Mencintai Pangeran Ganteng Dimensi Lain

Mencintai Pangeran Ganteng Dimensi Lain
Episode 12


__ADS_3

Ketika melihat pengawal yang sudah bersimbah darah Kevin langsung berlari mengambil ponsel dan melajukan mobilnya tanpa memperdulikan ayahnya, yang dipikirkan Kevin hanya keadaan kekasihnya itu.


Ditengah perjalanan Kevin melihat mobil yang dikendarai Bimo, Kevin langsung berhenti mendadak dan turun dari mobil dan mencari sahabatnya itu, tetapi Bimo dan Miya tidak ada ditempat itu melainkan hanya selembar surat di atas salah satu pengawal Kevin yang sudah mati akibat tembakan musuh Atlantis.


Kevin dengan cepatnya mengambil kertas itu dan membacanya.



Breng*k


Arghhhh


"Siapa dia bisa-bisanya dia mengancam ku seperti ini" umpat Kevin


Setelah membaca surat yang diterimanya Kevin langsung mengendarai mobilnya untuk mencari rumah kosong yang tertulis dalam surat tadi. Dilain pihak anak buah Antonio memberikan informasi kepada Antonio melalui telepon.


"Maaf tuan Kevin telah membaca surat yang anda simpan tadi" ucap anak buah Antonio


"Okeh, terus awasi dia dan jangan sampai ketahuan dengan Kevin" jawab Antonio


"Baik tuan, saya mengerti" ucap anak buah Antonio


Setelah mendengar informasi kalau Kevin telah datang untuk mencari Miya dan Bimo, membuat Antonio sangat bahagia sebab Kevin telah masuk dalam jebakan Antonio


"Bhaa ha ha ha" suara ketawa yang begitu seram dalam ruangan itu


"Akhirnya kamu masuk jebakan juga Kevin, pengawal segera perketat pengawasan di rumah ini dan bawa gadis dan lelaki itu kehadapan ku" jelas Antonio


"Baik tuan" jawab anak buah Antonio sembari keluar dan menuju ruangan tempat Miya di sekap


"Tring..tring...tringg" suara ponsel Kevin


"Haloo Kevin, apa kamu mengenali suara ku" ucap Antonio yang tiba-tiba menelpon Kevin


"Haloo...haloo ini siapa, haa siapa dimana tempat mu" jawab Kevin penuh amarah

__ADS_1


"Santai bro, tenang dulu kekasih dan sahabat mu baik-baik saja disini, jadi tenanglah" ucap Antonio


"Kamu siapa haa, jawab aku tidak menanyakan itu" jawab Kevin


"Ohh, nanti kamu tau juga dan segeralah kemari menjemput kekasih mu itu dan ingat pesan ku di surat tadi" ucap Antonio


"Tengg...tengg" belum sempat menjawab Antonio langsung menutup telponnya


"Arghhh, Breng*k dasar sialan siapa dia haaa.. kenapa dia menculik orang-orang ku" ucap Kevin dalam hatinya.


"Tenang Kevin, kamu akan tau juga dan segeralah selamat kan kekasihmu dan sahabatmu" ucap Kevin dalam hatinya lagi


Tanpa pikir panjang Kevin melajukan dengan cepat mobilnya untuk mencari rumah kosong yang dibilang musuhnya itu walaupun Kevin belum mengetahui kalau dalang ini semua adalah Antonio sahabat ayahnya sendiri.


Sinar matahari perlahan mulai terbenam, Kevin yang mulai merasa gusar mencari Miya hanya bisa terdiam dan merasa sedih, tetapi tak lama kesedihan itu sirna dikala ia menemukan rumah kosong yang tengah ia cari dalam hutan.



Perlahan Kevin menepih kan mobilnya dan memastikan terlebih dahulu tempat ia datangi apa ditempat itu aman atau tidak, setelah melihat tempat itu lumayan sepi ia perlahan keluar dari mobil dan mencari tempat persembunyian agar dia bisa leluasa masuk ke dalam rumah kosong itu.


