
Aku kunjung berduka cita atas hilangnya rasa cinta yang selama ini menetap di dalam hati hingga saat ini menusuk sampai ke dalam dada.
Aku ucapkan maaf atas kesalahan yang pernah ku perbuat kepada kau dan memohon untuk memaafkan segala kekurangan dari diriku yang selama ini menetap karena rasa yang saat ini menyakitiku.
Terima kasih karena telah singgah dihatiku, untuk kedepannya aku harap kau menjadi lebih baik dari sebelumnya dan memperlakukan dia lebih baik dari kau memperlakukan diriku saat bersamamu.
Aku cukup sadar diri.
Aku memang tak secantik dirinya.
Aku tak sehebat dia tapi satu hal yang menjadi kelebihan diriku adalah selalu mau menjadi pendengar yang baik dan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik.
Sebisa mungkin tidak melanggar aturan dan selalu menaatinya, menjalankan apa yang sudah menjadi kewajiban untuk dilakukan.
Aku tidak pernah berlebihan dalam apapun namun saat tersakiti semua hal dilebih-lebihkan.
Aku selalu ingin menjadi yang terbaik dan enggan dibandingkan dengan yang lain.
Aku tau aku egois tapi aku yakin tak akan ada yang sanggup menjadi diriku. Meski terlihat baik-baik saja namun nyatanya tak sebaik yang terlihat.
Jika ini kehidupan di novel atau komik mungkin aku adalah pemeran utama wanita yang teraniaya hatinya dan mungkin terdapat kerusakan batin mengubah psikologi nya menjadi lebih mengerikan.
__ADS_1
Aku mungkin pemeran utama wanita tapi nyatanya aku hanya pengganti seseorang yang telah tiada.
Entahlah aku pemeran utama seperti apa tak ada yang tau selain Sang Pencipta sedangkan aku sendiri hanya hadir sebagai aktris yang menjalankan semua skenarionya tanpa mengubah alur cerita dan menjadikannya lebih menarik dan erotis.
Aku sudah tak tertarik tentang apapun selain kebahagiaan yang seperti mimpi dalam hidupku.
Aku tak tau mengapa tapi aku sering merasa tersakiti dan diabaikan. Kadang aku berpikir mungkin itu hanya perasaanku saja tapi aku juga menyangkalnya karena itu terlalu sering terjadi.
Sering tanpa diduga aku menginginkan hal yang tak seharusnya aku inginkan.
Tak jarang aku berpikir untuk mencabik-cabiknya menjadi beberapa bagian agar dapat menghilangkan perasaan menyakitkan yang menjadi hambatan bagi diriku sendiri.
Entahlah aku kejam seperti ini juga karena sikap dan lingkungan yang mereka berikan padaku jadi apa salahnya jika sedikit bermain-main dengan yang mereka namakan kehidupan.
Lelah, letihku akan menjadi kenangan dalam perjalananku kali ini. Mungkin saat ini sudah waktunya mengembalikan semuanya kepada Sang Pencipta agar dia yang mengaturkan suatu yang terbaik bagi diriku.
Aku punya dia jadi untuk apa aku repot dengan hal-hal yang berbau duniawi ini?
Aku hanya perlu bertahan sedikit lebih lama lagi agar aku bisa bertemu dengannya dimanapun nanti karena alasan keberadaan diriku selama ini adalah dia bukan yang lainnya.
Rindu ini sudah bukan lagi sekedar perkataan yang bisa diungkapkan dengan kata-kata bukan juga dengan air mata bahkan senyum bahagia.
__ADS_1
Ini semua seperti hampa yang menerpa diri kala kehilangan sesuatu yang dianggap berharga.
Akh... Sudahlah tak ada artinya lagi untuk tetap disini. Sudah waktunya menyerahkan semuanya pada Sang Pencipta.
Selamat pagi penunggu hatiku semoga kau selalu mengingat diriku meski aku sudah bukan siapa-siapa bagimu...
^^^^^^Selamat tinggal^^^^^^
^^^^^^...^^^^^^
Jangan lupa dukung author ya...
**Biar semangat bikin ceritanya dan membuat pembaca bahagia...
Like, Komentar dan vote nya ya...
Dukungan kalian semangat bagi authorš
Love You guys**....
Follow authornya juga ya...
__ADS_1
Masukan favorit author bahagiaš