Mencoba Menembus Batasan

Mencoba Menembus Batasan
Berkelahi lagi


__ADS_3

Hari hari selanjutnya Dodi, Burhan dan Yudhistira masih terus berlatih dibawah arahan Wak Uke, dari pengalaman praktek di Kebon Binatang dan Siola masing-masing menyadari bahwa mereka perlu banyak berlatih dan mengumpulkan energi sebanyak mungkin agar saat diperlukan bisa berguna menjaga diri.


Tak terasa bulan berganti bulan tahun berganti tahun mereka bertiga sudah lulus SD, sebulan sebelum kelulusan Wak Uke pamit kembali pulang ke Sumedang karna hal hal yang perlu diajarkan dirasa cukup. Untuk pengembangan selanjutnya yang perlu dilakukan adalah rutin berlatih dan sering sering sabung (berlatih saling menyerang, bertarung).


Saat memasuki masa sekolah SMP, karena kesibukan sekolah yang berbeda mereka jarang bertemu dan berkumpul.

__ADS_1


Saat ini menginjak liburan sekolah awal Ramadhan awal puasa, diliburan bulan puasa Yudhistira diajak salah satu teman SDnya untuk menghabiskan waktu puasa dengan membaca di toko buku Gramedia jalan Basuki Rahmat.


Pernah salam satu hari saat mereka asyik membaca cergam Lucky Luke.. tiba tiba datang lelaki dan wanita menghampiri.. "puasa gak dik? tanya nya "insya Allah pak! jawab mereka berdua. Terlihat merogoh saku celananya lelaki itu tersenyum menyodorkan tangannya.."ini buat buka puasa ya!" katanya. Yudhistira dan Duwi temannya melonggo kaget.. "maksudnya? tanya Yudhistira memastikan... "Iya ini diterima uang buat buka puasa...ga papa ambil aja katanya" sambil pamit pergi. "Terima kasih ya pak.. mereka berdua serempak menjawab.


"Alhamdulillah rejeki" kata Duwi,hehehe iya sahut Yudhistira. Saat tanda tanda waktu maghrib akan datang mereka beranjak ke kantin toko gramedia.. disana juga ada mushola untuk sholat.

__ADS_1


Setelah berbuka dan sholat Yudhistira dan Duwi bersiap pulang berjalan keluar ke jalan raya Urip Sumoharjo karena depan toko Gramedia satu jalur. Tiba-tiba mereka berdua dikepung empat laki laki ... Yudhistira melihat lelaki yang tadi dipojokan kantin ada diantara mereka. "Berhenti ... serahkan dompet dan jam tangan kalian!" seru nya. "Awas wi.. tetap dibelakangku!" kata Yudhistira kepada Duwi. "Diam... Yudhistira berteriak sambil menghentakkan dengan keras kakinya.. langsung maju menendang lelaki didepannya berusaha langsung merobohkan. Tetapi sayang harapan nya tidak terjadi lelaki itu berkelit dan membalas menyerang.. lelaki dibelakangnya pun ikut membantu mengeroyok... Yudhistira merasa kesal dan cemas akan keselamatan duwi, tapi saat sekilas melirik ternyata duwi pun bisa berkelahi sedang dikeroyok dua orang juga. Yudhistira segera menarik napas dan melapisi tinju dan tendangannya dengan energi. Dia melihat ada gelagat musuhnya akan mengambil pisau dipinggangnya.. segera saja Yudhistira melompat dan menendang... jedug.. pas didada dan terjengkang musuh nya. Melompat lagi dan memukul pergelangan tangan lelaki satunya... aaaah teriak lelaki itu merasa tangannya patah...


"Tolooong rampok toloooong..dari kejauhan terlihat orang Yudhistira berterima minta tolong. Karena melihat dua orang lainnya memegang senjata tajam pedang. " Awas kamu...! sambil berlari terlihat seperti pimpinan orang itu mengancam. Mereka berempat berlari menjauh...


Beberapa orang berlari mendekat .."Ada apa dik..? tanyanya, Yudhistira pun menceritakan apa yang terjadi sambil mengucapkan terima kasih karena dengan kedatangan mereka maka empat laki-laki tadi lari. Masih merasa gemetar.. Yudhistira dan Duwi mampir diwarung untuk beli minuman hangat. Saat duduk menunggu teh hangat datang Yudhistira merasa kaget dan merasa sedikit takut .. dia melihat ada lelaki sebaya yang dulu sempat ikut mengeroyok Wak Uke kejadian dekat Siola. Yudhistira mencoba mengalihkan perhatian dengan menunduk dan mengambil pisang goreng... "mau makan lagi ta wi? tanyanya mengalihkan perhatian ke Duwi. "Gak yud... masih kenyang!" jawab Duwi sambil mengambil ote ote dan lomboknya. Deg... hek tiba-tiba Yudhistira merasa sesak nafas... dadanya terasa seperti ditindih batu besar, segera dia atur napas halus sambil menekan didada. Yudhistira merasa ada yang menyerang nya, segera dia baca wirid pager badan..... kemudian buang nadas sambil hentak kan kaki... braaaak grompyang....brak.. terlihat lelaki dipojokan terjengkang jatuh dan gelas didepannya yang tertendang tanpa sengaja jatuh pecah berhamburan.

__ADS_1


" Ada apa rip..!" tergopoh seorang lelaki keluar dari dalam warung membantu lelaki tua yang ternyata bernama Surip itu bangun.


"Bangsat... sambil melompat berdiri Surip maju menendang Yudhistira yang didepannya...


__ADS_2