Menaklukkan Hati Pak Suami

Menaklukkan Hati Pak Suami
bab 8


__ADS_3

" Ayana kamu nanti temani saya untuk meeting di kusuma group, karena maya sedang cuti hari ini" Ucap pak Rifqi meminta Ayana untuk menjadi sekretarisnya sementara waktu karena sekretarisnya sedang cuti melahirkan


" Tapi pak saya gak biasa jadi sekretaris, saya takut nanti mempermalukan bapak disana" Ucap ayana yang tak sanggup menjadi Sekretaris pengganti untuk bosnya, karena ia memang belum pernah menjadi sekretaris jadi dia tidak tau apa saja yang akan dilakukan sekretaris ketika meeting.


" Tidak perlu khawatir kamu hanya perlu menemani saya saja, dan ketika meeting kamu bisa mencatat dan merangkum isi dari meeting tersebut. Meeting nanti membahas tentang peluncuran produk baru. kebetulan sekali kamu kan staf marketing jadi kamu akan paham dengan materi yang akan dibahas nanti" Terang pak rifqi menjelaskan untuk mengurangi kekhawatiran ayana


" Ya sudah sekarang kamu siap siap kita tidak boleh telat datang ke sana, reputasi perusahaan kita sudah baik di mata CEO, jadi kita jangan merusak reputasi itu" Tambah pak rifqi


" Baik pak, saya siap-siap dulu" Ucap ayana, dia tidak bisa menolak


***


Semetara itu di kusuma group


"Pak Aslan 5 menit lagi meeting akan dimulai, para direktur dari anak perusahaan sudah datang dan menunggu anda di ruang meeting" Ucap Samuel mengingatkan Aslan jadwalnya hari ini untuk meeting. Samuel berbicara formal karena mereka sedang berada di kantor.


" Baik, saya akan segera kesana" Ucap Aslan


Setelah meeting selesai, pak Rifqi dan Ayana keluar dari ruang meeting, pak Rifqi sangat bangga pada Ayana, saat meeting tadi Ayana banyak membantu memecahkan masalah yang muncul, ia menjawab dengan percaya diri pertanyaan pertanyaan yang di ajukan para peserta meeting.


" Terimakasih Ayana kamu sangat hebat tadi, perusahaan kita pasti akan semakin dipandang baik oleh pak Aslan " Ucap pak Rifqi yang senang, tak sia-sia dia mengajak Ayana untuk ikut.


" Sama-sama pak, saya menjawab sesuai kemampuan saya pak" Ucap Ayana, ia tak merasa bahwa dia hebat, dia bahkan sangat gugup tadi ketika berbicara didepan para pimpinan terutama sang CEO, pak Aslan. Pak Aslan tak henti memandangnya sejak dia mulai berbicara sampai selesai, dia merasa penampilannya ada yang salah atau ucapannya yang membuat CEO itu terus melihatnya.


Pak Rifqi mengajak Ayana pergi ke restoran untuk makan siang, ia mentraktir Ayana sebagai bentuk terimakasih karena ayana membuatnya senang hari ini. Keduanya pergi untuk makan siang di restoran mewah.


" Pak sebenarnya bapak tak perlu mentraktir saya makan, karena membantu perusahaan juga merupakan tanggung jawab saya pak, jadi saya akan melakukan apapun untuk ikut memajukan perusahaan tempat saya bekerja" Ucap Ayana yang tak enak di traktir hanya karena dia telah membuat pak Rifqi senang ketika meeting tadi.


" Kamu gak perlu sungkan kayak gitu, gak ada salahnya kan saya mentraktir karyawan saya. Kita makan siang disini juga untuk menghemat waktu, biar sampai kantor kita tak perlu lagi makan siang" Ucap pak Rifqi agar Ayana mau menerima tawarannya.


***

__ADS_1


" Sam, siapa wanita tadi yang menjawab pertanyaan ketika meeting? " Tanya Aslan pada Samuel, mereka juga sedang makan siang di restoran


" Dia datang bersama pak Rifqi, dia salah satu karyawan di perusahaannya pak Rifqi. Kenapa lan, lo suka ya sama tu cewek? " Ucap Samuel menggoda Aslan


" Nggak, gue cuma nanya aja, gue baru liat tu cewek. Apa dia asisten pak Rifqi" Tanyanya lagi


" Bukan, yang gue tahu asistennya bukan wanita itu. Gue pernah ketemu pak Rifqi sama asistennya, tapi bukan wanita itu" Jawab Samuel


" Memangnya kenapa sih lan, bilang aja lo suka kan sama dia. Atau jangan jangan itu mantan lo ya? " Curiga Samuel, lantaran bosnya ini ingin tau tentang ayana


