
Miko dan Andini kembali membuat rencana baru untuk menghancurkan Kevin, sebab ia telah merebut kekasihnya dan telah melenyapkan ayah Andini. Sekarang ini Andini hanya hidup sebatang kara bersama Miko, Andini akan balas dendam ke Kevin dan Miya.
"Gimana apa yang akan kita lakukan" tanya Andini sambil memakan apel
"Gue juga pusing Andini, jangan banyak nanya, pikirin juga caranya jangan gue aja" jawab Miko
"Terserah, kalau gue bagaimana kalau kita mengikuti alurnya aja dulu kita lihat pergerakan dari Kevin" ucap Andini
"Itu benar juga sih, gue mau mandi dulu terus sarapan"jawab Miko
Dilain tempat Bibi Rina dan Ibu Ina sedang berada di dapur untuk memasak sarapan untuk anak-anak mereka, sekarang ini Ibu Ina sudah menganggap Kevin, Miya adalah anaknya.
"Selamat pagi Bu" ucap Miya yang turun dari kamar
"Pagi sayang" jawab Bu Ina
"Pagi nona" jawab bibi Rina
"Mami lagi buat apa"ucap Miya
"Ini kami buat nasi goreng sama Roti sayang, anak laki-laki itu belum bangun ya"jawab Bu Ina
"Belum mih, biasalah namanya juga cowok mah, bangunnya siang" ucap Miya sambil tertawa dengan Bu Ina dan Bibi Rina
Setelah menyelesaikan membuat makan dan disusun rapi di meja makan, Bibi Rina memanggil kedua laki-laki itu untuk ikut sarapan, Miya dan Bu Ina sudah tidak lapar lagi langsung memakan masakan Bibi Rina dan Bu Ina tanpa menunggu kedua laki-laki itu yang masih tidur.
Bibi Rina sudah membangunkan Kevin dan Dito dan segera menuju meja makan untuk ikut sarapan dirumah ini Bibi Rina tidak dianggap sebagai pelayan melainkan Orang kepercayaan Bi Ina.
"Astaga laki-laki apa ini, siang baru bangun" Ucap Ibu Ina
"Biasalah mah, kami banyak kerjaan, kan Kevin" jawab Dito
"Iyaa mah" ucap Kevin
Mereka berdua menyantap makanan sampai merasa kenyang, setelah sarapan Kevin dan Dito keluar untuk mencari sebuah bangunan untuk membuat Laboratorium Obat Kevin, sedangkan Miya dan Bibi Rina sedang menyeleksi calon pelayan dan pengawal yang terbaik. Bibi Rina dulunya seorang Mafia Wanita jadi semua anggota yang melamar pekerjaan dirumah Kevin sudah diketahui asal-usulnya, Bibi Rina tinggal menguji kemampuan para pelayan dan pengawal.
Kevin menyuruh Bi Rina untuk merekrut pelayan sebanyak 20 orang yang akan memiliki tugas dan tanggungjawab masing-masing di Dapur, Membersihkan Rumah, Mengepel, dan Mencuci baju, sedangkan pengawal Bi Rina memanggil anak buahnya yang pernah bekerja di saat Bi Rina seorang Mafia Kevin sangat memerlukan pengawal sebanyak mungkin seperti pelayan memiliki tugas masing-masing begitu pun dengan pengawal yang memiliki tugas masing-masing seperti Menjaga pintu gerbang, pintu utama, sopir, dan pengawal Miya dan Ibu Ina.
Bi Rina yang bingung sebab dari mana uang Kevin untuk menggaji karyawannya, tapi namanya juga perintah Bi Rina mematuhinya. Selesai menjelaskan semua tugas karyawan segera mungkin karyawan yang diterima akan bekerja saat itu, tidak dikhawatirkan lagi karyawan yang bekerja di rumah Kevin memiliki fasilitas yang lengkap, karyawan yang tidak memiliki rumah akan tinggal di rumah yang disediakan untuk karyawan pelayan dan para pengawal.
