
" Nama saya ayana pak" Jawabnya singkat sambil tersenyum.
" Nak Ayana terimakasih telah menyelamatkan bapak, bapak tidak tau bagaimana cara membalas kebaikan kamu" Kata bapak itu berterimakasih kepada Ayana
" Sama-sama Pak, saya ikhlas kok nolongin bapak" Kata Ayana dengan lembut
" Ya nak sekali lagi terima kasih nak sudah menolong bapak, ini kartu nama bapak, kapanpun kamu butuh bantuan bapak, kamu bisa hubungi bapak, bapak akan dengan senang hati membantu kamu" Kata bapak itu dengan tulus
" Baik Pak, terimakasih, saya pergi dulu, assalamu'alaikum " Pamit Ayana
" Wa'alaikumussalam, sepertinya dia gadis yang baik, dia bahkan tak meminta uang karna telah menyelematkan ku, jika orang lain sudah pasti memanfaatkan keadaan ini untuk mendapatkan uang" Gumam bapak itu memikirkan ayana yang menurutnya orang yang tulus dan baik.
Bapak yang Ayana selamatkan itu bernama Surya Kusuma, lelaki paruh baya yang merupakan orang kaya yang mempunyai perusahaan besar di kota Z yaitu Kusuma group. Beliau merintis perusahaannya dari nol sampai di titik sekarang ini. Namun pak surya sudah tidak menjabat lagi sebagai pimpinan perusahaan semenjak beliau sakit. Beliau memiliki riwayat penyakit jantung. Beliau sudah memindahkan kekuasaannya kepada putranya yang bernama Aslan ardianta.
Di mansion pak surya, terlihat mobil mewah memasuki halaman rumahnya. Kemudian terlihat seorang pria tampan keluar dari mobil tersebut.
" Bik dimana papa? " Tanya seorang pria tampan, bertubuh atletis dengan garis wajah yang tegas, hidung mancung, dengan alis yang tebal serta kulitnya yang putih terawat. Dia adalah Aslan pria berusia 29 tahun yang sekarang menjadi seorang CEO muda yang sukses menggantikan ayahnya di Kusuma group.
Walaupun sikapnya yang angkuh namun ia tak pernah main-main dalam membangun perusahaan, semenjak ia menggantikan ayahnya sebagai pimpinan perusahaan, Kusuma group berada di puncak ke-emasan. Kusuma group yang hampir ingin meredup ia bangkitkan lagi hingga berada di puncak kejayaan. Sehingga ia sangat terkenal di dunia bisnis, sebagai pebisnis muda yang sukses, dengan itu banyak sekali kaum hawa yang mencoba untuk mendekatinya.
Tapi ia seperti tak tersentuh, bukan karena tak menginginkan seorang wanita, melainkan karena trauma masa lalu, ia pernah mencintai seorang wanita, tapi ia dikhianati. Sejak saat itu, ia tak ingin lagi untuk jatuh cinta. Karena menurutnya cinta hanya akan merusak dirinya.
__ADS_1
" Di taman belakang, tuan" Jawab sang bibik
Aslan langsung menuju ke taman belakang rumahnya untuk menemui papanya.
" Papa, apa benar papa mengalami kecelakaan? " Tanya nya dengan nada khawatir
" Darimana kamu tahu? " Jawab papanya
" Tidak penting aku tau darimana, apa benar papa kecelakaan, tapi yang ku lihat sekarang papa baik baik saja tidak terlihat sakit" Terang Aslan
" Papa emang hampir ditabrak, tapi beruntung ada gadis baik yang menyelamatkan papa" Jelas papanya
" Kamu salah Aslan, papa sudah bilang dia gadis baik dia bahkan tak meminta sepeser pun uang papa" Terang papanya
" Aku tidak percaya ada gadis yang seperti itu, kita lihat saja kedepannya dia pasti akan meminta balasan" Kata Aslan kekeh dengan pendapatnya
" Terserah kamu saja. Apa papa harus sakit dulu baru kamu mau pulang menjenguk papa Aslan? " Tanya papanya dengan wajah sedih, Aslan memang jarang pulang ke rumah, ia memilih untuk tinggal sendiri di mansion nya. Ia hanya pulang ketika mendengar papanya sakit atau ada obrolan penting yang harus dibicarakan dengan papa nya.
Aslan adalah anak tunggal, oleh karena itu papanya merasa kesepian ketika Aslan memilih pindah rumah. Namun beliau tidak melarang Aslan untuk pergi karena Aslan sudah dewasa dan mandiri.
" Apa yang papa katakan, akhir akhir ini aku sibuk. Banyak proyek yang harus diselesaikan " Aslan menjelaskan dirinya sibuk sehingga tak bisa sering berkunjung ke rumah papanya
__ADS_1
" Sibuk bekerja atau kau sibuk dengan dunia malam mu? Aslan kau sudah dewasa sampai kapan kau akan seperti ini, sudah cukup kau menikmati masa lajangmu, papa ingin melihatmu menikah. Jangan karena trauma masa lalu kau takut untuk menjalin cinta, itu hanya masa lalu kau tak perlu melihat nya lagi, sekarang fokus untuk masa depan mu nak. Kau harus membina rumah tangga dengan wanita yang baik" Papanya menasehati Aslan karna ia tak kunjung ingin menikah padahal usianya sudah matang.
" Berubah tidak semudah itu pa, urusan menikah untuk saat ini Aslan belum memikirkannya, papa tak perlu mengkhawatirkan soal itu. Aku akan kembali ke kantor jaga kesehatan papa" Jawab Aslan dengan keras kepala.
Aslan pergi meninggalkan papanya yang terlihat kecewa dengan keputusannya.
" Aslan nak kapan kau datang? " Sapa seorang wanita paruh baya ketika melihat Aslan keluar dari belakang rumah.
" Barusan" Jawab Aslan singkat karena tak ingin berbicara banyak dengan wanita itu
"Aslan tunggu kamu mau kemana, kamu baru saja tiba kenapa mau pergi lagi? " Cegah wanita itu ketika melihat Aslan berjalan keluar.
" Aku ada urusan tan" cicit Aslan singkat
"Tapi nak, apa kamu tidak mau makan dulu" Ucap tantenya yang mungkin sudah tak di dengar oleh Aslan karena Aslan sudah masuk ke dalam mobilnya.
" Dasar anak itu, kebiasaan tak pernah mau mendengar omongan orang lain" Gerutu tantenya.
Wanita paruh baya itu adalah rani novianti tante sekaligus ibu tiri Aslan. Dia adalah adik kandung dari Mama Aslan. Mama Aslan telah meninggal dunia karena sakit. Sebelum menghembuskan nafas terakhir mama Aslan berpesan kepada papa Aslan untuk menikahi Rani adiknya. Agar ada yang merawat Aslan dan suaminya.
Pak surya sangat mencintai istrinya, ketika istrinya tiada beliau sangat terpukul dan bersedih. Bahkan tak ada niat untuk mencari pengganti istrinya, tapi mendiang istrinya menginginkan dia menikahi adik iparnya yaitu Rani.
__ADS_1