
Percuma saja, percuma aku menulis semua ini, karena tidak ada seorangpun yang membacanya meski aku telah terbiasa ditinggalkan ketika ada yang baru namun jujur saja ini sungguh menyakitkan untuk aku terima begitu saja.
Aku dicari olehmu ketika semua telah menjauh darimu.
Kau mungkin tak mengerti apa yang ku rasakan namun harusnya kau tau bahwa sakit rasanya kala kau berharap dimengerti oleh seseorang namun orang tersebut tak kunjung mengerti maksud dari dirimu itu.
Bukan lagi tak ingin berkarya namun hanya ingin dihargai meski hanya dengan komentar singkat, like setiap episode yang dibaca, vote dengan poin maupun koin bahkan ditambahkan ke daftar favorit pun kalian tak mau.
Aku kecewa, tapi tidak pada kalian. Aku kecewa pada diriku sendiri yang tak mampu membuat kalian sebagai pembaca puas akan karyaku walaupun ini hanya sebuah kata hati yang ingin ku keluarkan dan katakan kepada kalian tapi dengan ini, aku akan meminta maaf kepada kalian atas kesalahan yang ku perbuat dalam menuliskan dan menceritakan isi hatiku ini.
Sejujurnya ini hanya penggalan kata dari rasa sakit yang ku derita.
Membenci Cinta adalah sebuah karya yang ku buat untuk melampiaskan isi hatiku yang ku curahkan lewat kata-kata dan perumpamaan.
Jika ada kesalahan diawal atau akhir aku benar-benar mengatakan maaf karena aku hanya manusia biasa bukan Tuhan ataupun dewa apalagi malaikat.
__ADS_1
Jika ada kesamaan kata dalam cerita akupun meminta maaf karena ini bukan hanya ingin memberimu sebuah karya namun memberitahukan cara atau membuat kalian mengerti isi hati seseorang.
Akan ku katakan disini, lewat episode ini aku tak pernah sengaja untuk membuat ini tapi aku membuatnya kala aku termotivasi oleh suatu cerita dan menceritakannya lewat pandangan diriku sendiri.
Jika ada perbedaan pendapat silahkan diungkapkan dan kita bisa bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama tapi hargai juga pendapat orang lain dan jangan egois karena itu hanya akan membuat dirimu merasa tidak dalam keadaan baik.
Entah itu gelisah, merasa tak didengarkan atau tak dihargai namun itulah akibat yang harus kau terima agar kau mengerti apa yang orang lain butuhkan.
Aku akan memperlihatkan sebuah kata-kata yang menjadi perdebatan antara diriku dan teman yang memang sedikit tak ku sukai karena keegoisan yang hanya ingin menang sendiri dan tidak memperhatikan pendapat maupun perasaan orang lain.
Jangan terus memperkeruh keadaan karena proses untuk sukses perlu waktu bukan cuma memperhitungkan perbandingan laba rugi ...
Dia tidak tau maksud dan pemikiran diriku tapi dia mengatakan, "Kesuksesan itu dihitung dari perhitungan laba dan ruginya ya... Ini menurut saya karena apa? Dari perhitungan laba rugi, kita tau yang namanya sukses itu didapat dari mana? Dari kegagalan atau keuntungan kita dapat suksesnya. Kalau kita dapat sukses dari kerugian buatlah menjadi pelajaran untuk menjadi keuntungan. Intinya terus jalan, terus usaha, terus ikhtiar gapai semua kesuksesan itu dengan rumus satu; semangat, dan penuh tanggung jawab dan juga keadaan dapat dirubah dengan perhitungan laba rugi."
__ADS_1
Ya, aku terima pendapatnya tapi yang aku maksudkan; "Proses sukses perlu waktu bukan cuma perhitungan laba rugi karena sudah ada perhitungan laba ruginya, maka itu kita juga perlu waktu untuk kita bisa sukses."
Tidak semua orang bisa sukses begitu saja, ada orang yang sukses lewat koneksi, keturunan maupun dengan usahanya sendiri.
Orang bebas berkomentar dan berpendapat tapi orang tersebut juga harus tau kondisi dan pemikiran orang yang membuat pendapat tersebut.
Seperti aku yang membuatnya karena saat itu aku sedang dalam keadaan tertekan. Ibuku sering membandingkan aku dengan anak tetangga yang gajinya diatas 5juta/bulan dan pekerjaannya ia dapat dengan usaha sendiri saat dia masih disekolah, sedangkan aku tidak diijinkan untuk pergi kesana, tempat yang direkomendasikan oleh sekolah dengan gaji kurang lebih 25juta/bulan yang bertempatan diluar negeri ataupun yang gajinya 8 jutaan bertempat diluar provinsi.
Jadi, dimana letak kesalahan aku? Kala kau berkata bahwa, aku inilah, itulah blablabla... Jengkel, sebal dan sakit bahkan sesak karena terus dibandingkan namun tidak memiliki kebebasan untuk memilih bahkan berpendapat.
Lalu apa yang harus aku lakukan?
Aishh sudahlah aku sudah mulai lelah. Aku akan beristirahat sejenak untuk merebahkan diri dan memejamkan mata untuk besok menyusun kembali cara untuk bangkit.
^^^^^^Terima kasih,^^^^^^
__ADS_1
^^^^^^SKs...^^^^^^