Mencintai Pangeran Ganteng Dimensi Lain

Mencintai Pangeran Ganteng Dimensi Lain
Episode 36


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat Dito yang akhir-akhir ini selalu ke ruang penyiksaan sedangkan Miya sudah diperbolehkan untuk pulang ditemani oleh Kevin, Bi Rina dan Ibu Ina yang sedang semangatnya menyambut Miya apalagi sekarang Miya sedang mengandung calon penerus keluarga Adipramana


"Ibu kemana mas"tanya Miya yang sedang di mobil


"Mamah lagi siapkan kedatangan mu syg apalagi ada calon anak kita" jawab Kevin sambil mengelus perut Miya


"Yaudah"


Kevin yang sedang melajukan mobil dengan perlahan sebab Miya sekarang tengah mengandung jadi Kevin sangat Menjaga Miya, didalam perjalanan saat pulang Miya yang melihat penjualan salak dan meminta Kevin untuk membelikannya, Kevin yang senang hati langsung menepihkan mobilnya dan turun membelikan buahnya Miya pun ikut juga


"Kamu disini saja sayang" ucap Kevin


"Miya mau ikut mas, Miya mau lihat buahnya" rengek Miya


"Yaudah sini" ucap Kevin


Miya dan Kevin sekarang berada di dekat penjual buah salak, Miya yang antusias memilih salak yang paling Miya sukai


"Maaf ya, Istri saya lagi hamil bang jadi tingkahnya begitu" ucap Kevin yang merasa sedikit tertawa


"Tidak apa-apa mas, lagian banyak orang yang hamil kesini"


"Tapi kalau saya lihat istri anda sedang mengandung anak laki-laki"


"Yang bener bang, bagaimana anda tau, Memangnya anda dukun"


"Itu cuman penglihatan ku saja mas"


"Apa selesai bicaranya aku sudah banyak milih mas" sambung Miya


"Yaudah ini berapa bang" tanya Kevin


"Rp. 35.000 aja mas"


Kevin pun membayar dan segera kembali ke Mansion, Kevin yang masih teringat dengan kata-kata penjual salak itu hanya merasa bahagia sebab ia akan memiliki anak laki-laki yang begitu ia nantikan, sesampainya di mansion Ibu Ina dan Bi Rina sudah berada pintu menunggu Miya


Saat Miya turun dari mobil Ibu Ina langsung mengajak Miya sambil memegang tangan Miya dengan kuat, Ibu Ina sekarang sangat over protective dengan kesehatan Miya dan kandungannya apalagi saat Miya masuk rumah sakit


"Ihh, mamah Miya jadi risih kalau mamah memanjakan Miya seperti ini" ucap Miya yang ingin kekamarnya


"Tidak apa-apa lah sayang kan mamah jaga anak mama sama cucu mama, Miya sekarang kamarnya di bawah, mama sudah pindahkan semua barang Miya ke kamar ini" jelas Ibu Ina


Sedangkan Kevin yang sudah tau langsung masuk merapikan baju-baju Miya ke lemari, seperti Ibu Ina yang menjaga Miya begitupun dengan Kevin yang sangat memperketat pengawasan di mansion


Miya yang sekarang sudah duduk di sofa dan menunggu Bi Rina yang mengupas kan buah salak, sekarang Miya sangat bahagia karena semenjak semua orang tau kalau Miya sedang hamil semua orang menjaga Miya selayaknya Putri kerajaan, tanpa ia sadari air matanya sedikit jatuh tetapi Miya langsung menahannya agar semua orang tidak khawatir


Sementara ketiga wanita itu sedang duduk Kevin pamit keluar untuk menemui Dito yang sedari tadi berada di markas Kevin, cukup jauh mengendarai mobil akhirnya Kevin sampai semua yang melihat Kevin langsung tertunduk


Seperti di Atlantis saat berjalan aura kepemimpinan dan ketampanannya muncul semua orang yang memandang hanya berdecak kagum melihat Kevin

__ADS_1


"Bagaimana Dit" ucap Kevin yang mengagetkan Dito


"Elu yah, bikin jantungan tau"


"Sorry.... sorry, bagaimana keadaan mereka"


"Miko sudah gue beri makan"


"Terus Andini"


"Yahh, teriak minta tolong dan masih ingin membunuh Miya"


"Lebih baik kita selesaikan Andini sekarang gue udah enggak bisa tahan lagi dengan tingkah nya"


"Hmm"


Kevin dan Dito menuju kamar yang disana sudah ada Andini yang selalu memberontak ingin lepas tetapi tidak ada satupun yang melepaskannya apalagi memberikan makanan kepadanya


