
Di kantor Ayana tengah termenung di meja kerjanya. Ia masih memikirkan tentang perjodohan itu, ayahnya memang tak memaksanya untuk menerima. Tapi hati kecilnya merasa tertekan jika menolak, mengingat semua kebaikan pak surya pada keluarganya. Ketika masih termenung, Ayana dikagetkan dengan suara dering ponselnya..
" Halo, apa ini dengan kakaknya afdhal? " Tanya seseorang di telepon
" Benar, saya kakaknya afdhal, ini dengan siapa ya?" Jawab Ayana
" Kami dari pihak akademik dan kemahasiswaan universitas x meminta anda untuk datang ke kampus, adik anda membuat masalah. Jadi kami mau anda datang sekarang untuk membicarakan masalahnya " Ucap seseorang yang merupakan petugas layanan akademik dan kemahasiswaan dari kampus tempat afdhal kuliah
" Baik Pak, saya akan segera ke sana " Ucap Ayana kaget, lantas ia meminta izin langsung pada pak Rifqi untuk ke kampus. ada apa dengan afdhal, kenapa dia bisa membuat masalah di kampusnya, tak biasanya ia seperti ini. Dia anak yang baik dan penurut, tak mungkin membuat masalah jika tidak ada penyebabnya. Batin Ayana bertanya-tanya
***
Sampai di kampus Ayana langsung menuju ruang akademik untuk bertemu adiknya, disana terlihat beberapa orang diantaranya adiknya, petugas akademik, dan seorang ibu yang Ayana tidak tau siapa itu
" Permisi pak, saya Ayana kakaknya afdhal, apa yang terjadi sebenarnya pak" Ucap Ayana langsung berbicara pada intinya
" Oh jadi kamu kakaknya si brandalan ini, asal kamu tau ya, adik kamu ini sudah memukul anak saya sampai pingsan, saya tidak mau tau kamu harus tanggung jawab atau jika tidak saya akan tuntut adik kamu" Ucap seorang ibu dengan marah yang ternyata dia adalah ibu dari anak yang bermasalah dengan afdhal.
" Bu anda tenang dulu, kita akan bicarakan masalah ini baik-baik. Jika ibu tidak bisa tenang kita tidak bisa menyelesaikan masalah ini" Ucap petugas pria itu karena dari tadi ibu itu terus mengomel marah marah.
" Begini mbak, afdhal terlibat perkelahian dengan temannya Vino di depan pintu masuk kampus, afdhal memukul temannya sampai pingsan, dan sekarang dirawat di rumah sakit" Terang bapak itu
" Tapi pak apa ada bukti yang memperlihatkan adik saya yang duluan memukul temannya? Karena adik saya juga terluka pak " Ucap Ayana tak Terima bapak petugas itu menyalahkan afdhal sepenuhnya atas kejadian ini, karena adiknya juga terluka di bagian sudut mata dan bibirnya. Bagaimana bisa bapak ini hanya menyalahkan adiknya.
" Hei anak saya sedang terbaring di rumah karena adik kamu yang bar-bar ini, kamu masih cari bukti lagi haa? Anak saya sudah jadi bukti tindakan kriminal adik kamu tau gak " Cerca ibu itu lagi sambil marah
__ADS_1
" Tapi adik saya juga terluka bu, apa ibu tidak lihat. Ibu tidak bisa menyalahkan adik saya tanpa bukti yang jelas bahwa adik saya yang memulai perkelahian ". Ucap Ayana tak Terima adiknya terus disalahkan, ia bukan membela adiknya atas perbuatannya, tapi ia yakin afdhal tak akan memukul seseorang jika bukan orang itu yang memulainya.
" Afdhal ayo ceritakan bagaimana perkelahian itu bisa terjadi" Ucap Ayana lagi kepada adiknya yang diam sejak tadi sambil menahan sakit di bibir dan sudut matanya.
" Begini kak, tadi ketika aku mau pulang, di parkiran aku ketemu sama temen SMA aku namanya Tita. Dia bilang ingin nebeng mau pulang, katanya dia gak bawa motor, gak ada yang jemput juga. Jadinya aku pulang sama dia, tapi baru sampe pintu keluar kampus, Tiba-tiba vino datang nyegat aku sambil marah marah, tanpa ngomong apa-apa dia tiba-tiba nyerang aku bertubi-tubi, aku yang gak siap sampai terjatuh tapi dia tetap mukulin aku, jadi aku melawan kak, aku bisa mati jika gak melawan. Aku balik mukulin dia dan kami berkelahi tanpa ada yang misahin, sampai tiba-tiba vino berhenti mukulin aku, dan dia pingsan kan. Sumpah kak aku gak sengaja, aku juga gak tau kenapa dia bisa pingsan. Dan ternyata setelah aku tau alasan dia mukulin aku ternyata Tita adalah pacarnya vino, dia gak Terima aku boncengin Tita" Terang vino menceritakannya kronologis perkelahiannya dengan Vino. Yang ternyata hanya salah paham, dan gara gara wanita.
" Tu bapak dengar sendiri kan bahwa adik saya juga korban disini, dia nggak tau apa-apa. Bukan dia yang memulai perkelahian itu. Jadi jangan limpahkan semua kesalahan kepada adik saya" Tegas Ayana setelah mengetahui kronologis ceritanya dari adiknya.
" Jangan percaya pak, dia pasti mengarang cerita itu. Dasar anak brandalan, emang kamunya aja yang suka berantem kan, sampai anak saya terluka, itu gara-gara kamu" Cerca ibu itu ia masih tak percaya anaknya yang memulai semua itu.
