
Karena kejadian tadi malam, membuat Ayana dan Aslan bangun kesiangan. Ayana yang baru bangun kaget melihat jam pukul 7, ia lantas bergegas ke kamar mandi.
" Aaaaa" Teriak Ayana yang masih memakai handuk melihat Aslan yang tiba-tiba masuk ke kamar mandi.
" Sial, apalagi ini" Kesalnya melihat Ayana di kamar mandi yang hanya memakai handuk sebatas paha dan dadanya. lalu ia dengan cepat menutup pintu kamar mandi.
" Kenapa kau tak mengunci pintunya haa?," Teriak Aslan dari luar, ia kesal Ayana tak mengunci pintu kamar mandi.
Belum selesai kekesalannya pada Ayana tentang kejadian semalam, ia dibuat kesal lagi pagi ini. ditambah lagi ia bangun kesiangan.
" Maaf, saya lupa menguncinya tadi" Jawab Ayana yang memang tak ingat untuk mengunci pintu kamar mandi karena sedang buru-buru.
" Cepatlah keluar, saya juga ingin memakai kamar mandi" Ucapnya pada Ayana
Ayana yang memang sudah selesai mandi dari tadi, ingin keluar dari kamar mandi, tapi ia lupa membawa bajunya ke kamar mandi, jadi sekarang ia tak bisa keluar dalam keadaan hanya memakai handuk saja.
" Apa kau tuli, saya menyuruh mu keluar, kenapa belum keluar juga " Tambah Aslan, karena Ayana tak kunjung keluar dari kamar mandi, ia juga sudah kesiangan sekarang.
" Pak boleh minta tolong, ambilkan baju di koper saya. Saya lupa membawa baju tadi" Ucap Ayana yang meminta Aslan mengambilkan bajunya.
" Heii gadis bodoh, berani kau menyuruhku? " Sahut Aslan kesal
" Tapi pak saya tak bisa keluar hanya memakai handuk ini saja" Jawab Ayana.
" Keluar saja cepat, lagian saya tak berselera sama kamu. Cepatlah keluar atau saya akan masuk sekarang " Ancam Aslan agar Ayana mau keluar kamar mandi.
__ADS_1
Ayana tak punya pilihan lain, ia tak bisa berdiam diri terus di kamar mandi. Daripada Aslan yang masuk, lebih baik ia yang keluar terlebih dahulu..
" Baiklah pak, saya akan keluar, tapi bapak nanti merem ya. Jangan ngintip " Ucap Ayana
" Jangan memerintah ku, cepatlah, jangan banyak bicara" Kesal Aslan pada Ayana yang masih saja berbicara.
Lalu Ayana keluar dari kamar mandi dan melihat Aslan yang berdiri di depan pintu kamar mandi sambil merem. Ayana tersenyum melihatnya, ia pikir Aslan tak mau melakukannya.
"Apa kau sudah keluar? " Tanya Aslan.
" Iya sudah pak, anda masuk saja" Jawab Ayana
Lalu Aslan membuka matanya dan masuk ke kamar mandi.
Ayana yang sudah rapi baru ingat bahwa ia masih libur, lalu ia turun ke bawah untuk membantu membuat sarapan.
" Nak, kau sudah bangun. Ayo sarapan dulu " Ucap pak Surya pada Ayana. Ayana yang melihat pak surya dan tante rani sedang sarapan jadi malu karena bangun kesiangan, dan ia tak ikut menyiapkan sarapan.
" Maaf pa, ma Ayana kesiangan, jadi gak bisa bantu menyiapkan sarapan " Ucap Ayana tak enak pada orang tua Aslan.
" Sudahlah nggakpapa Ayana, lagian sudah ada bibi yang menyiapkan semuanya " Ucap pak Surya.
" Oh iya, dimana Aslan. Kenapa ia belum turun?" Tanya pak Surya lagi.
" Pak eh mas Aslan masih mandi pa" Ucap Ayana yang hampir memanggil Aslan dengan sebutan pak di depan pak Surya.
__ADS_1
Tante Rani diam saja karena tak suka melihat suaminya bersikap lembut pada Ayana. Tante Rani heran kenapa mereka berdua bisa bangun kesiangan, padahal sebelumnya Aslan tak pernah bangun siang. Ia tak ingin memikirkan hal itu, karena tak mungkin Aslan melakukan itu dengan Ayana. Aslan membenci Ayana pikirnya.
Terlihat Aslan yang sedang menuruni tangga, sambil berjalan pelan, ia masih merasa sakit di bagian bawahnya Karena kejadian semalam.
Apa aku tidak salah lihat, cara berjalan Aslan berbeda, apa mereka melakukannya semalam. Jika itu benar, syukurlah. Tapi jika mereka melakukannya kenapa bukan Ayana yang berjalan seperti itu. Sudahlah semoga saja mereka bisa saling menerima satu sama lain. Batin pak Surya bertanya-tanya, sekaligus bingung.
Astaga, kenapa Aslan berjalan seperti itu. Apa Aslan sudah meniduri Ayana, tapi bagaimana bisa. Bukankah Aslan tak mencintai Ayana. Ini tak bisa dibiarkan. Aku tak akan biarkan Aslan jatuh cinta pada Ayana. Batin tante Rani yang tak Terima dengan apa yang ia lihat, ia berharap semua ini tak benar.
Aslan langsung duduk ketika sampai di meja makan, tanpa menyapa papa dan tantenya.
" pagi Aslan sayang, ayo sarapan dulu " ucap tante Rani pada Aslan.
" Rani biarkan Ayana yang melayani Aslan, Aslan sudah memiliki istri " ucap pak Surya yang melihat tante Rani menyiapkan sarapan Aslan.
Ayana langsung mengambilkan sarapan untuk Aslan. tadi ia ingin menyiapkan makanan Aslan, tapi karena melihat tante Rani yang duluan, ia memilih diam.
***
setelah sarapan, Ayana yang ingin membantu membereskan sarapan tapi tak di izinkan oleh pak Surya. mereka sedang berbicara di ruang tamu.
" pa aku akan pulang sekarang, ee maksudnya aku dan Ayana akan tinggal di rumahku. sudah cukup kami menginap semalam " ucap Aslan pada papanya, ia tak ingin lebih lama disini, karena disini ia akan sekamar dengan Ayana, dan ia tak mau itu. sudah cukup semalam saja dia mengalami kesialan.
" kenapa cepat sekali, apa kamu tak bisa menginap lebih lama lagi di sini" minta pak Surya pada Aslan
" iya sayang, menginaplah lagi malam ini" tambah tante Rani, ia ingin Aslan tinggal di rumah ini, karena jika Aslan tinggal di rumahnya, ia tak akan bisa menindas Ayana.
__ADS_1