
Dito yang telah tiba di laboratorium dengan gagahnya Dito masuk ke dalam Laboratorium seperti halnya Kevin begitu pun dengan Dito para karyawan memperhatikan Dito yang sangat gagah dan tampan
Tetapi ketika Dito memasuki ruangan wajahnya langsung merasa kesal melihat Andini berada di ruangannya
"Sudah lama tidak bertemu" ucap Andini
"Bagaimana kau bisa masuk ke sini, Rashi". teriak Dito
"Maaf tuan saya sudah melarangnya tetapi dia tetap masuk ke dalam ruangan anda" ucap Rashi
"Biarlah, keluar dari sini" perintah Dito tetapi Andini hanya senyum miring sambil melihat Dito
"Wow, anak buah menjadi wakil direktur di Laboratorium yang sangat terkenal"
"Jaga ucapan mu dan segera pergi dari sini, atau aku akan melakukan hal tidak akan pernah kau ingat"
"Okeh, aku akan keluar dan ingat perkataan ku ini akan ada sesuatu yang sangat besar akan terjadi" ucap Andini sambil berjalan keluar dari ruangan Dito
Dito yang mendengar perkataan Andini seketika menjadi takut dengan ancaman Andini entah apa yang akan dilakukan Andini pada keluarganya, lam berpikir Dito langsung menghubungi Kevin tapi lagi-lagi Kevin tidak mengangkat handphonenya, dengan terpaksa Dito mengirimkan pesan
"Kevin tadi Andini datang ke laboratorium dan dia mengancamku kalau akan terjadi sesuatu yang sangat besar entah itu apa yang penting kita harus menggerakkan semua pengawal ke seluruh Mansion dan Laboratorium" pesan Dito
"Mudah-mudahan Kevin melihat pesanku" batin Dito
Dito selesai mengirimkan pesan dan memutuskan melanjutkan kerjaannya
Mansion Pramana
__ADS_1
Sedangkan Kevin yang baru bangun dan melihat handphone banyak panggilan dari Dito dan saat melihat pesan Dito dan tiba-tiba Kevin sangat kesal dia sekarang sudah tidak tahan dengan kelakuan Miko dan Kevin, tanpa ia sadari Miya tidak ada disampingnya dengan segera Kevin mencari Miya keseluruh rumah tapi tidak ketemu
"Bi Miya keman" tanya Kevin
"Tadi Nona Miya sedang pergi belanja tuan"
"Apaa, kenapa dia tidak membangunkan ku"
"Saya tidak tau juga tuan, tapi kalau dilihat Miya pergi dengan keadaan tergesa-gesa, terus Miya mendapatkan telpon dari panti jompo"
"Astaga Miya, kenapa kau pergi sendiri"
Kevin langsung menuju kamarnya dan membersihkan dirinya dan segera melajukan mobilnya dengan cepat ia langsung menuju ke arah panti jompo tempat Miya bekerja, sesampainya Kevin langsung mencari keberadaan Miya
"Permisi nek, apa Miya kesini"
"Baiklah nek, makasih infonya"
Kevin langsung berlari masuk ke mobil dia sangat ketakutan dengan ancaman Andini, Kevin dengan cepat meraih ponselnya dan mengabari Dito
"Dito Miya menghilang tolong kerahkan pengawal kita"
"Aapa, sudah ku bilang"
"Segera cari"
Akhirnya mereka berdua mencari Miya Kevin yang menuju rumah Miko sedangkan Dito mencari Andini di mansionnya
__ADS_1
"Miko keluar kau" teriak Kevin
"Ada apa kau kesini"
Bugh
Bugh
Bugh
Dengan amarahnya Kevin langsung mengajar Miko Kevin Sekarang sudah dibaluti dengan kemarahan dan kekesalan
"Beritahu aku kemana kau membawa Miya"
"Aku tidak tau Kevin"
"Kau bohong"
Lagi-lagi Kevin menggebuki Miko sampai pingsan sedangkan Dito yang tengah berada di apartemen Andini tetapi disana Andini tidak terlihat sama sekalinya, Dito langsung menghubungi Kevin kalau Andini lah yang membawa Miya, selesai mengabarkan ke Kevin Dito langsung menemui Kevin yang berada di rumah Miko disana Miko sudah tumbang dan tidak bisa lagi berdiri
Dito yang telah sampai dengan segera menemui Kevin dan disana Dito merencanakan sesuatu ke Kevin dia akan menjebak Andini dalam permainannya sendiri
Kevin sangat frustrasi entah apa yang terjadi dengan istri kesayangan sekarang. "Miya tunggu aku, semoga kau baik-baik saja" batin Kevin, Dito segera menghubungi Bi Rina agar menyiapkan anak buahnya mencari Miya dan menjaga mansion dengan ketat, dengan cepat Bi Rina mengubungi anak buahnya untuk melacak keberadaan Miya.
..."Maaf buat teman-teman semuanya kalau author hanya bisa menulis sedikit karena author lagi tengah sangat sibuk jadi author minta maaf" ...
...π₯Ίππ...
__ADS_1