
Dua orang lelaki yang berada didepan melihat salah satu anak yang dikepung malah tersenyum lebar jadi bingung dia menoleh kebelakang... melihat Pak Sugik pimpinan mereka.
Yudhistira yang melihat celah kelemahan lawannya bersegera memuku dada kedua lawannya... dua kepalan tangan yang biasa berlatih bertemu dengan dua dada orang yang tidak siap... jeduuuk brak... mereka terjatuh bersamaan. Yudhistira segera melompat dan menendang orang yang berada dibelakang dua orang yang jatuh.. dilanjutkan menendang yang berada disebelahnya... langsung terus berlari kedepan orang yang terlihat sebagai pimpinan mereka semua.. Pak Sugik menghalau tendangan Yudhistira dengan bergeser kesamping... tak lupa dia mengulurkan tangan untuk memukul jatuh lawannya. Yudhistira yang sudah memperhitungkan gerakan lawannya segera bergerak berputar.. dan melanjutkan dengan tendangan melingkar gunakan kaki yang tadi sebagai penopang. Brak gedebug Pak Sugik merubah posisi tangannya menyilang untuk menahan tendangan... swiis sambil melompat kebelakang. Melihat musuhnya mundur Yudhistira melompat kearah Agus untuk membantu.. menendang dari belakang orang yang mengepung... buk braak jatuh terjerembab tersungkur. Yudhistira melompat lagi kesamping musuh lain .. menendang lagi... buk sreek. kali ini tendangan Yudhistira dapat ditahan. Karena menahan tendangan Yudhistira dia sedikit limbung Agus mempergunakan kesempatan untuk menendangnya jatuh. Pak Sugik melompat mencoba menendang maju... marah melihat anak buahnya ditendang hingga sulit berdiri lagi.
__ADS_1
Buk buk buk ... Yudhistira menahan tendangan sambil berkelit kesamping untuk melemahkan dampak tendangan. Pak Sugik mundur untuk menghapus pisau.. melihat musuh menghunus senjata tajam Yudhistira melepas jaketnya. Musuh yg lain pun memghunus pisau. "Lepas jaketmu Gus!"..teriak Yudhistira.
Jalan Ambengan masih sepi....
__ADS_1
Setiap kali Yudhistira memukul atau menendang dia akan berusaha tepat pada titik titik vital sehingga saat tepat sasaran lawannya akan kesulitan untuk berdiri...
Yudhistira ingat pesan yang disampaikan Wak Uke.. pemakai senjata tajam pendek bila dia gunakan untuk menusuk. .maka dia belum ahli gunakan sajam untuk berkelahi, belum punya jurus khusus bersenjata tajam. Tidak perlu takut meski perlu selalu waspada, kelemahannya ada pada pergelangan tangan.. gunakan tendangan melingkar sambil berusaha tahan tusukan dengan membebat tangan yang memegang pisau ... dengan jaket atau baju dalam rangka menahan pergerakan. Bila bisa dibebat maka penyelesaian selanjutnya dengan menendang dadanya... daerah Ulu hati. Bila yang berhasil tendangan melingkar mengenai pergelangan tangan.. langkah selanjutnya menendang lagi tulang rusaknya dari samping.
__ADS_1
Yang berbahaya ada pada pemakai senjata tajam pendek yang memegang senjatanya untuk menikam. Ini memperlihatkan dia sudah memahami kriteria dan fungsi senjata tajam pendek.. meskipun tetap bisa diatasi bila dalam kondisi satu lawan satu tapi tingkat kesulitannya termasuk tinggi. Tapi bila dalam posisi dikeroyok lebih baik segera mencari alat atau senjata untuk mengimbangi.
Pak Sugik melompat sambil menusuk lagi set set sret. .. berupaya membuat tusukan membabi buta... tidak ditujukan khusus bagian mana, berharap ada tusukan yang masuk ke tubuh lawannya. Yudhistira menghindar sambil mengambil posisi sedikit berjongkok... melihat musuhnya jongkok ..posisi kepala sedikit kebawah Pak Sugik menendang... wuuus.. hal inilah yang ditunggu Yudhistira dia langsung menendang kaki lawannya yang digunakan sebagai penopang dengan keras... buk kraaak adaaauh. ... Pak Sugik terjatuh dan berteriak kesakitan kakinya patah. Yudhistira melompat mendekati musuh yang masih mengeroyok Agus temannya untuk membantu.. "Mundur! bantu aku" teriak Pak Sugik kepada anak buahnya karna merasa sulit untuk menang sambil waspada sebentar lagi jalan akan ramai karna suara musik sudah perlahan berhenti... sambil memapah pimpinannya mereka berusaha lari menuju jalan Gembong.. "biar Gus jangan dikejar.. teriak Yudhistira melihat Agus yang akan mengejar. "Hati hati disana mereka punya banyak kawan"... Lanjut Yudhistira. Mereka berdua melanjutkan kembali ke sekolah... untuk segera pulang.
__ADS_1