Membenci Cinta

Membenci Cinta
Mimpi semata


__ADS_3

Tentang sebuah kerinduan yang aku pendam, tentang hati yang terus tersakiti, tentang jiwa yang tak lagi menempati raga dan tentang kita yang tak lagi bersama.


Aku disini hanya sekedar untuk membacakan sebuah puisi sajak tak berisi.


Aku di sini tak menjamin kau akan menyukai karyaku ini tapi aku berharap dengan ini semua keluh kesahku akan lebih ringan dari pada sebelumnya dan aku berharap semoga ini bisa mewakili sebuah perasaan dari seseorang di luar sana yang sama denganku tersakiti...


Aku pamit pergi, aku tak ingin lagi terus sama seperti ini aku ingin lebih baik lagi meski hanya dengan kata sendiri bisa membuatku kembali dengan raga yang utuh dengan jiwa yang kebal dan dengan mental yang lebih kuat dengan hati yang lebih tabah dan pikiran yang lebih jernih.


Aku tak ingin ternodai dengan kata-katanya, aku tak ingin terluka dengan setiap tingkah dan polanya. Aku ingin tetap berada di posisi di mana aku dihargai, dimana aku memiliki tempat untuk bernaung, di mana aku masih merasakan kasih sayang dan di mana aku masih bahagia karena hadirmu disisiku.


Selamat tinggal aku ucapkan untuk dirimu yang telah meninggalkanku dalam keadaan terluka tertikam oleh rasa yang sakit yang sangat dalam.

__ADS_1


Sudahlah dia sudah tak lagi mengenalmu.


Dia sudah mengecewakanmu lantas untuk apa banyak bicara?


Aku sudah lelah, letik dan sedikit kehilangan arah. Tapi sudahlah mungkin takdir kita hanya sampai disini saja.


Aku tak ingin lagi memaksakan semuanya, tak ingin lagi egois sudah sampai disini saja aku benar-benar lelah dengan semua yang mereka lakukan.


Sudah hampir mati rasa karena terlalu sering dibohongi, dikhianati bahkan tergantikan dengan yang baru.


Aku benar-benar mulai tak berdaya akan semua rasa yang mulai ku derita.

__ADS_1


Biarkan semua menjadi cerita akan suka duka kita, kisah kita disini menjadi kenangan yang tak akan terlupakan dan tergantikan oleh yang lain.


Sekali lagi ku ucapkan terimakasih atas semua kepercayaan yang sebelumnya pernah kau berikan.


Setelah ini aku akan benar-benar pamit dan menghilang dari kehidupanmu. Maaf atas kesalahan yang pernah ku perbuat padamu. Selebihnya aku serahkan kepada takdir-Nya.


Dipertemukan kembali atau tidak itu tergantung pada jalan yang telah ditulis olehnya,karena aku tak ingin lagi didiamkan seperti ini disimpan di ambang batas, diletakkan tanpa tahu dimana posisi ku sebenarnya, tanpa tahu apa yang harus kulakukan, dan tanpa mengerti apa yang akan kujalani seolah berdiri di suatu tempat di depanku ada harimau di belakangku ada jurang yang curam di sisi kananku adalah ribuan pohon berduri yang bisa membuatku terluka bahkan mati di sisi kiri ku ada makhluk haus darah yang bisa menyedot darahku hingga kering dan menjadikan aku mayat yang tidak dikenali karena aku sudah tidak memiliki lagi inti dari kehidupan ini.


Jika aku maju ke depan harimu mungkin akan menangkapku, jika aku berlari ke sisi kananku atau ke sisi kiri ku bahkan jika aku melompat ke jurang bukankah aku masih memiliki kesempatan untuk hidup?


Sebenarnya jika aku maju ke depan pun bukan berarti aku tak bisa lari dari harimu itu, tapi untuk berlari memerlukan tenaga untuk terus berjalan dan terus mencari jalan keluar setidaknya harus ada harapan yang digenggam.

__ADS_1


Di dalam pikiran ku saja tak terpikirikan untuk keluar dengan selamat tapi inilah apa adanya tidak ada yang mendukungku tidak ada harapan yang terlintas dalam pikiranku, setidaknya untuk hidup saja aku tak berhak untuk memilikinya.


Aku hanya bisa berpasrah berharap sedikit berharap dan berdoa semoga ada seorang pangeran yang bisa menyelamatkan ku menembak Harimau dengan gagahnya dan meraih tanganku mengatakan, "Ayo ikut bersamaku..." ah itu seperti mimpi yang tak mungkin menjadi nyata. Sudahlah toh semuanya hanya mimpi semata tidak mungkin menjadi nyata


__ADS_2