody sudah berada dalam pelukannya. Kepalanya ia taruh tepat dibahu kanan Melody. Melody hanya bisa pasrah dan memutar bola matanya jengah.
"Ada apa oppa? Aku lelah," ucap Melody disertai dengan hembusan napas panjang.
Yoongi tak menggubrisnya, ia kini malah menciumi pipi Melody.
"Apa yang kau lakukan oppa?" Melody berusaha lepas dari pelukan Yoongi dan menjauhkan pipinya. Tapi itu semua hanya sia-sia. Kekuatan seorang perempuan pasti kalah dengan kekuatan seorang lelaki.
"Apa kita tidak melakukan seperti yang pasangan pengantin baru lakukan?" tanya Yoongi yang kini sudah membalikkan badan Melody tapi tangannya masih sama yaitu dipinggang sang istri. Kemudian kedua tangan Melody ia kalungkan pada lehernya.
__ADS_1
"Melakukan apa? Makan malam bersama?" tanya Melody pura-pura tidak paham dengan apa yang dikatakan Yoongi. Eii, Melody sebenarnya tahu apa yang sang suami katakan.
Dan Yoongi juga tahu kini Melody hanya berpura-pura polos. Ia pun berkata, "iya, makan malam bersama. Tepatnya, aku yang akan memakanmu."
Dengan gerakan cepat Yoongi kini sudah menggendong Melody dengan brydal style.
Memang benar bukan? Mereka ini mempelai pengantin. Jadi ya pakai gaya itu, kini sudah boleh. Yoongi membawa Melody ke kamar mereka dan menjatuhkan Melody ke ranjang pelan-pelan.
Melody tadi sempat membantah suaminya itu, tapi yang terjadi malah ia diserang dengan ciuman yang masih bertahan sampai di ranjang. Hal itu membuatnya kehabisan pasokan oksigen. Apa suaminya ini ingin dia mati? Astaga. Entahlah apa yang terjadi setelah itu. Melody hanya menurut pada sang suami.
***
Ruangan tengah kediaman Kim kini masih ramai karena Seokjin, Namjoon, dan Hoseok menginap di sana. Hoseok dan Taehyung masih setia bermain PS. Namjoon, Seokjin, Taehyung, dan Jimin sama-sama memainkan ponsel mereka masing-masing. Sedangakan Jungkook dan Kyura sudah tertidur. Tenang, mereka tidur pada kamar masing-masing, kok. Aman.
"Bagimu, Yoongi hyung melakukan itu sekarang, hyung?" tiba-tiba ada suara yang berhasil membuat semua orang tertuju padanya. Itu Namjoon yang bertanya pada Seokjin.
"Sudah pastilah, mereka kan sudah menjadi pasangan suami istri," jawab Seokjin santai. Toh, mereka yang ada di sini sudah dewasa. Malah sudah waktunya menikah. Sebenarnya mereka ingin cepat-cepat menikah, tapi calonnya itu yang tidak ada.
Satu ide melintas dalam benak Taehyung, kini ia beralih menatap Seokjin, "kalau mereka tidak melakukannya, kau akan apa?"
Seokjin meletakkan jari telunjuknya pada dagu, memang kalau sedang berpikir dia seperti itu. Lalu menjawab, "aku akan mencari pasangan dalam waktu dekat ini dan menikahinya bulan depan."
Mereka semua membulatkan mata. Wah, teman mereka yang satu ini berani sekali.
"Tapi ... Kalau aku benar, kau yang akan menikah bulan depan. Kau setuju, Tae?" Taehyung menimbang-nimbang ide gila ini, dan kemudian menganggukan kepala dan bersalaman dengan Seokjin, "oke, aku setuju."
Seokjin yakin dia pasti menang. Sebab tadi Yoongi bertanya padanya, apakah nanti ia akan melakukan itu malam ini juga. Dan Seokjin menjawabnya 'iya'.
"Malam pertama lebih nikmat daripada malam-malam lainnya."
__ADS_1
Itulah bisikan iblis yang diberikan Seokjin pada Yoongi siang tadi. Astaga, Kim Taehyung. Kau dalam bahaya. []