
Saat semuanya terlelap tidur tiba-tiba ada suara Miya yang meringis kesakitan, Kevin yang mendengarnya langsung bangun betapa terkejutnya Kevin saat melihat Miya yang sedang menahan perutnya yang sakit
"Miya kamu kenapa" ucap Kevin dengan khawatir
"Perutku sakit mas, tidak tau kenapa"jawab Miya dengan tangisan
"Mas sakit, hiks...hiks...." teriak Miya
"DITOO,MAMA" teriak Kevin
Seketika semua orang yang merasa terkejut mendengar teriakan Kevin langsung berlari
"Ada apa Kevin" khawatir Ibu Ina
"CEPAT SIAPKAN MOBIL DITO" ucap Kevin
"Mahh, sakit mah" ucap Miya
"Iyaa sayang mama disini" jawab Ibu Ina sambil mengelus perut Miya
Kevin langsung menggendong Miya seperti bridal shower menuju ke mobil yang sudah disiapkan oleh Dito, Kevin di belakang memegangi tangan Miya sedangkan Ibu Ina didepan bersama Dito, Tidak cukup lama akhirnya mereka sampai di rumah sakit disana sudah ada Dr. Cindy sebab Dito tadi sempat menghubungi Dr. Cindy kalau Miya mengalami kesakitan, dengan cepat Kevin kembali menggendong Miya dan menidurkan Miya ke ranjang perawatan
Para perawat dan Keluarga Adipramana terus mengikuti ranjang Miya menuju ruang persalinan Dr. Cindy sengaja membawa Miya langsung ke ruang persalinan sebab ia merasa kalau Miya mengalami kontraksi yang begitu kuat
"Maaf kalian tunggu diluar biar kami berusaha" ucap Dr. Cindy
"Kenapa bisa begini sih aku mau temani istriku" jawab Kevin yang merasa kesal sebab tidak bisa menemani Miya
"Tolong kerjasamanya Kevin, kalau begitu saya tinggal dulu" ucap Dr. Cindy yang menutup kamar lalu memeriksa keadaan Miya
Sementara diluar kamar Ibu Ina terus menangis melihat keadaan menantunya itu, sedangkan Kevin menatap terus Miya dari kejauhan
"Betapa bodohnya aku, tidak mendengar suaramu Miya" gerutu Kevin
Dito hanya bisa membuat Ibu Ina untuk tenang walaupun dalam hatinya ia begitu takut dengan keadaan Miya didalam sana, didalam ruang persalinan Dr. Cindy yang sedang memeriksa Miya
"Kita harus ambil tindakan Operasi Caesar" ucap Dr. Cindy melihat keadaan Miya uang sudah kelelahan
Dengan terpaksa ia keluar dari ruang persalinan memberitahukan berita yang kurang enak ke Kevin, melihat pintu terbuka Kevin langsung berdiri dan menghampiri Dr. Cindy
"Bagaimana keadaan Miya" tanya Kevin dengan wajah khawatir
"Maaf Kevin kita harus mengambil tindakan Operasi Caesar sebab Miya sudah mengalami kelelahan yang akan membuat bayinya dalam keadaan khawatir" jelas Dr. Cindy
Begitu terkejutnya Kevin mendengar penuturan Dr. Cindy seketika badan Kevin seperti tidak bisa menahan beban
"Tapi Miya dan bayiku akan baik-baik saja kan"
"Kami akan usahakan, jadi bagaimana"
"Mah, Kita haru bagaimana" tanya Kevin
"Huff, lebih baik kita harus ikuti perkataan Dr. Cindy nak ini juga demi kebaikan Miya dan bayinya"
"Baiklah mah" jawab Kevin
Selesai mengambil keputusan akhirnya Kevin menandatangani surat persetujuan bahwa Miya akan melakukan Operasi Caesar demi menyelamatkan nyawanya dan bayinya, Dr. Cindy yang sudah melihat langsung mengambil tindakan Miya langsung dibawa ruang operasi untuk melakukan Caesar, memakai baju hijau menandakan kalau Miya sudah mau di operasi sementara Kevin diluar menunggu Miya sambil selalu merasa khawatir begitupun dengan Dito dan Ibu Ina
"Bagaimana Dr. Operasinya dimulai" tanya perawat
"Baiklah intinya kita akan berusaha sekuat mungkin untuk menyelamatkan keduanya" jelas Dr. Cindy
__ADS_1
"Baik dok"
Peralatan semuanya sudah disediakan, lampu telah menyala para perawat telah memakai baju OK dan menggunakan sarung tangan, diluar lampu operasi telah menyalah menandakan operasi telah dimulai, kekhawatiran semakin terlihat diwajah Kevin, Dito dan Ibu Ina
40 menit sampai 50 menit telah berlalu akhirnya lampu telah mati menandakan operasi telah selesai raut wajah khawatir makin keluar mereka takut antar ketakutan mendengar kalau operasi tidak berjalan lancar, saat semua memikirkan itu tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi yang begitu kencangnya membuat semua orang sangat bahagia
"Dit, itu bayi Miya kan" tanya Ibu Ina kebingungan