Brakk


Kevin menendang pintu dengan kuat Andini pun terkejut melihat Kevin yang begitu kesalnya


"Bagaimana keadaanmu" ucap Kevin


"Kevin lepaskan aku, aku ingin bersamamu"


"Wanita sia*lan aku kira kau sudah berubah tapi apa kau tetap seperti ini"


"Aku akan tetap seperti ini, kenapa ini semua karena dirimu" teriak Andini


"KAUU, MEMANG BENAR-BENAR TIDAK TAU DIRI, DITOO"


Dito yang sudah mengerti langsung memberikan Kevin sebuah cambukan seketika terdengar suara cambuk yang menggema di ruangan itu, pengawal yang mendengarnya hanya menelan Slavinanya


Kevin terus mencambuk Andini sampai akhirnya Andini menghembuskan nafas terakhir di tangan Kevin


"Urus mayatnya kuburkan dia ditempat yang jauh dari kehidupanku"


"Oke, bro"


Selesai membereskan Andini Kevin langsung melihat Miko disana dia sudah merasa cukup leleh dengan di ikat terus-menerus, Kevin yang hanya melihat Miko dari jauh dan menyuruh anak buahnya untuk melepaskan Miko dia ingin memberikan kesempatan kepada Miko untuk menebus kesalahannya kepada semua orang


Pengawal yang sudah melepaskan Miko, Kevin langsung menuju mansionnya saat ini dia sudah merasa lelah akibat Andini yang mencoba untuk melawan Kevin


Sesampainya di mansion mendapati Miya yang sedang tidur pulas di kasur yang sangat mewah Kevin yang langsung menunju kamar mandi membersihkan dirinya setelah itu ia menuju kebawa untuk makan malam


"Oiya Mah, Miya sudah makan kan" tanya Kevin


"Udah sayang, mama sedikit aneh Miya sekarang banyak makan sayang, mama takut kalau Miya akan sedikit kegemukan" jelas Ibu Ina

__ADS_1


"Biarin aja mah, yang penting Miya baik-baik aja"


"Oiya ini alat mendengar detak jantung bayi" ucap Ibu Ina


"Makasih mah, bisa aja mamah dapat benda begini"


"Iya donk"


Mereka pun melanjutkan makannya, Dito yang selesai menyelesaikan semua pekerjaannya tiba-tiba saja mengagetkan Kevin dan Ibu Ina


"Pada bahas apaan sih" ucap Dito sambil mengambil lauk dan nasi


"Mama lagi membicarakan tentang pernikahanmu" ucap Ibu Ina yang sengaja mengerjai Dito


"Haa, yang bener aja mah, emang bener Kevin"


"Iya lah masa mama bohong" jawab Kevin dengan senyuman nyinyir nya


"Yaudah Kevin balik ke kamar dulu pasti Miya menunggu"


"Etdah, Miya tidak lari bro"


"Biarin, makanya nikah juga"ledek Kevin


"Dasar"


Ibu Ina yang melihat Kevin dan Dito sedang saling meledek hanya tertawa bahagia memang sekarang ini Ibu Ina sangat ingin melihat Dito menikah, apalagi dengan usianya sudah cukup tua, selesai makan malam bersama mereka berdua kembali ke kamar untuk beristirahat apalagi Dito hari ini cukup kelelahan menangani Andini dan pekerjaan di Laboratorium


Sedangkan Kevin yang berada di kamar sudah berbaring menatap wajah Miya, tanpa sengaja ia mengingat dengan alat pendengaran detak jantung bayi, Kevin pun perlahan membuka kancing baju Miya dan menempelkan monitor detak jantung di perut Miya



Memasang headphone dan seketika air mata Kevin berjatuhan mendengar suara detak jantung anaknya, Miya yang menyadarinya langsung terbangun


"Mas kapan pulangnya kenapa tidak membangunkan ku"


"Astaga sayang, maaf yah tadi saat makan mamah kasih alat ini jadi mas coba deh" Ucap Kevin sambil senyum-senyum


"Hmm, yaudah mas sudah makan"


"Udah sayang, coba deh dengar sayang"


Miya dan Kevin pun akhirnya mendengar detak jantung bayinya dalam perut Miya, mereka sangat bahagia Kevin yang selalu memeluk Miya dengan erat sampai mereka tertidur dengan nyenyak


...Jangan lupa Like, Komen, dan Vote...


...Novel Author yah...


...😁😘😘...

__ADS_1


__ADS_2