Menaklukkan Hati Pak Suami

Menaklukkan Hati Pak Suami
bab 11


__ADS_3

Aslan sudah memutuskan menerima keinginan papanya untuk menikahi Ayana, begitu juga dengan Ayana ia juga telah setuju untuk menikah dengan Aslan.


Mereka berdua sudah dipertemukan pada acara makan malam kedua keluarga. Ketika bertemu, keduanya sama-sama kaget, baik Ayana maupun Aslan. Aslan tak menyangka ternyata gadis yang selalu dipuji baik oleh papanya itu adalah Ayana, jadi Ayana yang telah menolong papanya waktu itu. begitu juga dengan Ayana ia terkejut ketika mengetahui bahwa putra pak surya yang akan dinikahkan dengannya yaitu Aslan, CEO dari kusuma group.


***


Ayana tengah menyiapkan baju-bajunya yang akan dibawa ke rumah Aslan. karena besok mereka akan menikah.


" Bu, besok Ayana akan menikah, Ayana akan jadi seorang istri. do'ain Ayana ya bu semoga Ayana bisa menjadi istri yang baik. Ayana berharap pernikahan Ayana bahagia, walaupun pernikahan ini bukan atas dasar cinta. Semoga ibu juga selalu bahagia disana, aku sangat merindukan ibu" Ucap Ayana pada foto ibunya, ia sedih ibunya tak bisa mendampinginya menikah, tapi ia yakin ibunya pasti bahagia melihatnya dari atas sana.


" Kak apa kakak sudah yakin untuk menikah dengan kak Aslan?" Tanya afdhal yang baru masuk ke kamar kakaknya


" Iya dek, kan udah kita bicarain waktu makan malam kemarin" Jawab Ayana


" kak aku mau kakak bahagia setelah menikah, maaf kak aku belum bisa bahagiain kakak. Semoga kak Aslan bisa membuat kakak bahagia, kalau dia nyakitin kakak, bilang aja sama aku kak" ucap afdhal, dia sangat menyayangi kakaknya. dia selalu sedih jika mengingat Ayana akan menikah dan meninggalkan rumah.


" kamu tenang aja kakak akan selalu bahagia, karena bahagia kakak ketika melihat kamu dan ayah bahagia " ucap Ayana sambil memeluk adiknya, ia juga sangat menyayangi afdhal.


***


Pernikahan


Hari ini Ayana dan Aslan akan melangsungkan akad nikah. Mereka menikah di Mansion Pak Surya atas permintaan Aslan, hanya keluarga dekat dan rekan bisnisnya saja yang menghadiri.

__ADS_1


Halaman depan mansion disulap menjadi pelaminan yang indah. Para tamu undangan juga sudah datang. Semuanya sudah siap, Aslan terlihat sangat tampan memakai setelan jas mewahnya. Ia tak terlihat gugup sedikitpun, padahal ini pertama kali baginya.


Di ujung sana terlihat seorang wanita cantik sedang berjalan ke arah Aslan di gandeng oleh sahabatnya. Ayana dengan berbalut gaun berwarna putih terlihat sangat cantik ditambah dengan riasan di wajahnya membuatnya semakin bersinar diantara yang hadir disana. Semua perhatian tertuju padanya, tak terkecuali oleh Aslan, ia juga tampak kagum melihat kecantikan Ayana.


Ayana berjalan ke arah Aslan dengan gugup, ia mengakui Aslan terlihat sangat tampan, jika saja mereka menikah karena saling mencintai, mungkin Ayana akan menjadi wanita paling bahagia saat ini. Ayana tak tau bagaimana kelanjutan hubungannya nanti, ia berharap hubungannya akan baik kedepannya.


" Saya Terima nikah dan kawinnya Ayana fadhila Syahara binti Hadi Wijaya dengan maskawin tersebut " Ucap Aslan dengan sekali tarikan napas.


SAH


Ayana meneteskan air matanya, ia tak menyangka sekarang sudah menyandang status baru menjadi seorang istri.


Ayana mencium tangan Aslan, begitu juga Aslan mencium kening Ayana. Ketika mencium Ayana jantung Aslan berdegup kencang, padahal sebelumnya ia biasa saja.


" Lan, congrats yaa, gue gak nyangka akhirnya lo kawin juga " Ucap Samuel memberi selamat.


" Thanks" Ucap Aslan singkat.


" Kok lo bisa nikah sama Ayana gimana ceritanya, apa lo udah pacaran sama Ayana tapi gak kasi tau gue ya? " Tuduh Samuel, lantaran ia tak menyangka Aslan menikahi Ayana


" Ceritanya panjang Sam, lo kan tau gue baru kenal sama dia waktu dia ikut meeting sama Pak Rifqi" Terang Aslan.


" Iya gue gak nyangka aja lan, udah sana lo balik ke istri lo, baru aja nikah udah main tinggal aja lo" Ucap Samuel tak habis pikir dengan Aslan padahal istrinya sangat cantik tapi malah ditingal sendiri.

__ADS_1


" Ay, kamu jahat banget sama aku, masak kamu ngabarinnya h-1 hari pernikahan kamu sih, untung aja aku udah pulang dari Malaysia, dan buru-buru cari baju buat jadi pengiring kamu" Ucap lila yang kesal lantaran Ayana tak menghubunginya sejak awal ia mau menikah, pasalnya waktu itu lila masih berada di Malaysia mengunjungi neneknya yang sakit.


" Iya maaf la, habis kamunya yang gak bisa dihubungi waktu itu jadi aku pikir kamu masih sedih atas kajadian itu" Jelas Ayana..


" kak selamat ya, kakak nanti sering-sering ke rumah ya kak" ucap afdhal memeluk kakaknya, ia terharu menyaksikan kakaknya menikah tadi.


" Afdhal kakakmu sudah menikah sudah menjadi istri orang jadi dia gak bisa keluar seenaknya tanpa izin dari suaminya " nasehat pak hadi


" nak, sekarang kamu sudah menikah, jadilah istri yang baik, selalu patuh dan nurut sama suami kamu. layani dia dengan baik. dan kamu juga jangan mengkhawatirkan ayah sama Afdhal, kami baik-baik saja. afdhal juga sudah dewasa, dia harus bisa mengurus dirinya sendiri" tambah ayahnya menasehati Ayana, ia juga tau Ayana pasti akan memikirkannya dan afdhal.


" Iya ayah, doakan Ayana agar menjadi istri yang baik, dan aku akan tetap membantu ayah untuk sembuh" ucap Ayana sedih ia tak bisa lagi menahan air matanya, ia memeluk ayahnya dengan erat.


"Nak, ayah sama afdhal pulang dulu, kamu baik-baik disini" pamit ayahnya, sekali lagi Ayana memeluk ayahnya dan adiknya.


" lo pak hadi, kenapa cepat sekali pulangnya?, sering-seringlah berkunjung kesini pak " ucap pak surya ketika pak hadi pamit


" Iya pak surya, lain kali kami akan berkunjung kesini lagi " jawab pak hadi


Aslan juga menyalami mertuanya yang akan pulang, juga adik iparnya.


" Nak Aslan, ayah titip Ayana sama kamu. sekarang dia menjadi tanggung jawabmu, bimbing dia dan jangan menyakitinya". nasehat singkat pak hadi pada Aslan.


" baik yah" ucapnya singkat

__ADS_1


Pak Hadi dan Afdhal pulang di antar oleh sopirnya pak Surya.


__ADS_2