Mencintai Pangeran Ganteng Dimensi Lain

Mencintai Pangeran Ganteng Dimensi Lain
Episode 13


__ADS_3


Setelah sampai di sebuah rumah ke dua tempat penyekapan Kevin, Bimo dan Miya, Antonio yang merasa sudah sangat puas sebab orang terpenting dari Raja Nicole telah ada di tangannya, makan Antonio akan lebih mudah dalam merebut Istana Atlantis.


Dilain waktu di Istana Atlantis Raja Nicole yang telah mendapatkan kabar kalau Kevin menjadi sandera Antonio bersama Miya dan Bimo, dan mengejutkannya lagi Raja Nicole telah mengetahui bahwa yang menyandera orang terpentingnya itu adalah sahabatnya sendiri yaitu Antonio.


Raja Nicole yang mengetahui semuanya langsung merasa kecewa dan geram, begitu cepat ia memberitahukan kepada anak buahnya agar pabrik yang di pimpin oleh Antonio segera dihancurkan.


"Lapor Tuan Pabrik yang dipimpin Antonio telah hancur" Ucap pengawal Raja Nicole


"Bagus, segera suruh pengawal lainnya agar menyelamatkan Kevin, Bimo dan Miya dan jangan sampai mereka mengetahui semuanya" jawab Raja Nicole


"Baik tuan, segera ke rumah musuh" ucap pengawal Raja Nicole


Setelah diberi perintah oleh Raja Nicole pengawal khusus segera bertindak kerumah Antonio terlebih dahulu agar mencari Andini, sebab kelemahan Antonio berada di putrinya itu, lagi-lagi dengan cerdiknya Antonio menyembunyikan keberadaan anaknya itu di negara lain maka dari itu pengawal khusus Atlantis berputar balik ke arah tempat penyekapan Kevin,Bimo, dan Miya.


"*Lapor Tuan Antonio menyembunyikan keberadaan anaknya" ucap pengawal Raja Nicole


"Baiklah, segera ke tempat penyekapan Kevin, Bimo dan Miya. Saya sudah berikan alamat rumah kosong itu" jawab Raja Nicole*


Setelah pengawal mendapat perintah dari Raja Nicole tanpa berlama-lama mereka semua bergerak menuju tempat penyekapan, sebab Antonio tidak mengetahui kalau dalam baju Kevin telah dipasangkan sebuah alat GPS agar Raja Nicole lebih mudah tau keberadaan Kevin.


Malam semakin larut, Miya yang perlahan membuka matanya dan melihat sekelilingnya timbullah beberapa pertanyaan didalam pikiran Miya. "Dimana aku sebenarnya dan dimana Bimo" gumam Miya.


Miya yang merasa pusing ditambah kedua tangannya di ikat dengan tali dalam satu ruangan yang begitu gelap dan kotor, seketika Miya langsung berteriak minta tolong.


"Tolong....tolong... lepaskan saya" teriak Miya


Dito yang mendengar suara Miya langsung masuk ke ruangan tempat Miya dan meneriakinya agar Miya berhenti berteriak ditempat itu.


"Oiii.... berhenti berteriak tidak ada yang akan menyelamatkanmu disini, jadi berhentilah berteriak" ucap Dito dengan tegas


"Tolong lepaskan saya, saya tidak tau apa-apa" jawab Miya


"Berhenti bicara, saya tidak akan melepaskanmu" ucap Dito yang melangkah pergi


Miya yang merasa aneh tentang Dito seketika ia memberhentikan langkah Dito.


"Tunggu, jangan pergi dulu" ucap Miya


"Astaga diam, haa apa kamu tidak tau namanya diam" jawab Dito


"Iyaa aku akan diam tapi tunggu dulu saya ingin bertanya" ucap Miya


"Haa apa, bicaralah" Jawab Dito

__ADS_1


Miya yang makin merasa penasaran sebab seperti mengingat kalau Miya pernah bertemu dengan Dito di Seoul dan dia merasa kalau Dito itu adalah anak dari Ibu Ina salah satu orang tua yang tinggal di panti jompo tempat Miya bekerja bersama Miko


"Oii, bicaralah jangan bertele-tele, saya banyak urusan bukan kamu saja" teriak Dito


"Iyaa tunggu, saya sedang mengingatnya jadi sabar dulu lah" jawab Miya


"Astaga kamu yah" ucap Dito yang merasa marah


"Yah aku sudah ingat, kamu mempunyai tanda lahir di tanganmu kan" ucap Miya


"Kenapa gadis ini mengetahuinya"Gumam Dito


"Iyaa, memangnya kenapa" jawab Dito dengan penasarannya


"Iyaa, saya mengetahuinya dari ibumu, Ibu Ina dia selalu membicarakan tentang dirimu, dia sangat merindukan dirimu"jelas Miya


"Kenapa kamu mengetahui semua ibuku, apa kamu mau mengecoh ku, hahahaha itu tidak akan bisa" jawab Dito


"Baiklah kalau kamu tidak percaya bawa tas ku kemari akan ku perlihatkan buktinya kalau kamu tidak percaya" jelas Miya


"Okeh, kalau kamu berbohong kekasihmu itu akan ku bunuh" jawab Dito yang makin penasaran


"Bawa tas gadis itu kemari" teriak Dito


"Oiii, ini tasmu segera buka dan cari buktinya" ucap Dito yang menyerahkan tas Miya


"Bagaimana caranya saya membuka tasku, tanganku saja terikat" jawab Miya


Miya yang masih mengobrol dengan Dito, Bimo dan Kevin yang ditempatkan satu ruangan mulai sadarkan diri, seperti Miya tadinya Bimo juga merasa aneh dengan tempat itu tetapi dengan terkejutnya Bimo melihat Kevin yang tengah duduk pingsan didekatnya.


