
Setelah rangkaian acara dipolsek selesai Yudhistira dan Duwi diantar salah satu anggota polsek ke jalan raya yang dilalui angkutan umum menuju arah rumah. Didalam mikrolet yang sepi Yudhistira yang penasaran mengenai Duwi yang juga bisa beladiri mulai menanyakan banyak hal. Yudhistira ingat dulu saat SD seringkali Duwi diajaknya bermain beladiri meniru buku buku ... mencoba saling menjatuhkan sesuai gambar yang ada.
Duwi bercerita bahwa ayahnya yang seorang supir mempunyai kemampuan beladiri yang hebat... bagaimana seluruh badan bisa reflek bergerak untuk bertahan dan menyerang walaupun dengan memejamkan mata. Yudhistira yang penasaran berniat mampir kerumah Duwi untuk berkenalan dengan ayahnya... ingin mendengarkan cerita lebih banyak, sayangnya malam ini ayah Duwi lembur hingga belum ada kesempatan menemuinya.
__ADS_1
Keesokan harinya Yudhistira berkunjung kerumah Duwi. Disaat makan sahur Duwi sempat bertanya kepada ayahnya dan sampaikan keinginannya dan Yudhistira soal belajar silat seperti yang ayahnya miliki. Ayah Duwi bercerita di Gedangan Sidoarjo lah tempatnya belajar.. Pak Kan nama guru yang mengajari katanya, bila berminat belajar sekalian saja sama-sama pergi kesana menemui Pak Kan agar bisa belajar lebih lengkap. Sebelum maghrib ayah Duwi datang... dan sampaikan selepas buka dan sholat maghrib bisa sama-sama pergi kerumah pak Kan di Gedangan. Dengan naik angkutan umum mereka bersama sama berangkat, perlu oper di terminal joyoboyo untuk bisa kerumah Pak Kan yang termasuk daerah luar kota. Mereka bertiga turun dan berjalan melewati rel kereta api... rumah Pak Kan dekat dengan pabrik tahu cerita ayah Duwi.
Metode pelatihan Pak Kan berbeda... dengan yang pernah Yudhistira dapatkan dari Wak Uke, Pak Kan metode belajarnya lebih mirip pelatihan silat Dor atau Tanjidor... diperlukan bunyi bunyian yang menghentak seperti kendang atau alat gamelan lain.
__ADS_1
Metode ini juga terdapat di perguruan seni beladiri tenaga dalam... setelah para muridnya menguasai jurus jurus awal pengumpul energi
Pak Kan meminta Yudhistira dan Duwi untuk melakukan gerakan beladiri yang telah dimiliki. Yudhistira dan Duwi diminta lakukan sabung... diadu. "Mulai! terika Pak kan.. Duwi maju menerjang duluan menendang melingkar ... Yudhistira mengambil langkah menyamping dan memberikan pukulan kepunggung Duwi... duk..Duwi yang terpukul memnafaatkan dorongan untuk sekaliblagi berputar, Yudhistira yang sulit menghindari mengambil posisi bertahan dengan lipat kedua tangan didada, jedug terkena tendangan mundur selangkah sambil berputar ikut memberi tendangan... saling serang memukul dan menendang terjadi. "Cukup ! teriak Pak Kan menghentikan adu sabung. Yudhistira dan Duwi dianggap sudah memenuhi syarat kekuatan fisik maka langsung masuk tahap pengisian kata beliau. Keduanya diminta duduk untuk prosesi.
__ADS_1
Setelah itu Duwi diminta maju dan berdiri... Pak Kan meminta Duwi untuk pejamkan mata dan kerahkan indera kebagian tangan dan kaki sambil mengeraskan keduanya.... karena sudah malam Pak Kan tidak gunakan kendang tetapi gerakkan tangannya untuk membuat bunyi bunyian.. duk duk duk duk..dukduk dukdukduk... berulang lagi bunyi itu terdengar terlihat Duwi mulai terlihat gerakkan tangan dan kakinya mengikuti arah energi bergerak... semakin cepat ritme bunyian semakin cepat gerakan Duwi. "Cukup ! ... berhenti seru Pak Kan meminta Duwi menghentikan gerakkannya... "Sekarang coba sambil buka mata dan menahan napas... keluarkan bila sudah tidak tahan rapi segera tarik dan tahan lagi lakukan berulang..." kata Pak Kan kepada Duwi. "Siap... ambil napas ... tahan! mulai! Pak Kan membuat bunyi bunyian sekali lagi.. Gerakan Duwi langsung lebih cepat tanpa proses lambat... wet wet wet.. wet wet wet..pukulan dan tendangan keluar dengan cepat. "Berhenti... cukup! Pak Kan menyudahi latihan Duwi. Selanjutnya giliran Yudhistira.. tahap awal tanpa menahan napas terlihat Yudhistira hanya gerakkan tangannya saja.. kakinya diam tak bergerak.. bunyi bunyian yang timbul dari Pak Kan dicoba dikeraskan ... tetap saja kaki Yudhistira tidak bergerak.. "Cukup berhenti! kata Pak Kan.. "Tidak bisa rasakan energi dikaki kah? tanya Pak Kan kepada Yudhistira, "Tidak pak! jawab Yudhistira juga bingung... "saya merasakan tangan bergerak sendiri kearah yang tidak saya pikirkan .. tetapi kaki saya terasa berat untuk melangkah...cerita Yudhistira kepada Pak Kan. " Hmmmm.. tidak apa apa.. sering saja berlatih sampai dikaki pun ada reaksi. Latihan sementara dianggap cukup.. untuk selanjutnya cukup dibawah bimbingan ayah Duwi... kami pun pamit berterima kasih dan kembali pulang