"Iya, mah anak Miya sudah lahir" jawab Dito
"Selamat bro, elu udah jadi bapak"
"Thanks Bro" ucap Kevin yang tidak bisa membendung air matanya yang sudah berjatuhan di pipinya, betapa bahagianya Kevin mendengar suara anaknya itu
Dr. Cindy yang selesai membersihkan bayi Miya dan dibawa di boks bayi sementara Miya sementara di obati dan langsung dibawa ke ruang Ina bersama anaknya
"Alhamdulillah Kevin anak kalian perempuan"
"Haa, tapi kan di USG laki-laki"
"Iyaa, kadang hasilnya seperti itu kan bukan kita yang nentuin"
"Iya juga sih"
"enggak apa-apa yang penting semuanya amankan"
"aman Kevin"
Mengobrol begitu lama akhirnya ranjang Miya di dorong ke ruangan yang sudah dipersiapkan oleh Ibu Ina dari kemarin-kemarin, semua orang sangat bahagia saat menggendong bayi Miya yang begitu lucu tetapi dilain pihak Kevin terus menjaga Miya yang sampai sekarang belum siuman
"Bagaimana Kevin" tanya Dr. Cindy tiba-tiba datang
"Miya siuman kalau obat biusnya habis, kamu tenang aja Miya baik-baik saja" jelas Dr. Cindy
"Syukurlah" jawab Kevin
"Yaudah saya permisi dulu masih banyak pasien yang mau saya periksa" ucap Cindy
Saat berjalan keluar Dito bertatapan dengan Cindy yang membuat jantung mereka berdegup kencang
"*Astaga ada apa denganku, apa aku benar-benar mencintainya" batin Dito
"Kenapa jantungku berdegup kencang yah, melihat Dito" batin Cindy*
Cindy langsung mengalihkan perhatiannya dan langsung keluar dari ruangan Miya, sedangkan Ibu Ina begitu bahagia melihat tingkah Dito dan Cindy
Waktu yang sudah menunjukkan pukul 08.00 semua orang tertidur saat menjaga Miya dan bayinya, dengan perlahan Miya membuka matanya dan melihat seluruh ruangan matanya tertuju pada Kevin yang sedang tertidur didekatnya, sambil melihat box bayi didekatnya
"Mass" ucap Miya
"Ehh, sayang kamu sudah siuman, bagaimana perasaanmu sayang" tanya Kevin
"Aku sudah baikan mas, terus bayi kita"
"Bayi kita baik-baik saja sayang malah dia menunggumu"
"Benarkah"
"Iya sayang anak kita perempuan"
__ADS_1
"Ohyah"
"Iya sayang" ucap Kevin sambil mencium kening Miya
Merasa cukup berisik Ibu Ina dan Dito terbangun betapa terkejutnya mereka saat melihat Miya sudah siuman
"Sayang, mama bahagia melihatmu sudah siuman"
"Iya mah, Miya baru bangun"
"Iya sayang sekarang kamu istirahat saja jangan melakukan apapun, urusan bayimu akan Mama urus"
"Iya mah, Miya akan berhati-hati"
"Gue balik dulu yah, gue akan tanya Bi Rina bawa baju ganti"
"Okeh, elu yang hendel kantor yah"
"Okeh, bro tenang aja" jawab Dito sambil keluar menuju Mansion dan bersiap-siap ke Laboratorium
Sementara di rumah sakit Miya sedang menggendong anaknya betapa bahagianya Miya melihat anaknya sedang tertidur dengan nyenyak nya, sekali-kali anaknya itu mengeluarkan tangisan
"Mas anak kita lucu ya" ucap Miya
"Iya donk sayang, siapa dulu ayahnya"
"Ihh, ini kan Miya yang lahirkan"
"Iya tapi mas yang buat"
"Sudah-sudah lihat anak kalian jadi nangis" ucap Ibu Ina yang menyudahi pertengkaran Miya dan Kevin
"Oiya kalian beri nama siapa"
"Hmm, Miya belum tau mah, kalau mas mau kasih nama siapa" tanya Miya
"Hmm, Kevin akan berinama MALIKA PRAMANA artinya Putri Pramana" ucap Kevin sambil mencium Malika
"Nama yang bagus nak, semoga Malika jadi anak yang berbakti kepada orang tua" jelas Ibu Ina
"Iya mah, semoga" sambung Miya
Mereka pun sangat bahagia melihat anaknya yang sedang menggeliat dalam box bayi, Ibu Ina yang tidak pernah menjauh sedikit pun dari cucunya itu, dia sangat bahagia kalau cucunya seorang wanita sebab hanya Miya wanita di Mansionnya
Sementara diluar ruangan beberapa pengawal yang sudah menjaga Kevin takut banyak pesaingnya akan melukai keluarganya itu maka dari itu Kevin terus berjaga-jaga walaupun Miya yang tidak begitu suka melihat bodyguard yang memiliki badan yang kekar dan berotot, Bi Rina yang sedari tadi membawa makanan beserta pakaian untuk Miya, Kevin ibu Ina terutama bayi Malika
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...
...Sekali lagi jangan lupa Like π Dan Komen π¬ yah ππ...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya ...
__ADS_1
...ππ...