"Kenapa rumah itu terlihat sangat kosong yah, apa mereka sedang berjaga dalam rumah itu" gumam Kevin dalam hatinya sambil melihat sekeliling rumah itu


"Apa kau sudah datang di tempatku" ucap Antonio


"Iyah, aku sudah ada didepan dan dimana aku harus menemui mu" jawab Kevin dengan lantang


"Okeh tunggu anak buah ku dekat mobil yang tadi kau kendarai" ucap Antonio


Tak sempat menjawab Antonio langsung mematikan teleponnya dan seketika anak buah Antonio mendekati Kevin dan menyuruhnya untuk ke dalam ruangan itu untuk menemui Antonio, yah masih sama saja Kevin belum mengetahui siapa yang menyekap Miya dan Kevin.


Panggil saja Dito tangan kanan Antonio selama ini dia yang pergi menemui Kevin dan menyuruhnya untuk segera masuk ke dalam rumah kosong itu, ketika masuk Kevin yang melihat rumah itu hanya bisa terdiam sebab keadaan rumah itu sangat berdebu dan kusam hanya beberapa lampu yang hidup dalam rumah itu.


Antonio yang sudah menunggu dari tadi di sebuah ruangan bersama anak buahnya, begitupun Miya dan Bimo yang masih belum sadarkan diri akibat suntikan obat tidur yang diberikan tadi oleh Antonio. Kevin yang didorong oleh Dito secara paksa dan masuk ke dalam ruangan itu, Kevin melihat seseorang yang tengah duduk membelakanginya.


"Selamat datang tuan Kevin anak dari Raja Nicole Kidman, apa kabar tuan, apa tuan mengetahui suaraku" ucap Antonio yang masih membelakangi Kevin yang membuat Kevin makin merasa penasaran

__ADS_1


"Sial, breng*ek kemari kau" ucap Kevin yang memberontak


"Sabar tuan, sabar apa kamu tidak menyayangi orang itu, jadi sabar" jawab Antonio sambil menunjuk Miya dan Bimo yang masih terbaring lemas di atas kursi


"Miya... Bimo..., jangan kau sakiti dia" ucap Kevin


"Ohh, kau sangat menyayangi orang itu yah, tetapi saya memiliki syarat agar mereka berdua bisa terlepas dari sini" jawab Antonio


"Apa Haa, apa terus kenapa kau tidak menunjukkan wajahmu, apa kau takut" ucap Kevin


"Baiklah, aku akan menunjukkan wajahku dan jangan terkejut yah tuan mudah" ucap Antonio


Tak berapa lama Antonio berbalik ke arah Kevin seketika Kevin tadinya diam langsung terkejut melihat orang yang sedang berdiri didepannya dan menyekap Miya dan Kevin itu adalah sahabat ayahnya sendiri.


"Om Antonio" ucap Kevin dengan terbata-bata


"Yahh, iyaa itu benar seperti yang kau lihat, apa kau terkejut melihatku" jawab Antonio sambil tersenyum


"Dasar breng*ek, laki-laki biadab aku dan keluargaku sudah membantumu kenapa kau begini" ucap Kevin yang memberontak dan meremukkan jas dipakai Antonio


"Tenang Kevin, tenang kalau kamu menyakitiku sahabat dan kekasihmu menjadi taruhannya" jawab Antonio sambil menunjuk Miya dan Bimo yang sudah di todong kan senjata


Melihat Miya dan Bimo ditodongkan pistol seketika membuat Kevin menciut sebab dia tidak bisa mengambil keputusan yang tergesa-gesa yang akan mengakibatkan orang yang mereka sayang akan mati.


Tetapi tanpa ia sadari dari belakang Dito langsung memukuli kepala Kevin yang membuat Kevin seketika pingsan.


"Dito bawa mereka bertiga ke tempat yang aku siapkan, dan jangan sampai mereka mengetahui tempat itu dan pisahkan mereka bertiga jangan satu tempat" jelas Antonio


"Baik tuan" Jawab Dito yang menyuruh pengawal agar segera memindahkan mereka bertiga ke tempat lainnya lagi, sedangkan Antonio kembali ke rumahnya untuk menyusun rencana agar Kevin menyerahkan Atlantis sendiri di tangan Antonio


"Apa yang terjadi selanjutnya lagi yah, apa Kevin akan menyerahkan Atlantis ke Antonio aduuhh makin penasaran aja😁😁😁"


Oiya hampir lupa ini visual Dito yah😁😁


__ADS_1


Ganteng juga yah😁😁


"Semoga kalian suka dan maaf kalau memiliki kesalahan dalam karyaku ini dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara like, komen dan vote ya😁🙏🙏"


__ADS_2