Menaklukkan Hati Pak Suami

Menaklukkan Hati Pak Suami
bab 3


__ADS_3

Di salah satu rumah sakit di kota z, ayana sedang menunggu ayahnya yang sedang menjalani terapi. Hari ini jadwal ayahnya untuk terapi jadi ayana mengantar ayahnya sebelum berangkat bekerja.


" Ini nak Ayana kan? " Tanya seorang bapak kepada Ayana yang sedang duduk di kursi tunggu. ayana menoleh melihat orang yang memanggilnya.


" loh Pak surya, apa bapak sakit karna kejadian kemarin?" Tanya Ayana melihat pak surya di rumah sakit.


" tidak, hari ini jadwal kontrol saya disini " Jawab pak surya


"Lalu kamu ngapain disini? Siapa yang sakit? " Tanya pak surya


" Saya lagi nunggu ayah saya terapi pak " Jawab Ayana


" Oh ayah kamu sakit apa? " Tanya pak surya


Belum sempat Ayana menjawab pertanyaan pak Surya, terlihat ayahnya tengah keluar dari ruang terapi dengan seorang perawat pria yang sedang mendorong kursi rodanya.


" Ayah apa sudah selesai? " Tanya Ayana kepada Ayahnya


" Sudah selesai mba, perkembangan kesembuhan kaki ayah anda sangat bagus, untuk membantu proses kesembuhannya agar lebih optimal, anda bisa membantunya untuk melakukan terapi mandiri di rumah dengan belajar berjalan beberapa langkah" jawab perawat pria itu


" Iya pak saya pasti akan membantu ayah saya untuk sembuh " Jawab Ayana

__ADS_1


"Ayah kenalin, ini pak... " Belum sempat Ayana menyelesaikan ucapannya


" Pak surya" Sebut ayah Ayana kaget


" Loh Pak Hadi, apa kabar? Sudah lama tidak bertemu" Jawab pak surya juga kaget melihat orang yang dikenalnya yaitu pak Hadi Indrawan (ayah ayana)


" Jadi ayah sama pak surya saling kenal? " Tanya Ayana yang kebingungan sejak tadi


" Iya nak, pak surya ini adalah pimpinan perusahaan tempat ayah bekerja dulu" Jelas ayahnya memberi tahu Ayana bahwa pak surya dulu adalah bosnya ketika bekerja sebagai satpam.


" Jadi Ayana adalah anaknya pak Hadi, pantas saja ketika melihat Ayana saya seperti teringat wajah seseorang, ternyata anak kamu" Terang pak surya


" Kemarin ayana menyelamatkan saya yang hampir tertabrak, apa ayana tidak memberi tahu mu? " Tanya pak surya


Pak Hadi melirik ayana yang menyembunyikan kejadian itu darinya. Ayana kemudian menjelaskan


" Ayana lupa memberitahu ayah, hehe.. " ucapnya sambil nyengir


" Apa kalian sudah mau pulang? " Tanya pak surya


" Iya pak, kami mau pulang sekarang " Jawab ayana

__ADS_1


" Ya sudah ayo saya antar kalian pulang biar sekalian saya mau pulang juga" Kata pak surya mengajak pak Hadi dan ayana untuk pulang bersama.


" Tidak usah pak, biar kami naik taksi saja nanti" Kata ayana sopan, bukan maksud menolak hanya saja ia tak ingin merepotkan pak surya.


" Sudah tidak apa-apa ayana, sekalian saya mau pulang juga" Kata pak surya


Akhirnya ayana menerima ajakan pak surya yang ingin mengantarnya pulang.


" Ayo pak mampir dulu ke rumah" Kata ayana mengajak pak surya untuk mampir di rumahnya.


" Iya pak surya ayo masuk dulu, kita bisa mengobrol di dalam" Tambah pak Hadi


" Maaf Pak Hadi, mungkin lain waktu saya akan mampir kesini, sekarang saya harus pulang" Terang pak surya dengan sopan


" Baiklah pak, terimakasih telah mengantarkan kami pulang" Kata Ayana berterima kasih kepada pak surya.


Di dalam mobil, pak surya terus memikirkan cara untuk menjodohkan Ayana dengan putranya Aslan. Sejak pertama kali bertemu dengan Ayana, ia yakin Ayana adalah gadis yang baik, menurutnya ayana seorang menantu idaman yang bisa membantu merubah sikap Aslan.


Apalagi setelah bertemu dengan ayah Ayana yang ternyata adalah mantan satpamnya dulu waktu masih menjabat di perusahaan, ia tau pasti bahwa pak Hadi adalah orang yang baik, pak Hadi orang yang rajin dan tekun dalam bekerja, ia tak kenal lelah. Pantas saja Ayana tumbuh menjadi gadis yang baik karena didikan dari ayahnya. Ia semakin mantap untuk menjodohkan Ayana dengan Aslan.


" Bagaiamana pun caranya aku harus bisa menjodohkan Aslan dengan Ayana" gumam pak surya

__ADS_1


__ADS_2