Mencintai Pangeran Ganteng Dimensi Lain

Mencintai Pangeran Ganteng Dimensi Lain
Episode 32


__ADS_3

Kevin dan Miya sedang berada di sebuah butik tempat mereka akan memilih gaun pengantinnya saat acara pernikahannya, Miya sangat antusias saat memilih gaun yang akan dia pakai begitu pun dengan Kevin, besok adalah hari paling penting baginya.


"Selamat siang tuan Nona silahkan saya akan memperlihatkan beberapa gaun yang sangat indah dipakai" jelas Desainer


"Baiklah, Kevin kamu pilih yang mana" tanya Miya


"Kalau aku terserah kamu saja, apapun yang kau pilih pasti aku menyukainya" jawab Kevin


"Hmm" ucap Miya


"Bukannya bantu milih malah asik duduk dengan handphonenya"batin Miya


"Bagaimana Nona dengan gaun ini" ucap desainer


"Bagus juga" jawab Miya


Miya yang berkeliling melihat gaun dan matanya sedang tertuju pada sebuah gaun yang begitu cantik dan anggun, Miya sangat menarik dengan gaun itu.


"Boleh saya lihat gaun itu" ucap Miya sambil menunjuk sebuah gaun yang terpampang


"Baik Nona, silahkan" jawab designer


Setelah melihat akhirnya Miya memutuskan untuk memakai gaun tersebut saat acara pernikahannya besok, selesai melihat gaun mereka kembali ke mansion sebab Miya sudah malas berjalan-jalan sebab Kevin hanya fokus pada handphone saja


Huff


"Kau kenapa" tanya Kevin melihat Miya sedang merasa mengendus


"Tidak apa-apa" jawab Miya


"Jawablah Miya kau kenapa, jangan seperti ini"


"Ohh, tadi aku melihat seorang wanita dan Pria sedang berjalan tapi Pria nya itu sedang asik bermain handphone" ucap Miya yang menyindir Kevin


"Apa mana" jawab Kevin dengan heran dari tadi cuman mereka yang berjalan sedari tadi dan sontak Kevin memikirkan dirinya yang sedari tadi memainkan handphone.


"Astaga Miya, aku minta maaf yah" ucap Kevin menyadari dirinya


"Hmm, kita pulang aku capek banget"

__ADS_1


"Kok pulang sih, kan kita mau jalan-jalan"


"Males" jawab Miya dan berjalan meninggalkan Kevin dan menuju mobil


Kevin yang merasa bersalah melihat tingkahnya sedang mengacuhkan Miya saat sedang bersama, Kevin pun mengikuti Miya dan melajukan mobilnya menuju mansion.


Sesampainya di mansion Kevin yang belum bicara Miya sudah turun dari mobil tanpa menghiraukan dirinya.


"Dasar kau sangat lucu Miya, membuatku makin cinta dengan mu" batin Kevin


Kevin pun mengikuti Miya dari belakang sampai dikamar Miya. Miya langsung duduk dipinggir kasur sedangkan Kevin ikut duduk bersama.


"Maafkan aku sayang" ucap Kevin membuat Miya merasa malu mendengar Kevin mengatakan sayang


"Hmm"


"Yaudah kalau kamu tidak memaafkan ku, aku akan memberimu sebuah hadiah sebelum kita menikah"


"Apaa, hadiah apa"


Tanpa Miya tau Kevin telah mengunci pintu saat ia masuk, Kevin yang makin lama makin mendekat membuat Miya semakin gugup, rasanya badannya mulai panas dan sedikit kesetrum sebab Kevin sedang duduk sangat dekat dengannya.


Memang sudah lama Kevin menunggu kesempatan ini, Kevin juga seorang laki-laki normal saat dekat dengan Miya pasti sesuatu akan muncul dipikirannya namun Kevin tahan


"Tapi, ini tidak boleh Kevin apalagi besok kita akan menikah"


"Aku tau, kan tidak apa-apa juga"


"Tapi--" belum sempat menjawab Kevin sudah mengecup lembut bibir Miya.


Mengecup bibir Miya dengan lembut membuat Miya begitu terkejutnya, orang yang pertama mengambil ciumannya itu adalah Kevin yang akan menjadi suaminya nanti, Miya yang sudah larut dalam ciuman panas itu membuatnya merasa ikut terbuai. Seketika badannya merasa ingin melakukannya juga, Kevin menyadari langsung merebahkan tubuh Miya ke ranjang.


Lagi-lagi Kevin ******* bibir Miya dengan begitu lembut, tangannya sudah merajalela kemana-mana, Kevin yang mencium dari bibir mulai turun ke leher dan tidak lupa ia memberikan stempel kepemilikan dileher Miya, Miya yang ikut terbuai seketika mengeluarkan desahan yang membuat Kevin semakin menggila.


Tangan Kevin sekarang sudah berada disebuah gunung kembar Miya sambil mengecup bibir Miya dan memainkan gunung kembar Miya, dan tangan Kevin sekarang mulai menyentuh lembah Miya yang membuat Miya tidak bisa tahan lagi.


"Lakukan" bisik Miya


Mendengar bisikan Miya Kevin langsung membuka satu persatu baju Miya sekarang badan mereka terlihat polos tanpa sehelai benang pun di badan mereka, Kevin mulai memasukkan ularnya kedalam lembah Miya, Miya yang merasakan sakit dan lama kelamaan ikut merasakan keenakan yang nikmat.

__ADS_1


"Ahh, Kevin" desah Miya membuat Kevin semakin menggila


Kevin yang sedari tadi ******* bibir Miya sambil memasukkan ularnya kedalam lembah sampai membuat mereka kelelahan dan terjadilah peristiwa panas di sore hari itu.


*Laboratorium


Dito yang sedari tadi menelpon Kevin tetapi tidak ada jawaban membuatnya semakin kesal, sebab Kevin telah melupakan kalau mereka akan meting dan sangat terpaksa Dito yang menggantikan dirinya, Dito yang semakin kesal memutuskan untuk pulang dan tiba-tiba saat keluar dari ruang kerjanya Dr. Cindy datang.


"Eh, Dr. Cindy sedang apa disini" tanya Dito


"Saya sedang mencari Tuan Kevin" jawab Dr. Cindy


"Kevin tidak ada disini Dr."


"Kirain ada, yaudah saya balik dulu yah"


"Kenapa begitu cepat, bagaimana kita makan dulu"


"Tapi kerjaan ku masih banyak"


"Ayolah Cindy"


"Baiklah"


Cindy dan Dito menuju sebuah restoran di sana mereka berbincang dan tertawa bersama sambil sekali-sekali membicarakan pekerjaannya masing-masing dan menceritakan semua hidupnya.


"*Gadis yang cantik, aku akan mendapatkan mu". batin Dito


"Kalau dilihat-lihat Dito baik juga" batin Cindy*


Kevin dan Miya yang merasa lelah melakukan hal panas sedangkan Dito dan Cindy sedang bahagia di sebuah restoran, sedangkan Miko yang sedang melakukan sesuatu yang akan menghancurkan Kevin.


..."Semakin penasaran aja dengan kelanjutannya, jadi pantengin terus Novel ku, semoga kalian suka yah"...


...😁😁...


..."Jangan lupa like, komen dan vote yah"...


...😁😘❤️...

__ADS_1


__ADS_2