"Busett, emang harus segitu banyaknya pengawal Bi" tanya Miya yang kaget
"Begini lah Nona, saya cuman diperintahkan oleh Kevin" jawab Bi Rina
"Hmm, yaudah bi aku mau masuk dulu"ucap Miya yang masuk dalam rumah sambil merasa kagum melihat Kevin yang begitu menjaga mereka
Sementara Kevin dan Dito sedang mencari sebuah bangunan yang akan menjadi tempat pembuatan Obat Kevin dan Kevin telah berpikir kalau perusahaan obatnya akan berkembang dengan pesat.
"Kev, kayaknya bangunan itu cocok deh"ucap Dito yang menyetir mobil
"Iya juga yah, coba kita singgah kesana" jawab Kevin
Dito memarkirkan mobilnya dan menuju ke bangunan untuk melihat keadaan bangunan yang begitu besar dan cocok bagi Kevin.
"Selamat siang tuan ada yang bisa saya bantu" ucap agen properti
"Begini, saya ingin membeli bangunan anda" jawab Dito sedangkan Kevin melihat-lihat isi bangunan
"Kalau begitu saya akan menjelaskan apa saja keunggulan bangunan ini, jadi bangunan ini sangat strategis dan sangat dekat dengan transportasi, kalau dilihat perusahaan anda akan berkembang dengan pesat" jelas agen properti
"Baiklah saya akan membelinya" ucap Kevin dengan lantang
__ADS_1
"Baik tuan, saya akan beri anda harga 1 M" jawab agen properti
"Oke, Dito transfer sekarang" perintah Kevin
Agen Properti begitu terkejut melihat Kevin membeli sebuah bangunan tanpa menawar harganya, Dito yang telah mentransfer uangnya dan kepemilikan bangunan telah di urus dengan begitu cepatnya. Kevin segera menghubungi Tukang Bangunan untuk merenovasi bangunan itu dengan bentuk Laboratorium Obat.
Tukang bangunan pun datang dan mengerjakan sesuai dengan perintah Kevin. Kevin memerintahkan Dito untuk menjaga dan mengawasi pekerja bangunan, agar bangunan Kevin segera diselesaikan.
"Dit, gue mau balik dulu ya, gue percayakan ke elu" ucap Kevin
"Oke, Kevin ini tidak gratis yah" goda Kevin
"Iya, iya Dito" jawab Kevin
Dito yang mengawasi pekerja dan Kevin pulang ke rumah untuk mengajak Miya berjalan-jalan sambil mengobrolkan tentang pembuatan laboratorium Kevin.
Akhirnya Kevin sampai dan melihat sekeliling rumahnya yang sedang dijaga oleh banyak pengawal, Kevin yang sedang masuk ke rumah pengawal pun langsung memberikan hormat sesuai dengan perintah Bi Rina. Kevin sangat kagum dengan pekerjaan Bi Rina yang telah menyelesaikan perintah Kevin.
"Tuan, anda sudah pulang" tanya Bi Rina
"Iya bi, Miya kemana" jawab Kevin
"Nona Miya di kamarnya tuan"ucap Bi Rina
"Okeh Bi, baliklah kerja" ucap Kevin
"Baik tuan" jawab Bi Rina
Kevin langsung berlari menuju kamar Miya
"Tokk...tok... tok" Suara ketukan pintu
Ceklek
"Kevin, ngapain kesini"tanya Miya
"Bersiaplah kita akan jalan-jalan" ucap Kevin
"Kemana, aku males Kevin" jawab Miya
"Cepat bersiap aku tunggu di bawah" perintah Kevin
"Tapii.." jawab Miya
"Tidak ada bantahan" ucap Kevin membuat Miya merasa takut
Kevin menunggu Miya yang sedang bersiap-siap sambil menonton TV dan memerhatikan para karyawan yang sedang bekerja di rumahnya.
Miya yang telah bersiap dengan meriah sedikit wajahnya dengan makeup membuatnya semakin cantik dan anggun.
