
Pak Surya sudah pulang pagi-pagi sekali, karena tak ingin menggangu pasangan suami istri tersebut. Aslan juga sudah berangkat ke kantor.
Ayana sedang bersih-bersih. Tapi hari ini Ayana merasa lemas tak seperti hari biasanya. Namun ia tetap memaksakan diri membersihkan semuanya.
Sore harinya ketika Aslan pulang ia tak melihat Ayana. Biasanya Ayana akan menyambutnya ketika pulang. Namun Aslan tak mau memikirkannya, ia langsung naik ke atas.
"Brukk.. " Terdengar suara benda jatuh dari kamar Ayana. Aslan yang mendengarnya, mengurungkan niatnya untuk naik ke kamarnya. Ia langsung mengecek ke kamar Ayana.
" Hei ada apa dengamu? " Tanya Aslan sambil mengetuk pintu kamar Ayana. Namun tak ada jawaban dari Ayana.
" Ayanaa, buka pintunya!!!" Ucapnya lagi, namun tetap tak ada jawaban. Sehingga Aslan langsung membuka pintunya yang ternyata tak dikunci.
Aslan kaget melihat Ayana yang tergeletak di lantai kamarnya. Aslan bergegas mengangkat tubuh Ayana dan membaringkannya di ranjang.
" Hei bangun, kamu kenapa" Panik Aslan sambil menepuk-nepuk lembut pipi Ayana. Melihat Ayana sangat pucat Aslan langsung menelpon Angga sahabatnya yang menjadi dokter.
Angga yang ditelpon Aslan langsung meluncur ke rumah Aslan, ia belum pernah ketemu dengan Ayana, tapi ia tau Aslan sudah menikah. Aslan sudah mengabarinya tapi ia sedang berada di Australia waktu itu.
" Gimana ga?" Tanya Aslan setelah angga memeriksa Ayana.
" Dia kelelahan lan, kayaknya dia juga melewatkan sarapan, sehingga asam lambungnya kambuh" Jelas angga
" Apa yang dia lakukan lan sampai kelelahan dan lupa untuk sarapan, apa dia bekerja di kantor mu? " Tanya angga, lantaran melihat kondisi Ayana yang lemah seperti ini, angga berpikir ia sedang lelah bekerja.
Aslan yang ditanya seperti itu panik, ia tau Ayana pingsan pasti karena kelelahan membersihkan rumah sebesar ini sendiri.
" Lan, gue nanya, malah bengong lo" Cicit Angga, lantaran Aslan tak menjawab pertanyaannya
" Iya dia bekerja" Jawab Aslan singkat, Angga melihat Aslan yang ragu-ragu menjawabnya
" Atau jangan-jangan lo juga gak tau kalau dia punya riwayat asam lambung? " Tuduh Angga, lantaran sikap Aslan tadi.
" Udah deh ga, sekarang lo kasih aja obatnya biar dia sembuh " Ucap Aslan tak ingin Angga banyak bertanya
" Iya deh, ini obat untuk asam lambungnya, dan ini vitaminnya udah gue tulis aturan minumnya" Jelas Angga, tak ingin berdebat dengan Aslan.
" Ingat Lan, dia jangan dibiarin terlalu lelah, dan dia harus menjaga pola makannya"
Karena sudah hampir Malam, Angga langsung pamit untuk pulang. Ayana yang baru sadar melihat Aslan yang sedang duduk di sampingnya.
" Pak, saya kenapa? " Tanya Ayana
__ADS_1
" Kamu pingsan tadi, kalau lelah kenapa gak istirahat, menyusahkan saja" Marah Aslan.
" Maaf pak, tadi kepala saya pusing" Terang Ayana, ia ingat tadi ingin keluar menemui Aslan tiba-tiba kepalanya pusing.
" Sudahlah, ini obat yang harus kamu minum" Ucap Aslan memberikan obat yang diberikan dokter Angga.
" Iya Pak" jawab Ayana.
" saya sudah pesankan makanan, kamu belum makan malam kan " ucap Aslan, ia sudah memesan makanan untuk Ayana, karena Ayana tak memasak.
