
Semenjak menikah kegiatan Ayana hanya dirumah saja, ia jarang keluar rumah bahkan ia belum berkunjung ke rumah ayahnya setelah menikah.
Ayana sangat kelelahan membersihkan seluruh area rumah ini sendiri. Walaupun ia sudah biasa beres-beres di rumahnya dulu, tapi bedanya rumah ini sangat besar dan luas.
" Alhamdulillah, akhirnya bisa rebahan juga, capek banget" Ucap Ayana yang baru saja selesai membersihkan rumah ini. Ia mulai bersih-bersih dari tadi pagi, dan sekarang sudah hampir petang ia baru selesai.
" Enak ya tidur-tiduran di sofa, apa kamu lupa tugasmu disini " Ucap Aslan yang baru pulang dari kantor, melihat Ayana berbaring di sofa ruang tamu.
Ayana langsung bangkit dari rebahannya melihat Aslan datang.
" Saya sudah selesai membersihkan semuanya pak" Ucap Ayana, ia sebenarnya kesal atas ucapan Aslan tadi, Aslan tak lihat rumahnya sudah bersih pikirnya.
" Bagus, jika saya liat masih ada debu, kamu harus bersihkan ulang semuanya " Ucap Aslan lalu naik ke atas.
Rasain kamu, ini baru awal. Kita lihat saja sampai mana kamu bisa bertahan disini. Batin Aslan. Ia sebenarnya sudah tau Ayana sudah menyelesaikan tugasnya, terlihat tadi masih ada peluh di wajahnya, dan juga bajunya yang basah oleh keringat.
Ia juga sengaja tak memanggil art untuk datang lagi kesini, untuk mengerjai Ayana. Ia melakukan ini agar Ayana tak betah tinggal bersamanya dan meminta untuk bercerai.
***
__ADS_1
" Ayanaaa, ayanaaa" Teriak Aslan dari atas kamarnya. Ayana yang tengah membuat sarapan untuk dirinya kaget mendengarnya, ia lantas naik ke atas menemui Aslan.
" Iyaa, ada apa pak" Tanya Ayana yang baru tiba di kamar Aslan, ia ngos-ngosan karena berlari.
" Apa kamu tuli, dari tadi dipanggil" Marah Aslan, padahal ia baru saja memanggil dan Ayana langsung datang.
" Maaf Pak, tadi saya lagi di dapur" Jawab Ayana
" Saya nggak peduli. Kenapa kamu gak cuci baju-baju kotor saya" Ucap Aslan sambil menunjukan keranjang baju kotor di sudut kamarnya
" Kemarin saya sudah ambil semua cucian kotor di kamar bapak, dan sudah saya cuci semua Pak" Jawab Ayana, kemarin ia sudah mencuci semua baju kotor Aslan. Tapi kenapa keranjang itu masih penuh dengan cucian kotor.
" Apa kamu buta, gak lihat masih banyak baju kotor" Ucap Aslan
***
Ayana langsung mencuci baju-baju kotor Aslan yang diambil tadi. setelah itu Ayana pergi ke halaman belakang untuk menjemur pakaian.
" Astaga, kenapa banyak sekali sampah di kolam, bukannya kemarin aku udah bersihin kolam ini" kaget Ayana melihat kolam renang itu penuh dengan sampah, berupa daun-daun yang sudah kering. ia sudah membersihkannya kemarin, tapi kenapa masih banyak sampah.
__ADS_1
apa Pak Aslan yang melakukan semua ini, tapi kenapa?. batin Ayana, ia berpikir Aslan yang sudah mengerjainya, karena sangat tak wajar jika daun-daun ini jatuh dari pohonnya sebanyak ini hanya dalam semalam saja.
Ayana tak punya pilihan lain, selain membersihkan semuanya lagi.
***
pasti ia sedang kesal sekarang, harus membersihkan ulang semua yang sudah dibersihkannya kemarin. batin Aslan, memang benar ia lah yang melakukan semua itu. tak ada rasa kasihan terhadap istrinya yang membersihkan rumah seluas itu.
" woyy, bengong aja lo. mikirin apa lo?" tanya Samuel pada Aslan, mereka sedang makan siang di restoran.
" nggak ada" jawab Aslan singkat.
" bohong lo ya, lo lagi mikirin istri lo ya dirumah. lagian lo gila banget, baru nikah bukannya bulan madu, malah kerja. semangat kerja lo berlebihan lan" ucap Samuel yang bingung melihat Aslan, baru nikah tapi udah mikirin kerja aja.
" kalau gue jadi lo ya lan, gue gak bakalan masuk kerja satu bulan, gue puas-puasin tuh berduaan sama istri gue" ucap Samuel.
" lo mau cuti apa resign, lama banget satu bulan" cicit Aslan.
" namanya juga pengantin baru lan. Lagian gue gak habis pikir sama lo, istri lo cantik banget kok lo anggurin sih" ucap Samuel yang bingung dengan sikap Aslan, sudah punya istri cantik di rumah malah di anggurin.
__ADS_1
" lan lo cinta gak sama Ayana? " tanya Samuel
" kenapa lo nanyak itu, lo masih suka sama dia?" ucap Aslan, karena Samuel dulu pernah suka sama Ayana.