Kevin yang melihat Miya seketika berubah kagum dan tambah cinta dengan Miya. "Buset, kenapa dia begitu cantik dan sexy"gumam Kevin
"Kevin" teriak Miya
"Sorry, ayo"ucap Kevin sambil menggandeng tangan Miya
"*Aduuh, jantung gue kayak mu meledak nih" gumam Miya
"Buset makin cantik sexy aja nih cewek" gumam Kevin*
__ADS_1
Ini visual Kevin yah hampir lupa 🤣🤣
Kevin melajukan mobilnya bersama Miya, Kevin telah membuat sebuah kejutan romantis buat Miya, sebab sudah lama ia tidak berjalan-jalan bersama Miya, boro-boro makan bersama aja jarang, karena banyaknya masalah yang mereka lewati. Disana Kevin akan menyatakan cintanya ke Miya, walaupun tidak terlalu formal ia tetap akan menyatakan cintanya ke Miya.
Setelah lama mengendarai mobil akhirnya mereka berdua sampai disebuah restoran yang sangat mewah, sambil menggandeng tangan Miya ia menuju tempat yang sudah di pesan Kevin. Segitu takjubnya Miya saat melihat dua meja makan yang begitu romantis, Miya yang gugup sebab Miya hanya memakai baju casual dan tidak begitu cocok dengan tempat mereka.
"Ini, apa Kevin" ucap Miya dengan pura-pura tidak tahu
"Duduk dulu Miya" jawab Kevin sambil menarik kursi untuk Miya duduki
"Begini Miya, kan kita sudah jarang jalan dan makan seperti ini Miya, jadi aku mengajak kamu untuk makan berdua"jelas Kevin
"Aduhh, ini jantung kenapa berdetak kencang yah"gumam Miya sambil menyantap makanan
Tanpa sengaja saat makan pelayan restoran datang membawa sebuah makanan yang tertutup, dan ditaruh didepan Miya.
"Bukalah Miya"perintah Kevin
"Aku udah kenyang banget Kevin"jawab Miya
"Buka ajalah Miya" ucap Kevin dengan sedikit kesal
Sesuai permintaan Kevin, Miya membuka stainless dan muka Miya langsung berubah menjadi kaget melihat sebuah cincin berlian di dalam stainless itu.
"Ini maksudnya apa Kevin" ucap Miya sambil memegang cincin
Kevin berdiri dan mengambil cincin yang dipegang Miya tadi dan langsung memberikan penjelasan ke Miya.
"Miya, entah bagaimana caranya aku ucapkan lagi setelah kita banyak melewati masalah, maukah kau menjadi milikku" ucap Kevin sambil berlutut
"Astaga Kevin, berdiri ihh, ini enggak enak dilihat" jawab Miya
"Jawab dulu Miya, apa kamu mau jadi milikku seutuhnya" ucap Kevin lagi
Miya berpikir apa dia akan menerima Kevin atau tidak, tapi dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya kalau dia mencintai Kevin juga, apalagi Kevin telah banyak membantu Miya selama ini.
"Iyaa Kevin" jawab Miya sambil meneteskan air mata
"Ini beneran kan Miya, kamu serius kan" jawab Kevin dengan bahagianya
"Iyaa, Kevin" teriak Miya
Kevin langsung memasangkan cincin di tangan Miya dan langsung memeluk Miya dengan erat, sudah lama Kevin menunggu waktu ini untuk melamar Miya, tetapi cinta nya itu masih saja selalu di uji.
Kevin yang tidak bisa tahan lagi langsung ******* bibir Miya, sambil memegang tengkuk Miya, dan ciuman panas itu terjadi juga tanpa ada gangguan.
"I Love You" ucap Kevin
"I Love You to" jawab Miya
Setelah dinner romantis mereka berdua kembali ke mansion untuk beristirahat, karena Kevin akan melanjutkan kembali untuk mengawasi bangunan laboratoriumnya walaupun Dito sudah ada disana tapi Kevin tetap mengawasinya juga.
Dito yang saat pulang tiba-tiba ia melihat Andini sedang berjalan sambil membawa barang belanjaan, Dito juga sempat memotret Andini dan disana Miko juga ada dan lagi-lagi Dito memotret Andini dan Miko agar di perlihatkan ke Kevin. Setelah itu Miko melanjutkan mobilnya menunju mansion Kevin.
"Semoga kalian suka dan maaf kalau memiliki kesalahan dalam karyaku ini dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara like, komen dan vote ya😁🙏🙏"
__ADS_1