Membenci Cinta

Membenci Cinta
Awal dari Benci


__ADS_3

Benci bukan awal yang baik juga bukan akhir yang buruk.


Setiap benci memiliki asal sebabnya.


Tidak mungkin ada benci tanpa sebab, karena setiap hal memiliki hubungan sebab-akibat.


Aku yang membenci cinta pun bukan tanpa alasan. Aku membenci cinta karena pernah dikhianati oleh seorang kekasih yang berselingkuh dengan adik kelasku.


Sungguh lucu bukan diselingkuhi oleh adik kelas. Aku memakluminya karena yang baru lebih menarik.


Jujur saja aku menolak memiliki hubungan lagi dengannya bahkan untuk sekedar bertemu pun aku tak mau.


Bukan egois hanya saja rasa sakit dan sesak menyelimuti hatiku kala bertemu dengannya. Silahkan saja kau kata-katai aku.


Bahkan jika kau mengatakan aku belum dewasa aku akan menerima hal itu karena aku tidak memiliki rasa toleransi yang besar untuk sebuah pengkhianatan apapun alasannya.


Kau mungkin tak tau berapa banyak pengkhianatan yang aku terima sejak aku kecil, aku pernah ditinggalkan saat hari akhir mengumpulkan tugas padahal aku sudah memiliki teman dalam tugas tersebut namun dengan mudahnya mereka mengganti aku dengan yang lain sedangkan aku dibiarkan begitu saja bahkan mereka tidak memikirkan perasaanku.


Aku pernah diadu dombakan oleh orang yang mengatakan dirinya teman.


Aku pernah dikhianati oleh yang mereka katakan sahabat.

__ADS_1


Aku pernah dilukai oleh yang namanya teman baik.


Jadi alasan apa yang harus ku terima untuk memiliki rasa toleransi yang tinggi?


Jika kau bertanya tentang asmara aku akan berkata belum pernah ku temui hal baik untuk itu.


Jika kau bertanya tentang pertemanan aku akan mengatakan aku enggan membahasnya "semua tidak seindah yang kau pikirkan."


Mereka datang mengatakan hal baik untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari ku karena mereka tau bahwa aku mudah dibohongi, bahkan mungkin mereka berpikir bahwa aku ini naif. Namun mereka tak tau betapa baik hatinya aku selama ini hanya tak ingin mengecewakan orang-orang yang sudah membesarkan ku dan aku tak mau membuat mereka kecewa padaku.


Hanya itu sungguh. Aku hanya berharap dan berdoa semoga suatu saat aku dapat membuat mereka bahagia dan membuat mereka dapat mengerti aku yang sesungguhnya.


Aku tau bagaimana rasanya kecewa, aku juga mengerti bagaimana rasanya dikhianati maka dari itu aku bersikap baik karena tak ingin ada hati yang ku lukai.


Aku tak ingin menderita karena terlukai olehnya lagi dan lagi.


Aku hanya ingin bahagia dengan caraku sendiri dan tidak membuat orang yang mendukung diriku dari belakang kecewa karena tingkah laku yang telah mereka ajarkan pada diriku.


Aku nyata adalah diriku meski mungkin aku akan lebih pendiam dengan mereka yang tak mengerti diriku dan akan lebih aktif jika aku telah sering berinteraksi denganku.


Jika aku bertanya saja mereka abaikan lantas untuk apa aku bertindak saat mereka hanya datang karena membutuhkan bantuanku?

__ADS_1


Aku katakan aku tidak sombong tapi aku bersikap sebagaimana kau memperlakukan diriku.


Jangan mengganggap dirimu tinggi hanya kau mengenal satu dua orang dalam karena belum tentu mereka akan datang saat kau membuat mereka kesulitan terus-menerus.


Semua ada batasnya karena itu berjuanglah seolah kau tak memiliki siapa-siapa selain Sang Pencipta.


Bukan aku yang menceramahi namun aku hanya mengingatkan bahwa semua akan kembali pada diri sendiri.


Selamat pagi para pembaca terimakasih telah hadir dalam sepatah dua patah kata yang ku tulis tanpa peduli pada aspek apa yang ku cari.


Kau dan dia hampir sama. Sama-sama tidak pernah mengerti diriku. Sampai jumpa semoga kau mengerti aku setelah ini. Jangan egois karena aku hanya ingin kau hargai.


Kau bukan Odait yang datang dan pergi sesuka hati.


Jangan lupa dukung author ya...


**Biar semangat bikin ceritanya dan membuat pembaca bahagia...


Like, Komentar dan vote nya ya...


Dukungan kalian semangat bagi author😘

__ADS_1


Love You guys**....


__ADS_2