" Apaan sih lo, orang nanya doang" Kesal Aslan


" Eh lan, bukannya itu pak Rifqi sama cewek itu ya? Panjang umur banget baru diomongin" Ucap Samuel menunjuk pak Rifqi dan ayana yang sedang makan di meja sebelah


" Iya, terus kenapa? " Tanya Aslan


" Ya udah kita gabung aja yuk sama mereka, sekalian kenalan sama tu cewek" ajak Samuel


" Gak ada salahnya kan, ayolah lan, itung-itung biar lo lebih dekat sama rekan bisnis lo" Bujuk Samuel


" Kalo lo mau, lo aja sana yang gabung sama mereka, gue nggak ikut " Ucap Aslan kekeh tak mau


" Ga seru lo ah, ya udah nggak usah" Pasrah Samuel kesal.


" Lo pak Aslan, pak Samuel anda disini juga" Kaget pak Rifqi melihat sang CEO kusuma group dan asistennya sedang makan di restoran yang sama. Pak Rifqi mau pergi ke toilet, tapi tak sengaja melihat kedua orang penting tersebut jadi dia berinisiatif untuk menyapanya.


" Eh iya pak, anda disini juga dengan siapa?" Tanya Samuel yang pura-pura tak tahu kehadiran pak Rifqi di restoran tersebut.


" Saya bersama karyawan saya yang tadi menemani saya di ruang meeting, jika pak Aslan dan pak Samuel berkenan, apa kami boleh bergabung dengan kalian? " Tanya pak Rifqi dengan hati-hati, takut mereka tak setuju jika dia dan ayana bergabung.


" Oh tak apa-apa pak, silahkan. Kami juga belum mulai makan" Ucap Samuel mempersilahkan tanpa meminta persetujuan dari Aslan, mereka juga sedang menunggu makanan.

__ADS_1


" Terimakasih pak, saya panggilkan karyawan saya dulu" Ucap pak Rifqi sopan.


" Ayana, kamu pasti sudah kenal dengan beliau berdua. Ini pak Aslan CEO kusuma group dan asistennya pak Samuel. Dan pak Aslan pak Samuel, ini Ayana, salah satu karyawan saya". Ucap pak Rifqi memperkenalkan Ayana kepada Aslan dan Samuel.


" Salam kenal pak Aslan, pak Samuel" Ucap ayana sopan, dan gugup melihat dua orang penting tersebut


" Salam kenal juga Ayana, nama yang cantik secantik orangnya " Balas Samuel menggoda Ayana. Sementara Aslan menjawab hanya dengan anggukan kepala.


" Ayana kamu duduk dulu disini, saya akan ke toilet sebentar " Ucap pak Rifqi yang memang dari tadi ingin ke toilet


" Baik Pak" Jawab Ayana, ia sebenarnya tak enak untuk bergabung dengan dua orang itu. Benar saja Aslan terus memandanginya seperti di ruang meeting tadi. Ayana menjadi tak nyaman dengan pandangan itu


" Santai saja Ayana, anggap saja kita ini teman kamu. Lagian kita mungkin seumuran kan" Canda Samuel melihat kegugupan Ayana


"Kalau boleh tau Kau bekerja di bagian apa? " Tanya Samuel lagi


" Saya di bagian staff marketing pak" Ucap ayana


" Wah pantesan tadi waktu meeting kamu pinter banget ngomongnya " Puji Samuel pada Ayana


" Terimakasih pak" Ucap Ayana singkat, ia tak tau harus berbicara apa lagi


" Ayana apa kamu... "


" Khemmm... " Dehem Aslan, belum sempat Samuel menyelesaikan kalimatnya. Ia kesal melihat Samuel berbicara banyak dengan Ayana sejak tadi.


Dasar bos gila, mau mengobrol saja tak boleh. Apa dia cemburu melihat aku berbicara dengan Ayana. Batin Samuel yang kesal Aslan menyela ucapannya.


Ayana mengangkat pandangannya ke arah Aslan yang berdehem tadi, tak sengaja pandangan mereka bertemu, menyadari mereka tengah berpandangan, Ayana memutus pandangannya ke arah bawah.


Astaga, kenapa aku menatapnya. Aku sudah berusaha tak melihat ke arahnya. Tapi jika dilihat dari dekat seperti ini, dia memang sangat tampan, pantas saja ciwi-ciwi di kantor sampai tergila-gila. Batin Ayana mengaku bahwa Aslan memang tampan

__ADS_1


Kenapa dia menatap ku tadi, aku jadi tertangkap basah sedang menatapnya, sial. Dia pasti berpikir aku menyukainya. Batin Aslan yang kepedean.


__ADS_2