Mencoba Menembus Batasan

Mencoba Menembus Batasan
Pengalaman di musim liburan


__ADS_3

Liburan sekolah tahun ini menjadi liburan yang menyedihkan bagi Yudhistira, ayahnya yang sudah lama mengidap penyakit paru tidak dapat lagi menemani nya saat bermain maupun beri masukan saat ada tugas sekolah. Setelah sekian lama kehilangan satu organ parunya disaat ikut pertempuran membela negara.


Karena keberatan dari adik ayahnya, yang seharusnya mendapat fasilitas dimakamkan di Taman makam pahlawan akhirnya ayah yudhistira dimakamkan di pemakaman umum desanya. Mungkin sudah mendapat firasat bahwa juga tidak berumur panjang... sebulan kemudian bulik Yudhistira tersebut menyusul kakak nya... (adik ayah Yudhistira meninggal) dan dimakamkan bersebelahan.


Yudhistira anak SD kelas 5 bocah kecil yang berperawakan kurus, bertubuh pendek, berambut hitam lurus seringnya bermurah senyum... tapi saat ini hatinya sedang bersedih. Karena selama ini lebih sering dirumah dengan ayahnya daripada bermain diluar dengan teman sebayanya. Dia hanya punya beberapa teman untuk bermain bersama.


Tinggal di satu desa pinggiran kota Surabaya, dengan jarak tempuh sehari perjalanan bila jalan kaki menuju pusat kota. Membuat Yudhistira jarang bisa menikmati hiburan malam yang seringnya hanya ada di pusat kota.


Bangun le.... mau ikut ibu kepasar ta daripada dirumah saja? Yudhistira terbangun saat merasa badannya digoyang goyang, ibu Yudhistira seorang penjual kue yang punya lapak di pasar.. beberapa kue buatan sendiri sedang yang banyak kue titipan orang lain. Dia sering ikut bila libur karena disana banyak jajanan beraneka rasa dan bentuk yang jarang ada didesanya. Tapi hari ini Yudhistira merasa malas bangun masih mengantuk. Maaf bu ... kali ini saya tidak ikut jawab Yudhistira sambil duduk dan beranjak berdiri dari dipan tempat tidurnya.


Ya sudah ibu berangkat dulu kepasar...bila keluar rumah jangan lupa pintu dikunci.. sambil mengangkat tas berisi kue dan peralatan jualan ibu Yudhistira berangkat.

__ADS_1


Hari ini Yudhistira berencana mengunjungi tetangga baru dibelakang rumah karena kemaren didatangi dan diajak Burhan..


Masih setengah ngantuk Yudhistira pergi kekamar mandi membersihkan badan dengan sabun wangi... tidak lupa menggosok gigi, dan tak lupa menolong ibu membersihkan tempat tidur ( sambil bernyanyi.. lagu masa TK).


Yuuuud sudah siap ta... jadi gak nengok anak tetangga baru.. disaat Yudhistira sedang bersiap makan terdengar suara Burhan memanggil. Yaaa sebentar mau sarapan dulu... melok ta? tawarnya mengajak Burhan bila belum sarapan.


Tumben sarapan kata Burhan sambil ikut duduk sambil ambil piring mau ikutan sarapan.


Assalamualaikum. .. teng teng teng, Burhan berteriak sambil memukulkan selot pagar kepagar rumah tetangga baru. Wa alaikumusalam ... terlihat seorang lelaki tua keluar sambil menjawab salam, sambil tersenyum dan membuka pintu lelaki tersebut mempersiapkan masuk Burhan dan Yudhistira...


Anak berdua tinggal dimana? ... tanyanya.

__ADS_1


Saya tinggal disebelah kiri rumah kata Burhan dan teman saya Yudhistira ini dibelakang situ.


Kami kemaren melihat ada anak sebaya kami dikeluarkan ini..makanya kami datang ingin berkenalan.. lanjut Burhan.


Owh itu cucu saya jawab lelaki tua sambil menjelaskan bahwa mereka datang dari Sumedang jawa barat.. pindah karena anaknya ditugaskan dilantik cabang Surabaya.. nama saya uke. .. panggil saja uwak uke.. lanjutnya.


Cucu uwak uke bernama Dadi saat ini masih tidur.. sebentar ya sy panggilkan kata nya.


Setelah Dadi datang dan berkenalan uwak uke masih menemani sambil bercerita soal banyak hal... terutama soal bagaimana di Sumedang di tempat nya berasal anak2 sejak kecil diberi bekal ilmu beladiri untuk masa depannya.


Kebetulan uwak bahar berniat mewariskan ilmunya kepada cucunya... dan menawarkan kepada Burhan dan Yudhistira untuk ikut bergabung belajar agar cucunya ada teman belajar. Burhan dan Yudhistira pun bersemangat .. dan mengiyakan..

__ADS_1


__ADS_2