
Aku tau aku tak sebanding dengan dirinya.
Dan aku mengerti bahwa setiap hal yang ku lakukan bukan apa-apa bagi dirimu.
Aku yang selalu kau salahkan.
Aku tau aku memang tak bisa diandalkan namun pernahkah kau berpikir betapa keras aku berusaha untuk jadi yang terbaik untuk mu dan mereka?
Aku selalu saja kau salahkan. Aku selalu kau bandingkan. Aku kau jadikan pelampiasan.
Apa ini disebut takdir? Atau sejenis rasa tidak bisa diandalkan?
Apa aku seburuk itu? Hingga kau terus menerus menyakiti hati kecilku?
Aku tau aku bukan orang yang baik namun aku juga terkadang ingin merasakan kehangatan.
Apalah itu cinta yang selalu melukai hati.
Apa ini yang dinamakan ikatan persaudaraan?
Kadang aku iri dengan orang luar yang kau anggap sebagai adikmu. Kau memperlakukan dia dengan istimewa sedangkan aku?
__ADS_1
Aku terlalu sombong, egois, pemarah dan tak penting dalam kisahmu. Aku bukan peran utama disini melainkan hanya peran pengganti dirinya saja. Aku mengerti bahwa aku bukan siapa-siapa jadi kau tak bisa mengandalkan diriku untuk saat ini.
Aku harap kau mampu menunggu diriku sukses menjalankan apa yang belum aku lakukan. Meski aku tak tau kapan aku akan bertemu jodohku dalam hal pekerjaan, uang, kesehatan dan yang lainnya.
Aku masih sebuah beban bagi dirimu dan aku yang terus menerus membuat dirimu menderita.
Aku bukan siapa-siapa. Aku menjadi peran utama hanya dalam kisahku saja bukan kisahmu.
Mungkin kita dari awal memang tidak saling mengenal dengan baik karena kita hadir dengan jalan yang berbeda, kehidupan yang berbeda.
Kau hidup dalam keadaan susah namun dengan penuh cinta sedangkan aku hadir dan hidup dalam keadaan mewah namun tanpa cinta.
Karena cinta kasih mereka lebih diperlihatkan untuk kalian sedangkan untuk diriku tidak diperlihatkan.
Selain Sang Pencipta dan diriku sendiri apa ada yang mengenal diriku dengan baik?
Bukankah sudah jelas tidak ada?! Jangan tanyakan orang tua. Bukankah mereka mengatakan tau yang terbaik untuk anaknya padahal itu yang terbaik untuk dirinya sendiri.
Jika itu yang terbaik untuk kita bukankah harus bertanya dan mengetahui pendapat kita?!
Hidup dalam keinginan orang lain, tak pernah memilih karena setiap pilihan yang ku pilih selalu kau salahkan.
__ADS_1
Aku tau hadirku mungkin hanya pelengkap dan aku adalah harapan tapi apakah aku perlu terus-menerus hidup seperti ini?
Aku seperti hidup namun sebenarnya aku telah mati.
Aku lelah hingga kadang berpikir untuk menyerah namun aku tak ingin pengorbanan ku selama ini sia-sia begitu saja jika aku menyerah saat ini.
Untuk sampai disini aku telah menanggung tak sedikit rasa sakit dari penghinaan, cacian dan patahan dari ratusan orang.
Kadang mereka datang untuk memuji namun sebenarnya mereka membutuhkan bantuanku.
Aku terlalu percaya diri mungkin itu yang kau pikirkan tapi itu nyata mereka yang datang padaku hanya membutuhkan bantuan tapi kadang disaat aku sedang berusaha untuk menunggu saja mereka tak mau dan lebih memilih meninggalkan aku dalam kegelapan.
Sendirian memang bukan pilihan tapi dengan sendiri aku tau bahwa kadang aku perlu mandiri. Aku perlu belajar untuk tidak mengharapkan orang lain. Aku perlu menjadi diriku sendiri.
Selamat pagi dan semoga sukses untuk diriku sendiri yang tak ingin memikirkan orang lain.
...Jangan lupa dukung author ya......
**Biar semangat bikin ceritanya dan membuat pembaca bahagia...
Like, Komentar dan vote nya ya...
__ADS_1
Dukungan kalian semangat bagi author😘
Love You guys**....