
Ayana mengantar afdhal pulang ke rumah tadi juga mereka udah mampir ke apotik membeli obat dan antiseptik untuk mengobati luka afdhal.
" Kak jangan kasih tau ayah masalah ini ya" Ucap afdhal yang sedang duduk di jok belakang, ia dibonceng oleh Ayana karena tangannya juga sakit akibat kejadian itu.
" Nggak kok dek, kakak juga gak mau ayah khawatir kalau tau soal ini" Ucap Ayana
" Kak maafin aku ya, nyusahin kakak terus. Aku gak tau kalau masalahnya sampai seperti ini" Ucap afdhal yang merasa sedih karna masalahnya kakaknya jadi susah.
" Ini kewajiban kakak buat jagain kamu, lagian ini juga bukan salah kamu dek, kakak tau kamu udah jujur, tapi gimana namanya berurusan sama orang kaya, kita gak akan menang. Mereka punya uang untuk mengendalikan semuanya " Ucap Ayana
" Terus gimana sama uang ganti ruginya kak, 100juta bukan uang yang sedikit kak, apa aku kerja aja kak buat bantu kumpulin uangnya? " Ucap afdhal yang memikirkan uang ganti rugi yang diminta oleh ibunya Vino.
" Nggak, kamu gak boleh kerja dek. Kamu harus fokus kuliah. Untuk urusan uangnya biar kakak nanti yang pikirin, kamu jangan pikirkan itu ". Ucap Ayana, ia tak ingin adiknya ikut pusing, biar saja ia yang menanggung semuanya.
***
" Ckitttttt.... "
Suara mobil yang ngerem mendadak karena hampir menabrak seseorang.
" Sam, lo gila ya, kalau lo mau mati jangan ajak gue" Sembur Aslan yang terjungkal ke depan karena Samuel ngerem mendadak
__ADS_1
" Eh sorry lan, gue ngerem gara-gara tu cewek yang bawa motor gak bener. Dia mau belok kanan tapi gak nyalain sen dulu, terus tiba-tiba belok aja. Hampir gue tabrak tadi kalo gue gak cepet cepet injak rem" Jelas Samuel yang kesal pada cewe pengendara motor itu
Lalu Samuel keluar dari mobil untuk memberitahu gadis itu bahwa dia salah. Dan ternyata gadis itu adalah Ayana dan adiknya afdhal. Ayana tengah melamun tadi sehingga lupa menyalakan sen motornya, dan ia langsung belok kanan.
" Maaf Pak Samuel saya tadi gak fokus bawa motornya, ini memang salah saya. Sekali lagi saya mohon maaf Pak" Ucap Ayana meminta maaf karena kelalaiannya menyebabkan mobil itu ngerem mendadak dan ternyata mobil itu milik sang CEO dan asistennya.
" Iya nggkpapa Ayana, lain kali kamu hati-hati ya. Bahaya soalnya kalo gak fokus dalam berkendara " Ucap Samuel lembut ia tak menyangka gadis yang membuatnya kesal itu adalah Ayana.
" Iya Pak terimakasih, lain kali saya akan hati-hati " Ucap Ayana yang tak enak pada Samuel.
" Tittt... Tittt.. Tiiitt..." Suara klakson dari dalam mobil Samuel, Aslan yang terus menekan klakson itu karena Samuel yang lama di luar. Aslan sudah melihat Ayana dari dalam mobilnya.
Ternyata wanita itu lagi, ngapain dia berkeliaran di jam kantor. sama brondong pula, apa dia lebih mementingkan untuk pergi kencan daripada bekerja. Batin Aslan yang menyangka Ayana sedang berkencan dengan pacarnya.
" Iya Pak, terimakasih " Jawab Ayana.
" lo ngapain sih Sam di luar, lama banget" Kesal Aslan
" iya sorry, wanita itu ternyata Ayana lan , jadi gue ngobrol bentar sama dia". Terang Samuel
" gue tau, tapi kita lagi buru-buru. lo malah sibuk godain tu cewek. udah ayo cepet jalan" Ucap Aslan, mereka akan pergi untuk melihat proyek pembangunan mall.
__ADS_1
***
Pak hadi curiga melihat afdhal yang pulang dalam keadaan luka di bagian wajahnya. afdhal sudah mengatakan bahwa dia terjatuh dari motor, tapi Pak hadi tak percaya. karena jika jatuh dari motor, yang akan sakit pasti badannya, tangan, atau kaki. tidak mungkin luka di bagian wajahnya saja. Pak Hadi tau luka di wajah afdhal adalah luka pukulan. tapi afdhal tak berani jujur.
" Ayana bagaimana kabar adikmu apa dia baik-baik saja" tanya Pak Rifqi setelah Ayana tiba di kantor. karena Ayana izin mengatakan ia dipanggil oleh pihak kampus tempat adiknya kuliah. Ayana memang langsung ke kantor setelah mengantar afdhal pulang.
" iya Pak, semuanya baik-baik saja" bohong Ayana, ia tak ingin menceritakan masalahnya pada orang lain.
" syukurlah kalau begitu" ucap Pak Rifqi lalu pergi ke ruangannya
Ayana tak tau harus meminjam uang dimana, ia tak enak meminjam uang pada Pak Rifqi, ia baru gajian seminggu yang lalu, tapi uangnya kepake untuk biaya pengobatan ayahnya dan kuliah afdhal. lagipula jika ia meminjam pada Pak Rifqi, karyawan lain akan iri dan benci sama dia, lantaran Pak Rifqi yang selalu baik dan memperhatikannya lebih dari karyawan lainnya.
dan kalau dia meminjam di lila, itu juga tak bisa. karena lila baru saja di tipu sama pacarnya, uangnya 200 juta hasil tabungannya selama bekerja dibawa kabur sama pacarnya, lila sedang bersedih sekarang. Ayana tak mungkin meminjam pada lila.
Ayana semakin bingung, lalu tiba-tiba Ayana teringat pada Pak surya. "apa aku pinjam uang di Pak surya aja ya, tapi bagaimana dengan perjodohan itu" batin Ayana
***
Ayana bertemu dengan Pak Surya di sebuah cafe. Sebenarnya ia tak mau meminjam uang pada Pak surya, tapi ia tak punya pilihan lain. Dia hanya diberi waktu dua hari untuk membayar uang ganti rugi itu.
" Pak terimakasih banyak sudah membantu saya, saya janji akan mengembalikan uang bapak secepatnya " Ucap Ayana setelah Pak surya membantunya.
__ADS_1
" Sama-sama nak, kamu tidak perlu khawatir untuk cepat cepat mengembalikannya" Ucap Pak Surya, beliau mengatakan itu karena tau Ayana tak pernah mau diberi secara cuma-cuma..