" Bu tolong jaga bicara ibu, dari tadi ibu terus mengatakan adik saya berandalan. Apa ibu terima jika saya mengatakan anak ibu brandalan?" Ucap Ayana tak senang mendengar ibu itu terus memaki adiknya
" Begini saja pak, jika tidak ada CCTV di depan pintu kampus, bapak bisa panggil Tita dia adalah saksi mata dari kejadian itu, kita bisa tanya bagaimana yang terjadi sebenarnya " Tambah Ayana memberi solusi, agar mereka tak menyalahkan adiknya saja.
***
" Tita katakan dengan jujur, bagaimana perkelahian itu bisa terjadi, dan siapa yang memulainya duluan karena kamu yang berada di lokasi kejadian " Ucap bapak itu pada Tita yang terlihat takut.
" Cepatlah bicara Tita, jika memang ini semua karena kamu, kamu juga bakalan saya tuntut. Kenapa Vino bisa memiliki pacar seperti ini" Ucap ibunya Vino marah karena Tita tak kunjung bicara.
" Bu tolong anda jangan mengintimidasi Tita, jangan menakutinya untuk bicara jujur" Ucap Ayana yang tak Terima ibu itu mengancam Tita.
" Afdhal yang duluan pak memukul Vino, karena dia cemburu saya pacaran sama Vino. Vino emang datang hadang kita, Vino minta aku turun dari motornya afdhal, tapi afdhal tak Terima menghajar Vino " Ucap Tita dengan mengarang cerita, ia berbohong karena tak berani menghadapi keluarga Vino, ia tau Vino anak orang kaya. Dan juga ia takut dengan ancaman ibu Vino tadi.
" Itu gak benar pak, kejadiannya gak seperti itu. Tita kamu kenapa bohong, kenapa kamu tega fitnah aku. Aku udah percaya sama kamu" Ucap afdhal tak Terima.
__ADS_1
" Tita kenapa tak bicara jujur saja, jangan takut dengan mereka, karena jika kamu bicara jujur masalah ini akan cepat selesai" Ucap Ayana yang juga kecewa mendengar pengakuan Tita.
" Hei kalian berdua jangan lagi membela diri, apa kalian tak dengar dia bilang apa? Adik kamu lah yang bersalah, dia yang membuat masalah dengan anak saya. Dasar emang kalian orang miskin, udah tau miskin malah membuat masalah" Maki ibunya vino menjadi jadi.
" Ibu Mega tolong jangan membuat keributan disini, jika ibu masih tidak bisa diam, ibu bisa keluar sekarang dan saya tak akan menyelesaikan masalah ini" Ancam bapak petugas itu karena ia juga merasa kesal pada ibu vino yang terus menerus mengoceh sejak tadi
" Tita apa benar seperti itu kejadiannya, kamu tidak berbohong kan? " Ucap bapak itu lagi
" Tidak pak saya tidak berbohong, seperti itu kejadiannya " Ucap Tita tetap pada pendiriannya untuk berbohong.
Ayana dan afdhal tak bisa berbuat apa-apa, karena tak ada bukti lagi untuk membenarkan pengakuan afdhal. Tak ada CCTV di depan pintu keluar kampus, saat kejadian juga tak banyak orang lewat. Afdhal tak mengenali orang itu untuk dipanggil menjadi saksinya.
" Baiklah jika memang seperti itu kejadiannya, dalam hal ini afdhal yang bersalah. Afdhal kamu akan diskors selama seminggu tidak boleh masuk kuliah" Ucap bapak itu memberi putusan
" Tidak bisa seperti itu dong pak, anak saya terbaring di rumah sakit, masa iya hukumannya cuma itu. Saya gak mau tau pokoknya kamu harus ganti rugi 100 juta, untuk biaya pengobatan anak saya. Jika kamu tak mau, kamu akan saya tuntut sekarang juga karena tindakan penganiayaan ". Ancam bu Mega yang tak Terima afdhal hanya dihukum ringan.
" Ibu mau memeras kami ya, kenapa harus 100 juta, saya bahkan tidak banyak memukul Vino dialah yang lebih banyak memukul saya" Ucap afdhal tak Terima, lagian Vino juga pingsan bukan karena pukulan, Vino hanya tiba-tiba merasa sakit kepala dan pingsan sendiri.
" Saya nggak peduli, kamulah yang membuat anak saya seperti itu. Kamu harus bayar sekarang juga uang pengobatan anak saya atau saya akan seret kamu ke penjara, asal kamu tau, suami saya itu punya jabatan tinggi di perusahaan, jika dia tau dia bisa membuat hukuman kamu lebih berat". Ucap bu Mega sombong.
" Makanya kalo udah tau susah, jangan membuat masalah. Pasti orang tua kalian orang yang gak berpendidikan makanya anaknya jadi berandalan seperti ini" Ucap bu Mega lagi menghina Ayana dan afdhal.
" Bu tutup mulut ibu ya, saya dari tadi udah berusaha sabar mendengar umpatan ibu. Dan jangan bawa-bawa orang tua saya, mereka tak salah apapun. Walaupun orang tua saya tidak berpendidikan tinggi, tapi kami diajarkan sopan santun dan cara menghargai orang lain. Lalu bagaimana dengan ibu, yang merasa berpendidikan paling tinggi, tapi mulutnya seperti sampah. Apa seperti ini kelakuan dan omongan orang yang berpendidikan tinggi? Saya rasa tidak, bahkan orang yang tak berpendidikan sekalipun lebih tau cara menghargai orang lain". Balas Ayana yang juga terbawa emosi mendengar cacian bu mega, apalagi membawa nama orang tuanya ia benar-benar tak Terima.
" Saya akan bayar ganti rugi yang ibu minta, tapi tidak sekarang, saya akan bayar secepatnya " Tambah Ayana lagi, kemudian pamit membawa adiknya untuk pulang.
__ADS_1