
Ayana dan Aslan sudah tiba di rumah mewahnya Aslan, pak Surya dan tante Rani tak berhasil membujuk Aslan untuk tinggal beberapa hari di rumah mereka.
Rumah Aslan sangat mewah lengkap dengan interiornya yang mewah juga. Ia sudah lama membelinya, namun ia jarang tidur disini. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di apartementnya. Tapi ia sering memanggil art untuk membersihkan rumah ini setiap hari, mereka tidak menginap, mereka datang pagi hari lalu pulang sore harinya. Sehingga rumah ini tetap bersih.
" Kamarmu ada di bawah, dan kamarku di atas. Lakukan apapun yang kamu mau, dan jangan menganggu ku" Ucap Aslan memberi tau Ayana
" Baik Pak " Ucap Ayana patuh, ia tak kaget ketika Aslan membagi kamar mereka, karena dari awal Aslan sudah mengatakan tidak akan pernah menerima pernikahan ini.
" Ee pak, apa saya masih boleh bekerja?" Tanya Ayana, ia masih ingin bekerja walaupun pak Surya sudah mengatakan akan membiayai kuliah afdhal sampai selesai dan juga pengobatan ayahnya.
" Tidak bisa, apa kamu ingin mempermalukan saya dengan bekerja di anak perusahaan ku" Ucap Aslan tak mengizinkan Ayana bekerja lagi. Ia tak ingin nama baiknya tercoreng.
" Lagian kamu tidak perlu bekerja di kantor. Karena kamu akan bekerja di rumah ini, mulai sekarang rumah ini kamu yang urus. Karena tidak ada art jadi kamu yang harus membersihkan seluruh area rumah ini, jangan ada satupun debu atau kotoran yang menempel. Apa kamu paham? " Ucap Aslan memberikan tugas pada Ayana
" Iya Pak saya mengerti " Jawab Ayana, ia tak keberatan disuruh mengurus rumah ini, karena ia tinggal disini, otomatis ia juga berkewajiban untuk ikut serta dalam menjaga kebersihan rumah ini.
" Bagus" Cicit Aslan singkat lalu naik ke atas untuk pergi ke kamarnya
***
" Selamat pagi pak, saya sudah menyiapkan sarapan untuk anda" Ucap Ayana ketika melihat Aslan turun dari tangga. Ia sudah bangun pagi-pagi untuk memasak sarapan untuk Aslan.
__ADS_1
" Apa saya menyuruh mu memasak? Tidak kan. Jadi kamu tidak perlu lagi repot repot untuk memasak. Karena saya juga tidak akan memakan masakan mu" Ucap Aslan dengan tega, lalu pergi begitu saja.
Ayana mematung melihat Aslan pergi, padahal ia sudah memasak banyak tapi Aslan tak mau memakannya. Ia berusaha menguatkan hatinya agar sabar menghadapi Aslan.
" Aku bawain makanan ini untuk lila aja deh, biar gak mubazir " Batin Ayana. Ia akan ke kantor hari ini untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya, karena tak sopan jika ia langsung keluar dari perusahaan tanpa surat pengunduran diri. Ia sudah meminta izin pada Aslan semalam, dan Aslan mengizinkan.
***
" Ehh ada pengantin baru, kamu kok udah keluar aja. Bukannya pengantin baru masih romantis-romantisnya ya " Goda lila melihat Ayana yang baru tiba di kantor.
" Sssttt la, kamu ribut banget sih. Kan kamu tau pernikahan aku itu gak banyak yang tau. Jangan disebarin sama temen-temen yang lain la" Ucap Ayana pada lila yang ember, untung saja tak ada yang mendengar ucapan lila tadi. Karena Aslan menyuruhnya untuk merahasiakan pernikahan mereka.
" Lagian kamu ngapain kesini ay, bukannya masih cuti ya? " Tanya lila yang heran pada Ayana yang sudah masuk kantor padahal baru saja menikah
" Aku kesini mau nganter surat pengunduran diri la, aku udah gak kerja lagi disini" Ucap Ayana yang sedih karena harus berhenti bekerja. Ia sudah lama bekerja di perusahaan ini, melalui banyak suka duka. Dari perusahaan ini juga ia membiayai sekolah afdhal sampai masuk kuliah, juga untuk pengobatan ayahnya.
" Astaga ayy, kamu mau berhenti kerja. Aku nanti sama siapa ay, gak ada temen makan siang di kantin, gak ada temen curhat " Ucap lila sedih memeluk Ayana, mereka sudah seperti saudara. Kemana-mana selalu berdua.
" Udah la kamu gak usah sedih gitu, lagian kita masih bisa ketemu kan di luar kantor" Ucap Ayana menghibur lila
" Ini la aku bawain makanan buat kamu" Ayana memberikan makanan yang dibawa pada lila
__ADS_1
" Makasih ya ay. kamu harus janji kita bakal sering ketemu ya ay. Kamu gak dikasih kerja ya sama pak Aslan " Tanya lila, pasti pak Aslan tak mengizinkan Ayana bekerja karena dia kan udah kaya, pikir lila. Ia berpikir Ayana sangat beruntung karena menikah dengan orang kaya, tampan pula.
"Iya la, udah ya aku mau ke ruangan pak Rifqi dulu" Ucap Ayana.
***
Pak Rifqi sudah menerima surat pengunduran diri Ayana, ia heran kenapa Ayana mengundurkan diri dari perusahaannya, apa karena Ayana tak tahan bekerja disini pikirnya.
" Ayana, apa yang terjadi. Kenapa kamu mengundurkan diri dari perusahaan. Apa saya kejam sama kamu selama ini" Ucap pak Rifqi pada Ayana.
Kenapa pak Rifqi menanyakan alasan ku mengundurkan diri, bukannya beliau sudah tau kalau aku sudah menikah dengan pak Aslan. Batin Ayana, pak Rifqi di undang di acara pernikahan mereka, tapi beliau tidak datang karena ada halangan, sehingga pak Rifqi tidak tau dengan siapa Aslan menikah.
" Tidak pak, bapak sudah sangat baik sama saya. Saya berhenti bekerja karena suami.. " Belum selesai Ayana berbicara, Tiba-tiba maya masuk ke ruangan pak Rifqi.
" Oh maaf saya pikir tidak ada tamu, pak Rifqi kliennya sudah datang. Apa disuruh menunggu dulu? Tanya maya sekretaris pak Rifqi yang baru masuk kerja setelah cuti melahirkan.
" Tidak perlu, suruh saja langsung ke ruangan ku" Jawab pak Rifqi.
" Ayana kita bicara lain kali. Saya sangat menyayangkan kamu keluar dari perusahaan ini, kamu karyawan terbaik saya, berat rasanya melepas kamu untuk keluar. Tapi saya hargai keputusan kamu, walaupun kamu tidak mau mengatakan alasan kamu keluar. Semoga kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik" Ucap pak Rifqi pada Ayana.
" Terimakasih banyak pak atas semua kebaikan bapak selama ini, saya permisi " Pamit Ayana pada pak Rifqi, ia juga berterima kasih atas kebaikan pak Rifqi padanya.
__ADS_1