Menaklukkan Hati Pak Suami

Menaklukkan Hati Pak Suami
bab 12


__ADS_3

Setelah semua keluarga pulang, Pak Surya meminta Aslan untuk mengajak Ayana istirahat di kamar Aslan.


" Puas kamu sekarang kan, karena rencana kamu berhasil untuk masuk ke keluarga kusuma" Ucap Aslan ketika mereka di sedang berdua di kamar.


" Maksud bapak apa ya, saya gak ngerti" Ucap Ayana yang tak mengerti pembicaraan Aslan


" Kamu jangan sok polos, pernikahan ini keinginan kamu kan, sebagai balas budi dari papa saya karena kamu telah menolongnya " Tuduh Aslan pada Ayana


" Satu yang harus kamu tau, sampai kapanpun saya tidak akan pernah menerima pernikahan ini, jadi jangan berharap apapun pada pernikahan ini" Tambahnya lagi, kemudian keluar dari kamar meninggalkan Ayana yang masih terdiam mendengar ucapannya.


Jadi pak Aslan belum menerima pernikahan ini, lalu kenapa dia setuju untuk menikahi ku. Iya benar, jelas saja pak Aslan menuduh ku seperti itu. Karena adanya pernikahan ini tepat sekali setelah kejadian aku menolong pak Surya. Tapi aku tak pernah meminta balasan apapun itu, ini juga bukan rencana ku. Dan aku memang tak tahu diri, bagaimana bisa aku berpikir pak Aslan setuju menikah dengan ku dan suatu hari dia bisa mencintai ku, itu tidak mungkin. Pak Aslan terlihat sangat membenci ku. Batin Ayana yang tergoncang mendengar ucapan Aslan barusan. Ekspektasinya membangun rumah tangga impian hancur seketika.


***


Sudah malam, Aslan belum juga pulang. Padahal ini malam pertama pernikahannya, pak Surya menelponnya dan menyuruhnya pulang, bisa-bisanya dia meninggalkan istrinya di malam pertama pernikahannya.


Di kamar, Ayana baru saja selesai mencuci muka dan gosok gigi, ketika ia keluar kamar mandi ia kaget melihat Aslan yang sudah berada di kamar.


" Minggir! Apa kamu tidur di kamar mandi? Lama sekali" Gerutu Aslan melihat Ayana yang baru keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


" Maaf Pak, tadi saya cuma cuci muka sama.. " Belum sempat Ayana menyelesaikan kalimatnya, Aslan sudah nyelonong masuk ke kamar mandi. Ayana merasa tak lama di kamar mandi, ia hanya cuci muka dan gosok gigi saja, bagaimana bisa dikatakan lama.


Ayana berencana akan tidur di sofa, karena ia tau Aslan tak akan mau tidur seranjang dengannya, kebetulan sofanya juga berukuran besar, jadi tak masalah untuk tidur disana. Ketika Ayana akan mengambil bantal dan selimut di ranjang, ia melihat kecoa di lantai.


" Aaaaaa kecoaaa" Teriak Ayana melihat kecoa itu mendekatinya, ia langsung naik ke atas ranjang, ia semakin histeris ketika melihat kecoa itu terbang.


" Berisik, kenapa kau berteriak?" Tanya Aslan kesal mendengar Ayana berteriak


" Itu pak, ada kecoa terbang. Saya takut sama kecoa" Jawabnya memberitahu Aslan


" Cepat turun, kau merusak tempat tidurku" Ucapnya pada Ayana.


Ayana tak menghiraukan ucapan Aslan, ia masih fokus melihat pergerakan kecoa itu. Benar saja, kecoa itu terbang ke arah ranjang, tanpa pikir panjang Ayana langsung lompat ke arah Aslan yang sedang berdiri di pinggir ranjang.


" Shi*t! " Umpat Aslan yang kesal, ia belum siap untuk menangkap tubuh Ayana, karena Ayana yang tiba-tiba melompat ke arahnya.


" Heii gadis bodoh, cepat turun dari tubuhku" Kesal Aslan Ayana yang tak kunjung bangun dari tubuhnya.


Ayana yang sadar akan posisinya, segera bangun dari tubuh Aslan. Tapi ketika Ayana akan bangun dari atas tubuh Aslan, tekukan lututnya tak sengaja menekan keras junior Aslan. Yang mana membuat Aslan kesakitan setengah mati.

__ADS_1


" Oh shi*t!!! Dasar gadis gilaa" Umpat Aslan sambil mengerang menahan sakit. Ia memegangi juniornya


Ayana yang kasihan melihat Aslan kesakitan, mencoba mendekati Aslan untuk membantunya.


" Stopp! Jangan mendekat, menjauhlah dariku" Ucap Aslan yang melihat Ayana mendekat ke arahnya. Ia sangat kesal pada Ayana


" Pak, saya hanya ingin membantu mu" Ucap Ayana merasa bersalah.


" Saya tidak perlu bantuan mu, saya bilang menjauhlah" Ucap Aslan lagi karena Ayana yang masih saja berdiri di dekatnya.


Ayana akhirnya mengalah dan berjalan ke sofa untuk tidur, ia melihat Aslan yang kesusahan untuk berdiri. Ia ingin membantu tapi Aslan tak ingin dibantu olehnya.


Ayana ingin tidur di sofa, tapi ia lupa untuk mengambil bantal di ranjang Aslan, tadi ia tak jadi mengambilnya karena melihat kecoa. Ayana ingin mengambil bantal itu, tapi ada Aslan yang sedang berbaring disana. Jika ia kesana sudah pasti Aslan akan marah.


Jadi Ayana menunggu Aslan untuk tidur dulu, baru ia akan mengambil bantalnya. Setelah menunggu 15 menit Ayana melihat Aslan sudah tidur. Jadi ia langsung berjalan ke arah ranjang dengan pelan. Ayana sudah berdiri di pinggir ranjang, ketika tangannya memanjang untuk mengambil bantal.


" Hei, apa yang kamu lakukan " Ucap Aslan yang tiba-tiba terbangun, dan melihat Ayana sudah berada di dekatnya.


" Ee-ee itu pak saya mau ambil bantal" Ucap Ayana gelapan, ia pikir Aslan sudah tidur.

__ADS_1


" Mundur dua langkah cepat " Perintah Aslan pada Ayana.


Ayana langsung mengikuti perintah Aslan karena tak ingin membuat masalah lagi. Lalu Aslan melemparkan bantal itu pada Ayana yang berdiri dua langkah dari ranjang.


__ADS_2