
Suatu hal yang ku ingat dan mungkin tak akan terlupakan karena rasa sakitnya dan pelajaran yang terdapat didalamnya.
Diantaranya :
Saat umur ± 6 tahun ditinggalkan sendiri diatas ayunan hingga terjatuh kepala lebih dulu yang menyebabkan rasa takut jika menaiki ayunan.
Saat umur ± 9 tahun dibully karena terlalu dekat dengan teman laki-laki.
Saat umur ± 11 tahun ayah meninggal lebih tepatnya 6 hari setelah aku ulang tahun dan saat itu aku meminta untuk merayakan ulang tahun dan beliau meminta ibu untuk membuat kue bolu pisang. Aku menanggap itu permintaan terakhirnya dan sejak saat itu aku kurang menyukai hari ulangtahun ku sendiri tapi aku tetap selalu menginginkan hadiah meski tanpa perayaan.
Saat umur ± menginjak 12 tahun ditinggalkan sendirian saat harus mengerjakan tugas kelompok dan saat itu aku mulai merasa tak memiliki teman namun ada seseorang (laki-laki) yang akhirnya mau berkelompok denganku tapi sayangnya saat ini hubungan ku dengannya sedang renggang.
Saat umur ± 12 tahun dikhianati dan dibully oleh seorang yang dinamakan sahabat (perempuan). Akibat yang ku rasakan aku mulai tak percaya akan suatu hubungan.
__ADS_1
Saat umur ± 13 tahun karena mata ku bulat (blo) dan jarang menengok saat melihat lebih sering hanya mengandalkan ekor mata lalu di kakak kelasku berkata "gimana kalau itu mata ditusuk aja pake belati..." Saat itu akibat yang diterima adalah lahirnya jiwa kejam dan terpuruk dalam hati karena selalu dinilai salah dimatanya.
Satu tahun kemudian aku penasaran dengan yang dinamakan pacaran di dunia "real non visual" dan kebetulan ada seorang kakak kelas yang menyatakan perasaanya aku berusaha membuka hati walaupun orang yang ku sukai bukan dia tapi aku berusaha yang terbaik untuknya namun yang ku terima adalah aku yang dikhianati olehnya yang menjalin hubungan dengan adik kelasku. Saat ini kepercayaanku pada sebuah hubungan makin menurun.
Tak lama setelah itu aku dekat lagi dengan kakak dari teman sekelasku yang perawakannya agak gemuk dan bisa dikatakan sama dengan mantanku, lantas aku sering diejek kalau aku menyukai laki-laki gemuk.
Setelah dan sebelum semua itu terjadi aku adalah seorang anak nakal. Kenapa? Aku memang sekolah di Madrasah namun mungkin semua orang juga tau setiap orang pernah nakal. Waktu itu aku sering sepulang sekolah langsung pulang lalu langsung pergi main lagi sampai saat pulang sudah waktu sholat isya karena kita bermain terlalu lama dan juga aku mengendarai sepeda motor. Sebenarnya aku telah ditelepon oleh ibu dan kakak-kakakku agar pulang namun aku yang saat itu bonceng tiga tidak bisa pulang karena satu orang dari kita ada yang sedang menunggu seseorang sampai-sampai saat orang itu datang diwaktu sore yang membuatku terpaksa pulang malam dengan ibu dan kakak-kakakku yang menelpon membuatku merasa tidak nyaman hingga saat mengendarai kendaraan dengan tergesa-gesa dijalanan yang kurang bagus dan juga merupakan turunan terjal membuatku terjatuh dengan kedua temanku anehnya satu diantara kami tidak terluka namun aku yang mengendarainya terluka lumayan parah hingga lututku berdarah dan juga lecet-lecet ditambah dengan body motor yang lecet karena tergores.
Bukan satu atau dua kali aku terjatuh saat bermain hingga malam pernah juga karena tidak diijinkan pergi dan aku memaksakan pergi bermain saat pulang aku terjatuh dari sepeda motor hingga mika kaca lampu jarak jauh di motorku pecah. Jangan tanyakan soal diriku karena sudah dipastikan aku terluka cukup parah bukan cuma lecet atau berdarah ini bahkan membuat celana ku bolong karena benturan antara tulang dan batu dijalanan.
__ADS_1
Pernah juga sekali karena berniat menghemat bensin saat berkendara hingga mesin di matikan dan tanpa sengaja oleng aku sih gak papa cuma teman yang ku bonceng kakinya terkena knalpot dan menyebabkan luka bakar sehingga aku yang kebetulan waktu itu mau kesekolah terpaksa pulang menantarnya dulu lalu balik lagi kesekolah walaupun telat dan memberitahukan pada guru mapel bahwa dia sakit dan banyak lagi kejadian yang terjadi selama aku di Madrasah bahkan sampai aku di ejek, dikatai menyukai seseorang karena saat bermain aku tidak membawa motor sendiri dan di bonceng oleh teman laki-laki tapi dia mengendarai motornya dengan kecepatan diatas 120km/jam yang membuatku tanpa sadar memeluknya dengan erat karena takut terjatuh sedangkan aku yang biasanya tak pernah memeluk seseorang saat dikendaraan karena waktu kecil aku diajak jalan-jalan oleh kakakku namun aku tidak diperbolehkan memeluknya karena katanya pengap dan dia menyuruhku untuk berpegangan pada jaketnya sejak itu sampai sekarang jika tidak terpaksa atau mepet aku tak pernah memeluknya.
Tak ada lagi yang istimewa sejak aku memutuskan untuk mulai tak mempercayai suatu hubungan karena aku menjadikan semuanya bak tak pernah terjadi namun ada satu hal yang sampai saat ini masih mengganjal di pikiran dan menjadi sebuah atau suatu yang masih meminta penjelasan dan ingin membalaskannya yaitu ketika aku katanya mendapat bantuan dari pemerintah namun karena aku sudah melunasi pembayaran guru yang bersangkutan berbicara sesuatu hal yang membuat ibuku menangis dan itu masih menjadi suatu hal yang sangat ingin ku perjelas karena itu merusak suatu hal baik yang sedang ku lakukan hingga sampai aku ingin membunuhnya bahkan memberinya racun sayangnya ada seorang teman yang menahannya dan sampai saat ini aku masih belum membalasnya dan itu telah menjadi tujuan yang memerlukan penyelidikan pada masa depan nanti.
Suatu ketika saat aku sedang bercerita kepada seorang teman tentang aku yang tak mempercayai suatu hubungan,iya mengatakan bahwa "aku pun pernah merasakan itu namun aku terus berusaha percaya meski lagi dan lagi dikhianati..." Lantas aku bertanya kembali, " mengapa kau begitu baik?" Ia pun menjawab "Karena aku yakin Tuhan punya banyak cara untuk membuat kita bahagia..." ujarnya yg membuat diriku merasa tersentuh juga berpikir bahwa mencoba kembali pun tak ada salahnya.
Aku memilih satu orang untuk menjadi awal dimana aku mempercayai kembali seseorang. Dia temanku, kami cukup dekat hingga saat ini kami pun satu tempat kerja meski panggilan kita tak dihari yang sama. Awalnya aku dan dia berpikir akan bekerja terpisah namun Tuhan mempertemukan kita kembali entahlah sejak saat itu aku mulai percaya pada takdir Tuhan setelah sekian lama aku tersesat...
Jangan lupa dukung author ya...
**Biar semangat bikin ceritanya dan membuat pembaca bahagia...
Like, Komentar dan vote nya ya...
Dukungan kalian semangat bagi author😘
Love You guys**....
__ADS_1
Follow authornya juga ya😁