"Astaga tuan, bangun lah" ucap Bimo sambil menggerakkan kakinya kearah Kevin


Kevin yang merasa di tendang oleh seseorang ia langsung bangun dan memberontak tetapi degan cepat Bimo langsung menyuruhnya untuk diam agar pengawal di luar sana tidak mengetahui kalau mereka berdua telah sadarkan diri dan segera mungkin menyelamatkan diri dan mencari Miya.


"Sudah berapa lama kita disini Bimo dan dimana Miya" ucap Kevin dengan perlahan


"Kita sudah cukup lama tuan dan saya tidak tau dimana Miya" jawab Bimo


"Astaga dasar breng*ek" ucap Kevin dengan marahnya


'Tuan sudah mengetahui dalang dari semua masalah ini" tanya Bimo


"Hmm" jawab Kevin menandakan kalau ia sudah tau


"Baguslah tuan" ucap Bimo

__ADS_1


RUANGAN MIYA


Dilain ruangan Dito yang telah membuka ikatan Miya agar Miya menunjukkan bukti kalau perkataannya itu benar.


"Mana buktinya" tanya Dito


"Sabar kenapa sih, saya baru membuka tas ku" jawab Miya dengan risih


"Bukalah dengan cepat, kalau kau berbohong kekasihmu akan menjadi sandera" ucap Dito lagi


"Astaga iya, iya saya sudah dapat kamu lihat lah ini ibumu kan" jawab Miya dengan memperlihatkan sebuah Foto kepada Dito


Dito yang melihat foto itu langsung merasa terkejut kalau yang dikatakan Miya itu benar adanya, dan mata Dito tertuju pada salah satu ibu-ibu, yah itu Ibu Ina ibu kandung dari Dito. Tanpa Dito sadari mulutnya langsung mengeluarkan kata-kata.


"Ibuuu..." ucap Dito dengan air mata


"Dari mana kamu dapat ini, dimana dia sekarang, saya ingin menemuinya" tanya Dito


"Ibu Ina sekarang ada di panti jompo tempat tinggal ku, tapi kenapa kamu bisa ke sini apa yang terjadi" jawab Miya dengan heran


"Iya kamu akan heran kenapa aku disini, nanti akan ku ceritakan kalau semuanya membaik tetapi pertemukan aku dengan ibuku, saya mohon" ucap Dito


"Saya akan pertemukan kamu dengan Ibu mu tetapi bagaimana caranya kamu saja menyandera saya" Jawab Miya


"Baiklah saya akan membebaskan mu begitupun Kevin dan Bimo, tetapi imbalannya bawa saya pulang dari sini" ucap Dito


"Okeh" jawab Miya


"Tunggu disini, tunggu aba-aba ku" ucap Dito sambil melepaskan ikatan tangan Miya


Dito yang segera mungkin melepaskan ikatan tali di tangan Miya agar ia bisa bertemu dengan ibunya di Seoul, tetapi itu tidak akan mudah sebab salah satu anak buah Antonio mengetahui kalau Dito telah bekerja sama dengan pihak Raja Nicole dan memberitahukan kepada Antonio semua yang ia lihat tadi.


"*Maaf tuan, Dito telah bekerja sama dengan pihak Raja Nicole, apa yang kita lakukan" tanya pengawal Antonio


"Apaaa... Dasar anak tidak tau diri, biarkan saja dulu awasi saja pergerakannya dan suruh yang lainnya berjaga di luar" perintah Antonio


"Baik tuan" jawab pengawal*


Dito yang telah selesai melepaskan ikatan tali Miya segera bergegas melihat semuanya akan atau tidak. Setelah merasa aman Dito langsung menuju ke ruangan Kevin dan Bimo agar di bebaskan.


Miya dan Dito akhirnya sampai di ruangan Kevin dan Bimo dan segera mereka berdua masuk dan membebaskan Kevin dan Bimo, Kevin yang sudah merasa kesal dengan Dito langsung mengajarnya, tetapi Miya langsung melarang Kevin dan menjelaskan apa yang terjadi disini walaupun Kevin yang tidak percaya hanya mengikuti Miya saja dan segera ia memberikan informasi kepada ayahnya kalau mereka sudah bisa menyerang anak buah Antonio.


~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~


"Semoga kalian suka dan maaf kalau memiliki kesalahan dalam karyaku ini dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara like, komen dan vote ya😁🙏🙏"

__ADS_1


__ADS_2