Menaklukkan Hati Pak Suami

Menaklukkan Hati Pak Suami
bab 16


__ADS_3

Sebulan berlalu pernikahan Aslan dengan Ayana. Namun tak ada perubahan pada hubungan keduanya. Mereka masih seperti dua orang asing, mereka juga jarang bertemu ketika di rumah, hanya bertemu ketika Aslan akan berangkat ke kantor. Itupun Aslan selalu mengabaikan sapaan Ayana. Aslan juga kadang tak pulang ke rumah.


" Pagi Pak " Sapa Ayana melihat Aslan yang sudah rapi. Aslan memang tak pernah di rumah meskipun hari minggu. Karena ia tak mau berdua dengan Ayana di rumah.


Seperti biasa Aslan melengos begitu saja melewati Ayana, jangankan membalas sapaan Ayana, melihat Ayana pun dia tidak.


Walaupun sering di abaikan namun Ayana tetap menyapa Aslan ketika mereka bertemu.


" Pak, tunggu sebentar " Ucap Ayana sambil mengejar Aslan yang berjalan keluar, ia ingin meminta izin pada Aslan untuk berkunjung ke rumah ayahnya.


Namun Aslan tetap saja berjalan keluar dan tak menghiraukan panggilan Ayana, sehingga Ayana berlari kecil untuk mengejarnya.


" Aaaaaa..." Teriak Ayana yang hampir terhuyung ke belakang, karena kaget Aslan yang tiba-tiba berbalik dan berhenti di depannya. Beruntung Aslan langsung menangkap tubuhnya, posisi mereka begitu dekat. Mereka berpandangan dalam waktu yang lama.


" Hhmm" Hingga suara deheman seseorang memutus pandangan mereka dan Aslan langsung melepaskan Ayana.


" Maaf, papa tidak bermaksud menganggu kalian" Ucap orang itu yang ternyata Pak surya papanya Aslan.


" Ini nggak seperti yang papa lihat" Kilas Aslan, Lagi-lagi papanya salah paham padanya.


" Sudahlah Aslan kamu gak perlu malu, lagian kalian juga sudah menikah sudah halal" Ucap Pak Surya


" Maaf papa tak mengabari dulu mau kesini. Papa habis bertemu seseorang tadi, kebetulan rumahnya di sekitar sini, jadi papa sekalian mampir ke rumah kalian" Jelas Pak Surya.


" Nggak apa-apa pa, kami senang papa kesini, ayo masuk pa" Ajak Ayana, Aslan kesal karena tak jadi pergi. Ia tak bisa pergi karena papanya ada disini.


" Kamu kok rapi banget lan, ini kan hari minggu" Tanya pak Surya.


" Emangnya kalau hari minggu gak boleh rapi pa" Jawabnya malas


" Kamu mau pergi ya, terus kamu ninggalin Ayana sendiri di rumah?" Tuduh pak Surya


" Nggak pa, itu tadi mas Aslan keluar mau beli sesuatu" Ucap Ayana membela Aslan


Aslan langsung naik ke kamarnya karena bete.


" Nak, apa Aslan menyakiti mu? " Tanya pak Surya pada Ayana


" Nggak pa, mas Aslan baik sama Ayana " Bohongnya, tak mengadukan kelakukan Aslan padanya.


" Kalau Aslan nyakitin kamu, bilang aja sama papa. Aslan memang seperti itu anaknya, papa harap kamu bisa bantu dia untuk berubah" Harap Pak Surya


" Iya pa " Jawab Ayana singkat.

__ADS_1


***


Mereka sedang menyantap makan siang di meja makan. Ayana memasak banyak menu, karena papa mertuanya juga makan siang disini.


Ayana dengan telaten, melayani makanan untuk Aslan dan Pak Surya. Pak Surya sangat senang melihatnya.


" Papa senang melihat hubungan kalian sekarang, semoga pernikahan kalian selalu bahagia " Ucap Pak Surya, ia berharap hubungan keduanya bisa semakin baik kedepannya.


Aslan hanya diam saja sejak tadi. Sebenarnya ia tak mau makan masakan Ayana, tapi karena ayahnya juga ikut makan disini jadi ia harus ikut makan juga.


Enak juga masakannya, seperti makanan di restoran. Batin Aslan yang sedang lahap memakan masakan Ayana.


" Masakan kamu enak banget nak, beruntung Aslan punya istri yang pinter masak. Enak kan lan? " Tanya Pak Surya


" Nggak, biasa aja rasanya" Jawab Aslan, padahal ia tak sadar sudah nambah dari tadi. Ayana yang melihatnya hanya tersenyum.


Selesai makan siang Ayana langsung membereskan makanan di meja.


" Aslan, papa ingin menginap disini semalam, apa boleh?" Tanya Pak Surya


" Tentu saja boleh pa, ini juga rumah papa" Jawab Ayana, Aslan yang ditanya hanya diam saja.


" Nak, apa kamar yang disana kosong" Tunjuk pak Surya pada kamar Ayana


" Apanya yang rusak, rumahmu kan baru masak langsung rusak" Ucap Pak Surya tak percaya.


" Nggak rusak kok pa, itu kamar ay... " Belum selesai Ayana berbicara


" Itu kamar pembantu pa, dia lagi pulang kampung " Sambar Aslan langsung menyela ucapan Ayana yang akan mengatakan itu kamarnya.