" Iya, terimakasih " cicit Ayana. Ayana tak menyangka Aslan mau merawatnya seperti ini, bahkan Aslan belum mengganti pakaian kerjanya. Ayana juga heran melihat sikap Aslan yang berbeda, walaupun mulutnya masih saja pedas.
***
Paginya Aslan langsung menelpon Samuel memintanya memanggil art yang biasa datang ke rumahnya. untuk merawat Ayana. tapi sayangnya Samuel bilang orangnya sudah menjadi TKW di luar negeri.
" sam, gimana udah dapat art-nya?" tanya Aslan, ia menyuruh Samuel mencari art baru.
" udah Lan, emang belum datang ya" jawab Samuel, ia sudah mendapatkan art baru untuk Aslan.
" belum. Sam, lo tau tempat jualan bubur gak? " tanya Aslan, lantaran Ayana belum sarapan dan kata dokter Angga ia harus makan yang lembut lembut.
" tumben lo pengen makan bubur Lan? tanya Samuel.
" Ayana sakit? sakit apa Lan, kok gak kasih tau gue" panik Samuel.
" lah, ngapain lo yang panik. dia istri gue lo lupa" kesal Samuel
" ya gue panik karena dia kan istrinya temen gue" kilas Samuel
" jadi lo tau nggak dimana orang jual bubur" tanya Aslan.
" gue gak tau Lan " jawab Samuel.
" gila lo sam, kenapa gak bilang dari tadi lo nggak tau. ngabis-ngabisin waktu gue aja" kesal Aslan langsung mematikan sambungan telponnya.
art barunya belum juga datang, jadi mau tak mau Aslan pergi sendiri mencari tukang jualan bubur.
Aslan sudah berkeliling komplek mencari penjual bubur, namun tak ada, untungnya Aslan menemukan ada gerobak penjual bubur di samping jalan raya. Aslan langsung kesana. tapi penjual buburnya tak ada hanya ada seorang anak kecil yang tengah makan bubur bi kursi yang disediakan oleh penjualnya.
" Hei bocil, bapak penjual buburnya kemana? " tanya Aslan pada anak kecil tersebut.
__ADS_1
" kaemu nanyeak? " jawab anak tersebut sambil menirukan nada bicara dilan kw
" heh, masih kecil gak sopan sama orang dewasa" marah Aslan yang dijawab seperti itu oleh anak tersebut.
" tukang buburnya dimana? " tanya Aslan sekali lagi.
" Om kepo kayak dora" ujar anak kecil itu, membuat Aslan semakin kesal.
" kurang aja ya kamu, ditanya baik-baik malah jawabnya kayak gitu " ujar Aslan.
" biarin,, bleee..." ucap anak kecil itu sambil menjulurkan lidahnya pada Aslan, lalu kabur.
" awas kamu ya" ujar Aslan yang masih kesal.
lalu penjual buburnya datang.
" maaf Pak, mau beli bubur ya? " tanya bapak itu.
" Iya, bapak habis darimana. saya udah nunggu daritadi " jawab Aslan masih dengan perasaan kesal. Aslan hanya memesan satu porsi bubur ayam, untuk Ayana saja karena ia tak suka bubur.
" maaf Pak, tadi saya lagi bawain bubur ke rumah orang" jawab bapak itu.
***
" ini bubur kamu, makanlah lalu minum obatnya " ucap Aslan pada Ayana.
" Iya, terimakasih pak. apa bapak juga beli untuk bapak? tanya Ayana, lantaran Aslan tak suka makan bubur.
" nggak" cicit Aslan.
" lalu bapak sarapan dimana? " tanya Ayana lagi.
" itu bukan urusan kamu, yang pasti saya nggak bodoh kayak kamu melewatkan sarapan " ucap Aslan masih dengan mulut pedasnya.
Ayana tak lagi bertanya, melihat raut wajah Aslan yang terlihat kesal.
Samuel datang ke rumah Aslan membawa makanan untuk Aslan. Aslan menyuruh Samuel membelikannya sarapan di restoran. Aslan juga belum berangkat ke kantor, ia masih menunggu art itu datang, baru ia akan berangkat.
" Lan, Ayana dimana? " tanya Samuel
" di kamar, ngapain lo nanyain dia? " ucap Aslan.
__ADS_1
" keadaannya gimana, gue boleh jenguk gak" tanya Samuel.