Menaklukkan Hati Pak Suami

Menaklukkan Hati Pak Suami
bab 5


__ADS_3

Pak surya tiba di rumah ayana, untuk membicarakan tentang rencananya yang ingin menjodohkan ayana dengan Aslan kepada Pak Hadi


" Assalamu'alaikum pak Hadi " Ucap pak surya mengetuk pintu rumah pak Hadi


" Wa'alaikumussalam, tunggu sebentar" Ucap pak Hadi menjalankan kursi rodanya untuk membuka pintu


" Pak surya, mari masuk pak silahkan duduk " Ucapnya setelah membuka pintu


"Terimakasih pak Hadi, maaf saya tidak memberi tahu dulu sebelum kesini" Ucap pak surya tak enak


" Tak apa pak, saya buat kan minuman dulu untuk pak surya " Kata pak Hadi ingin pergi ke dapur membuat minum


" Biar saya saja pak yang membuatnya sendiri, pak Hadi tunggu saja disini" Ucap pak surya yang melihat kondisi pak Hadi, tentu saja pak hadi kesusahan membuat minuman dalam kondisi duduk di kursi roda.


" Aduh maaf merepotkan pak, anak anak tak ada dirumah ayana sedang bekerja adiknya lagi kuliah jadinya sepi" Ucap pak Hadi tak enak lantaran tamunya membuat minuman sendiri.


" Sudah nggakpp pak, justru saya yang merepotkan datang bertamu tanpa memberi tahu anda". Ucap pak surya


Pak surya membuat dua teh untuk dia dan pak Hadi, sedangkan pak Hadi tengah mengambil kue kering untuk teman minum teh mereka.

__ADS_1


"Jadi begini pak, kedatangan saya kesini untuk menyampaikan keinginan saya untuk menjodohkan Ayana dengan putra saya, Aslan. Saya tahu pak Hadi pasti terkejut dengan rencana saya ini, tapi saya sungguh-sungguh dengan rencana saya, sejak mengenal ayana saya tau dia gadis yang baik, apalagi setelah mengetahui dia adalah putri bapak saya semakin yakin putra saya menikahi ayana. Bagaimana menurut bapak? " Ucap pak surya menjelaskan maksud kedatangannya


" Iya saya cukup terkejut mendengar ini, tapi apa bapak yakin dengan rencana bapak? Kami dari keluarga sederhana sedangkan bapak dari keluarga kaya, bagaimana nanti dengan reputasi bapak" Ucap pak Hadi yang kaget sekaligus tak menyangka bahwa pak surya menginginkan putrinya menikah dengan putra pak surya. Pak Hadi tau status keluarga mereka sangat berbeda jauh, mengingat pak surya adalah mantan bos nya.


" Saya sangat yakin pak, saya sudah mempertimbangkan ini. Untuk urusan reputasi ataupun status saya sama sekali tak mempermasalahkannya, miskin maupun kaya tak ada bedanya, yang penting punya attitude yang baik" Ucap pak surya menyakinkan pak Hadi


" Iya pak saya tahu bapak orang baik, tapi bagaimana dengan putra, dan istri bapak apa mereka setuju dengan rencana bapak? " Ucap pak Hadi khawatir jika nanti putra dan istri pak surya tak menginginkan perjodohan ini, beliau tak ingin Ayana menderita nantinya jika menerima perjodohan ini.


" Pak Hadi tak perlu memikirkan tentang itu, untuk urusan putra dan istri saya, saya pastikan mereka setuju. Bagaimana pak, apa bapak menerima perjodohan ini?" Ucap pak surya kembali menyakinkan pak Hadi.


" Maaf pak surya, menerima atau tidak itu bukan hak saya, itu adalah haknya Ayana. Nanti saya akan tanyakan setelah dia pulang, saya tak ingin memaksa anak saya. Jika dia menerima maka saya juga akan setuju" Jawab pak Hadi


" Baiklah pak, saya menghormati keputusan bapak. Saya tunggu kabar baiknya pak. Saya pamit pulang dulu, Terima kasih atas jamuannya " Pamit pak surya, ia berharap Ayana mau menerima perjodohan ini.


" Wa'alaikumussalam... Nak ada yang ayah ingin bicarakan sama kamu. Setelah kamu bersih bersih dan ganti baju" Ucap ayahnya


" Iyaa yah, Ayana mau mandi dulu udah bau acem" Ucap ayana pada ayahnya, ia ingin menyegarkan dirinya setelah seharian di kantor.


" Pantesan baunya ampe sini" Canda afdhal sambil menutup hidungnya

__ADS_1


" Ih biarin namanya juga keringat, mana ada yang harum, kamu tuh keringatnya bau terasi" Balas ayana


" Enak aja, ngatain bilang keringat aku bau terasi, aku tuh rajin mandi terus sering pake parfum mana ada bau" Cicit afdhal tak Terima dikatakan bau terasi.


Selesai mandi dan ganti baju ayana kemudian menyiapkan makanan untuk mereka makan malam. Ayana tak memasak, dia sudah membeli makanan di restoran waktu pulang bekerja. Karena pulang telat, jadi dia membeli makanan agar tak repot memasak lagi di rumah.


Selesai makan malam ayana duduk di ruang tamu bersama ayah dan adiknya.


" Yah tadi katanya ada yang mau di omongin, ada apa emangnya? " Ucap ayana mengingat ayahnya tadi bilang ingin mengatakan sesuatu


" Iya, jadi begini nak tadi pagi pak surya datang kesini, beliau menyampaikan keinginannya kepada bapak untuk menjodohkan kamu dengan putranya" Terang ayahnya


" Dijodohin yah? Tapi kenapa ayana yah?" Ucapnya terkejut dengan perkataan ayahnya


" Pak surya bilang beliau menyukai kamu, karena melihat kamu gadis yang baik dan beliau juga mengenal bapak. Jadi bagaimana menurut kamu nak, bapak serahkan semuanya sama kamu, bapak gak memaksa jika kamu tak mau katakan saja". Ucap ayahnya menjelaskan


" Tapi yah, ayah kan tau kita beda jauh sama pak surya, bagaiamana nanti, dan juga apa putra beliau juga mau dijodohkan dengan ayana? " Ucap ayana mengkhawatirkan semua itu


" Ayah sudah bilang begitu sama pak surya, beliau bilang semua itu tak masalah baginya, dan untuk putranya dia sendiri yang akan menjelaskannya. Jadi ayah mau kamu pikirkan dulu, jika sudah punya jawaban bilang sama ayah" Ucap ayahnya agar ayana memikirkan dulu jawabannya.

__ADS_1


" Jadi kak ayana mau nikah? Nanti kalo nikah kita gimana yah, gak ada yang masak, gak ada yang bangunin aku, kak ayana pasti tinggal di rumah suaminya" Sedih afdhal memikirkan jika kakaknya menikah, walaupun sering berantem dengan kakaknya tapi dia sangat menyayangi kakaknya, kakaknya adalah kakak sekaligus ibu untuknya, yang selalu bawel padanya. Meskipun sudah duduk di bangku kuliah, afdhal masih sangat manja dengan kakaknya.


" Belum dek, itukan baru rencana, udah jangan sedih. Lagian kalo kakak nikah, kakak gak mungkin lupa sama adek kakak yang manja ini" Hiburnya melihat afdhal yang terlihat sedih.


__ADS_2