Membenci Cinta

Membenci Cinta
Jeritan Hati Anak


__ADS_3

Ibu, seandainya lelahku ini bisa membuatmu tersenyum bangga memiliki aku, aku rela.


Bu jika kau ingin aku mati sekalipun aku akan mewujudkan apa yang kau inginkan karena setelah ayah tiada hanya kau yang tersisa dan kakak-kakakku.


Ibu kau pokus utamaku. Jika kau bahagia atas kerja kerasku maka akan ku katakan kerja kerasku tak sia-sia. Tapi bu, tolong jangan terlalu sering mengatakan padaku "lebih baik mati..." karena jika kau terus seperti itu, itu hanya akan membuat aku terlihat buruk bagimu.


Aku tau aku belum cukup mampu untuk menjadi sebanding dengan yang lain karena itu aku selalu berusaha yang terbaik untuk membuat dirimu bangga akan hadirku.


Ibu tahukah engkau jika kadang aku berpikir hubungan kita itu seperti seorang atasan dengan bawahannya dan aku berperan sebagai bawahanmu?


Bukan tanpa alasan aku berpikir seperti itu tapi karena seolah kau tak mengizinkan aku untuk diam dan saat aku diam kau akan terus mengatakan pada berbagai orang bahwa aku tak mengerjakan apa-apa bahkan kau mengadukan aku pada kakak-kakakku.


Bukankah itu terlihat seperti aku seorang bawahan kecil ini sedang diadukan kepada bos besar?


Sungguh indah bukan hidupku sehingga kadang bos besar turun tangan untuk menanganiku sendiri?


Bagaimana orang diluar sana tak iri padaku yang secara langsung diperhatikan oleh bos besar?


Haha... Sungguh aku ingin tertawa lepas karena hal ini namun sayangnya dadaku terlalu sesak untuk tertawa lepas.


Menangis pun aku takut akan ada banjir yang akan datang karena air mataku yang berlinang seperti air terjun:')


Tahukah kau bu, saat ini aku mengatakan seperti itu karena aku sudah tak sanggup untuk menahannya sendiri lagi?.


Aku diam tanpa alasan. Aku juga berbicara karena ingin menyampaikan pendapatku saja diterima atau tidak itu hak mu.


Aku sungguh tertekan akan perasaan ini, aku ingin menjadi yang terbaik untukmu namun nyatanya aku adalah yang terburuk bagimu.


Kadang kala aku memilih pergi menjauh darimu bukan tanpa alasan tapi karena sedang tak ingin berdebat panjang lebar dengan dirimu.


Aku berpikir lebih baik menjauh sejauh jauhnya darimu karena aku berpikir bahwa aku sebenarnya adalah beban dimatamu.


Ibu jika suatu saat aku pergi semoga kau masih sempat untuk berdoa untuk diriku.

__ADS_1


Bu, maafkan aku yang selaku anakmu ini belum bisa membuat dirimu bangga akan hadirnya diriku.


Maafkan aku yang tidak sebanding dengannya.


Ibu suatu saat aku akan mendahului mu untuk pergi jauh. Aku berkata begini karena aku benar-benar merasa lelah dan tertekan atas semua keinginan yang kau katakan padaku.


Kau yang seolah mendorong aku agar berjalan ke tempat yang lebih tinggi namun aku belum mampu hingga akhirnya terjatuh dari ketinggian.


Ibu aku mungkin tidak tahu bagaimana kehidupanmu dimasa lalu sebelum hadirnya diriku ini, tapi bolehkah jangan kau samakan aku dengan dirimu?


Jujur saja kau terlalu banyak menuntut diriku menjadikan aku tertekan secara fisik maupun batin.


Ibu, aku tak mampu berbicara secara langsung dengan dirimu maka dari itu aku menulisnya disini.


Aku tak ingin membicarakan ini secara langsung karena aku tak ingin hatimu terluka olehku, tapi dengan ini kau tak akan tau siapa aku dan mungkin hanya berpikir ini hanya sekedar tulisan saja.


Tak masalah bagiku jika kau tak percaya ini, namun harus kau ketahui bahwa ini benar-benar ditulis oleh anakmu.


Ya, ini aku bu. Anak yang mungkin selama ini kau anggap telah kau manjakan namun sebenarnya telah kau jerumuskan kedalam jurang keputusasaan karena tidak mampu membuat dirimu puas akan kerja kerasku ini.


Bu, menurutmu pernahkah kamu mendukung diriku? Bagaimana caramu mendukung ku? Apa dengan membandingkan diriku dengan yang lalain agar aku paham dan tau kekurangan diriku sendiri?


Pernahkah kau berpikir bagaimana perasaanku saat itu?


Akan ku katakan bu, Itu sangat menyakitkan!


Tak ada lagi kata-kata yang ingin ku ukir untuk memperbaiki semua ini, namun itu cukup menjelaskan apa yang aku rasakan saat ini.


Ibu, aku selama ini bertahan bukan hanya dari tekanan mu saja.


Aku harus menerima hal-hal lain diluar lingkungan keluarga seperti sekolah dan lingkungan masyarakat juga.


Bu, pernahkah kau berpikir alasan tangisan disaat kepulangannya diriku saat sekolah usai?

__ADS_1


Pernahkah kau tau apa yang mereka lakukan padaku di sekolah?


Pernahkah kau selidiki atau mencari tahu apa yang terjadi? Tidak! Yang kau tau aku pulang dan menangis karena di ejek bukan?! Jika kau ingin tau bukan hanya itu aku bahkan diadu dombakan dengan guru dan teman-temanku.


Bahkan ada yang melempar batu dan es ke arahku yang paling menusuk sampai saat ini adalah ketika ada orang yang mengatakan akan menusuk mataku menggunakan belati.


Tahukan kau akan hal itu ibu?!


Kau tak tau karena kau tak pernah mencari tahu dan kau akan selalu mengatakan : "Tak apa jika saat ini kau tidak memiliki teman karena dulu kakakmu pun begitu ..."


Ibu, kenapa kau selalu bandingkan aku dengan mereka? MENGAPA HAH?!


Apa aku tak diharapkan oleh dirimu? Apa karena aku terlalu banyak menyusahkan dirimu karena sakitku bu?


Ibu, sejujurnya akupun sedih kala aku sakit karena harus terus merepotkan dirimu.


Bu, mungkin aku adalah beban terbesar dalam hidupmu karena sakitku dan kenakalan ku. Benarkan bu?


Ibu, untuk kesekian kalinya aku ingin minta maaf lewat tulisan ini, meski aku tak tau akankah kau membacanya atau tidak tapi setidaknya lewat tulisan ini aku curahkan isi hatiku mewakili beberapa orang yang merasakan perasaan yang sama denganku.


Lewat ini semoga yang membaca mengerti kesulitan seorang anak dan seorang anak bisa lebih terbuka kepada kedua orang tuanya.


Lekas sembuh untuk orang-orang yang pernah tersakiti fisik maupun batinnya. Semoga selanjutnya kau bisa lebih baik lagi sampaikan apa yang kau pendam meski lewat tulisan asalkan tidak membuat kepribadian dirimu menjadi lebih buruk.


Selamat tinggal kawan semoga berjumpa lagi di lain episode...


Jangan lupa dukung author ya...


**Biar semangat bikin ceritanya dan membuat pembaca bahagia...


Like, Komentar dan vote nya ya...


Eh jangan lupa tambahkan ke Favorit ya..

__ADS_1


Dukungan kalian semangat bagi author😘


Love You guys**....


__ADS_2