Dasar gadis bodoh, hampir saja papa tau. Awas saja kamu nanti. Batin Aslan kesal


Ayana yang Dipelototi Aslan langsung mengerti situasinya.


" Iya pa itu kamar bibi" Ucapnya langsung.


" Papa tidur di atas aja, ada kamar kosong di samping kamar aku. Maksud aku, kamar aku dan Ayana " Jelas Aslan. Karena di atas ada dua kamar, satu kamarnya dan satu masih kosong.


" Ya sudah papa mau istrahat dulu" Ucap Pak Surya.


Setelah papanya pergi Aslan langsung memarahi Ayana.


" Kamu bodoh banget sih, hampir aja papa tau semuanya. Saya gak mau tau ya, papa jangan sampai tau hal ini. Dan malam ini kamu tidur di kamar saya agar papa tidak curiga " Ucap Aslan

__ADS_1


" Tapi Pak barang-barang saya ada di kamar saya " Cicit Ayana


" Tak perlu di bawa, cukup ambil satu baju untuk ganti. Karena papa hanya menginap semalam saja" Jelas Aslan.


***


Setelah makan malam, Pak Surya dan Aslan mengobrol berdua. Sudah lama mereka tidak berbicara berdua seperti itu. Semenjak kepergian ibunya, hubungan Aslan dengan papanya semakin renggang.


"Aslan, mama kamu pasti bahagia melihat kamu sekarang, kamu sudah berumah tangga. Punya istri yang cantik dan baik hati" Ucap Pak Surya sendu, ia juga merindukan sosok istrinya yang sangat baik dan sabar, sangat berbeda dengan adiknya Rani yang angkuh.


" Aslan jika kamu belum bisa mencintai istri mu, setidaknya jangan menyakitinya" Tambah Pak Surya mengingatkan Aslan.


Ayana yang melihatnya tak ingin menganggu waktu berdua antara bapak dan anak itu. Ayana juga merindukan ayahnya sekarang, walaupun sering berkabar melalui handphone, tapi ia ingin bertemu langsung dengan ayah dan adiknya.


Di kamar Aslan, Ayana tengah bingung untuk tidur dimana, lantaran tak ada sofa di kamar Aslan.


" Pak, saya tidur dimana? " tanya Ayana


" di ranjang " jawab Aslan yang sedang bersandar di ranjang sambil memainkan ponselnya.


" lalu bapak tidur dimana" tanya Ayana lantaran Aslan tak mau seranjang dengannya.


" ya saya tidur di ranjang ini juga lah, kamu pikir saya mau mengalah untuk tidur di lantai" jawab Aslan. sebenarnya ia bisa saja menyuruh Ayana untuk tidur di lantai, tapi entah kenapa malam ini ia tak tega jika menyuruh Ayana tidur di bawah. biasanya ia tak pernah merasa kasihan pada Ayana. mungkin saja hatinya mulai sedikit terbuka untuk Ayana.


Ayana tak mau banyak bertanya takut Aslan akan emosi. jadi ia langsung mengambil tempat di samping Aslan untuk tidur.


Aslan juga sudah merebahkan badannya, ia sudah memastikan bahwa tidak ada kecoa di kamarnya. ia tak ingin kejadian di malam pertamanya waktu itu terjadi lagi. namun belum 5 menit Aslan terpejam ia sudah mendengar teriakan Ayana.


" sial, apalagi sekarang. Awas saja jika dia mengganggu ku" batin Aslan dengan mata masih terpejam.


" Aaaa cicakk" teriak Ayana, melihat cicak jatuh tepat di sampingnya. ia terus berteriak sambil menggeser posisi tidurnya.


" iiiih...ihhh pak ada cicak jatuh " ucapnya lagi lantaran Aslan tak kunjung membuka matanya. Ayana mencoba mengusir cicak itu dengan guling, tapi tak bisa. yang ada cicak itu terus melata mendekatinya membuat Ayana semakin menggeser tidurnya mendekati Aslan tapi Aslan sama sekali tak bergerak sehingga Ayana mendorongnya.


" hei berhenti mendorong ku, apa kamu tak bisa membiarkan saya tenang" kesal Aslan yang terus di dorong oleh Ayana.


Ayana yang takut melihat cicak itu berada di dekatnya, dengan sekuat tenaga mendorong Aslan agar menggeser tidurnya.


" brukkk... " suara keduanya yang terjatuh di lantai. kuatnya dorongan Ayana menyebabkan Aslan terjatuh, tapi Aslan sempat berpegangan pada Ayana agar tak jatuh. namun Ayana tak bisa menahan tubuh Aslan, sehingga dia ikut terjatuh bersama Aslan. dengan tubuh Aslan yang berada di bawah Ayana.


aku selalu sial jika tidur bersamanya. awas saja kamu nanti gadis bodoh. maki Aslan, ia sangat dongkol pada Ayana. Lagi-lagi ia menjadi korban.


Aslan langsung mengangkat tubuh Ayana menyingkirkannya dari tubuhnya. karena jika menyuruh Ayana untuk bangun sendiri, ia selalu ceroboh.

__ADS_1


__ADS_2